Sosok dan Kronologi Heru 'Jejak Si Gundul' Kena Bisa Ular Kobra: 18 Jam Tidak Bisa Melihat
- Instagram/@heru.gundul
Jakarta, tvOnenews.com - Heru Gundul, presenter yang dikenal lewat acara Jejak Si Gundul mengalami kejadian yang cukup serius saat melakukan evakuasi seekor ular kobra. Pria yang akrab disapa Si Gundul itu terkena semburan bisa ular pada area mata.
Akibat insiden itu, mata Heru Gundul mengalami kemerahan dan bengkak. Kondisi tersebut membuatnya tidak bisa membuka mata selama 18 jam.
Peristiwa tersebut diketahui publik setelah Heru Gundul membagikan foto dan kondisi terbarunya melalui akun Instagram @heru.gundul. Dalam unggahan itu terlihat area sekitar mata mengalami peradangan cukup parah akibat terkena bisa ular kobra.
Sosok Heru Gundul atau Si Gundul
Heru Gundul memiliki nama lengkap Widi Heru Wasana. Ia lahir di Metro, Lampung, pada 8 Maret 1973 dan kini menetap di Yogyakarta bersama istri serta dua putrinya.
Namanya dikenal luas sebagai pembawa acara program petualangan "Jejak Si Gundul" di Trans7 yang tayang sejak 10 Agustus 2007.
Melalui program tersebut, Heru kerap berinteraksi langsung dengan masyarakat di berbagai daerah. Ia tidak hanya mengeksplorasi kehidupan warga, tetapi juga terlibat dalam aktivitas sehari-hari seperti bertani, mengolah makanan khas daerah, hingga membantu pembangunan fasilitas umum.
Selain dikenal sebagai presenter televisi, Heru juga memiliki reputasi sebagai ahli reptil yang cukup disegani di kalangan komunitas pencinta ular.
Kena Semburan Bisa Ular Kobra
Kejadian bermula ketika Heru Gundul sedang menangani proses penyelamatan seekor ular kobra. Saat proses berlangsung, ular tersebut tiba-tiba menyemburkan bisa ke arah wajahnya.
“Hari apes enggak ada di kalender. Dapat sapaan dari Naja. Lebih berhati-hati yo lur di saat rescue,” tulis Heru Gundul.
Usai kejadian, upaya penanganan darurat langsung dilakukan dengan membersihkan area mata yang terkena cairan beracun. Namun, sebagian bisa diketahui sudah terlanjur mengenai jaringan mata sehingga menimbulkan rasa perih yang sangat hebat.
Paparan racun tersebut memicu pembengkakan signifikan dan membuat Heru kesulitan membuka kedua matanya.
Mata Tertutup Selama 18 Jam
Sehari setelah insiden, Heru memberikan kabar mengenai perkembangan kesehatannya. Ia mengungkapkan sempat mengalami masa-masa sulit akibat efek bisa ular yang mengenai matanya.
“Kemarin sempat 18 jam enggak bisa melek. Mau melek sakit banget dan matanya itu lengket banget, rasanya panas,” ungkap Heru.
Rasa nyeri yang dialaminya membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Diketahui, bisa kobra memang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan mata apabila tidak segera ditangani dengan tepat.
Meski demikian, kondisinya kini mulai menunjukkan perbaikan.
“Puji Tuhan sekarang aku bisa melek lagi. Mata merah juga hilang. Makasih ya lur atas doanya. Buat kalian juga sehat selalu dan hati-hati dalam setiap aktivitas. Safety first,” lanjutnya.
Saraf Mata Sempat Terkena Dampak
Heru mengungkapkan bahwa cairan bisa tersebut sempat mengenai bagian jaringan saraf mata. Kondisi itu menjadi penyebab utama terjadinya pembengkakan hebat pada wajah dan area sekitar mata.
Untuk mencegah komplikasi yang lebih serius, ia harus menjalani penanganan medis secara intensif. Hingga saat ini, proses pemulihan masih terus berlangsung meski perkembangannya disebut cukup positif.
Karena masih dalam masa penyembuhan, Heru juga membatasi sejumlah aktivitas agar kondisi matanya dapat pulih secara maksimal.
Sosok yang Menginspirasi Panji Petualang
Pengalaman dan pengetahuan Heru di bidang reptil juga mendapat pengakuan dari pegiat reptil terkenal, Panji Petualang.
Dalam sebuah vlog yang diunggah pada 2020, Panji pernah menyebut Heru sebagai sosok yang memberikan pengaruh besar terhadap perjalanan hidupnya di dunia reptil.
Saat masih berusia muda dan menjadikan ular sebagai hobi, Panji mengaku pernah diajak Heru melakukan kegiatan herping atau pencarian reptil di alam liar.
Dari pengalaman tersebut, Panji mulai mempelajari dunia ular secara lebih ilmiah dan mendalam. Heru juga disebut sebagai orang yang mendorongnya untuk menjadi ahli reptil, bukan sekadar pawang ular. (nba)
Load more