Prabowo Kembali ke Prancis untuk Ketiga Kalinya di 2026, Ini Hasil Pertemuan dengan Presiden Macron
- BPMI Setpres
Presiden Prancis itu juga menyambut positif keputusan Indonesia membuka akses pasar bagi produk sapi perah dan daging asal Prancis.
"Terkait keterbukaan ekonomi kami, saya juga ingin mengatakan kepada Anda, Presiden, betapa senangnya kami atas dibukanya pasar Indonesia bagi sektor sapi perah dan daging kami," ujar Macron.
"Hal ini juga mendukung strategi kedaulatan pangan Anda, ambisi Anda untuk meningkatkan kualitas pangan rakyat Indonesia, serta kebijakan sosial besar yang telah Anda luncurkan," imbuh dia.
Macron turut menyatakan dukungannya terhadap rencana investasi Danantara yang dinilai dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Kolaborasi Pendidikan dan Inovasi
Selain sektor ekonomi dan pertahanan, pembahasan kedua pemimpin juga mencakup penguatan kerja sama pendidikan.
Macron menyampaikan keinginan Prancis untuk memperluas kolaborasi dalam pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan pengembangan teknologi.
Kerja sama tersebut menjadi kelanjutan dari deklarasi strategi kebudayaan bersama yang disepakati di Candi Borobudur pada Mei 2025.
Kolaborasi itu mencakup berbagai bidang seperti permuseuman, sastra, perfilman, fesyen, hingga pengembangan kerja sama universitas dan penelitian dalam program Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026.
"Perancis hendak ingin menyambut lebih banyak mahasiswa, peneliti, talenta," kata Macron.
Prabowo menyambut baik upaya tersebut dan memberi sinyal bahwa hubungan pendidikan kedua negara akan terus diperkuat.
Bahkan, ia mengaku telah memberikan arahan terkait perluasan pembelajaran bahasa Prancis di lingkungan pendidikan Indonesia.
"Sekarang, saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Perancis, melihat perkembangan dunia ke depan," ungkap Prabowo.
Dorong Perdamaian Timur Tengah
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai sejumlah persoalan global, termasuk konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.
Prabowo menilai stabilitas kawasan itu sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap sektor energi dan rantai pasok internasional.
"Saya sependapat dengan Presiden Macron bahwa stabilitas Timur Tengah sangat penting dan akan berdampak langsung pada kondisi energi dunia dan rantai pasok global," kata Prabowo.
Menurutnya, Indonesia dan Prancis memiliki kepentingan yang sama dalam mendukung terciptanya perdamaian di kawasan tersebut.
Load more