News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cerita Gibran Terbantu oleh JKN, Siswa Sekolah Rakyat yang Berjuang Melawan Hepatitis Autoimun

Sebagai peserta program JKN dan penerima PBI, Gibran kemudian mendapatkan akses pelayanan kesehatan untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialaminya.
Selasa, 9 Juni 2026 - 09:09 WIB
Siswa Sekolah Rakyat bernama Gibran yang berjuang melawan Hepatitis Autoimun.
Sumber :
  • BPJS Kesehatan

Jakarta, tvOnenews.com - Masa remaja seharusnya menjadi waktu untuk belajar, bermain, dan berjuang meraih cita-cita. Namun bagi Raditya Zhibran Setiawan (14), siswa kelas VII Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 27 Banjarnegara, menjadi masa yang penuh tantangan. Di tengah semangatnya menempuh pendidikan, ia harus berjuang melawan hepatitis autoimun, penyakit yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif.

Remaja yang akrab dipanggil Gibran ini mengaku awalnya sering merasakan tubuhnya mudah lelah dan tidak sekuat biasanya. Kondisi tersebut membuat aktivitas belajarnya terganggu. Sebagai seorang pelajar yang harus mengikuti kegiatan sekolah setiap hari, ia merasa kesulitan untuk berkonsentrasi ketika kondisi kesehatannya menurun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Waktu itu saya sering merasa lemas dan cepat capek. Saat belajar di sekolah juga rasanya tidak nyaman karena badan sering tidak fit,” ujarnya.

Melihat kondisi Gibran yang sering terlihat lemas dan kesulitan mengikuti kegiatan belajar, pihak sekolah segera mengambil langkah dengan membantu memeriksakan kondisi kesehatannya. Sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Gibran kemudian mendapatkan akses pelayanan kesehatan untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialaminya.

Pemeriksaan awal dilakukan di Puskesmas Banjarnegara II. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter merujuk Gibran ke RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan. Saat itu Gibran sempat menjalani rawat inap selama beberapa hari untuk mendapatkan observasi dan serangkaian pemeriksaan medis.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, dokter mendiagnosis Gibran mengalami hepatitis autoimun. Untuk memperoleh penanganan yang lebih komprehensif, dokter kemudian merujuknya ke RS dr. Sardjito Yogyakarta. Di rumah sakit tersebut Gibran menjalani tindakan operasi hati yang menjadi bagian dari upaya pemulihan kondisinya.

Bagi seorang siswa seusianya, menjalani pengobatan di rumah sakit tentu bukan hal yang mudah. Selain harus beradaptasi dengan proses perawatan, Gibran juga harus meninggalkan sementara aktivitas belajar bersama teman-temannya di sekolah.

“Saya takut tertinggal pelajaran karena harus sering kontrol dan menjalani perawatan. Tapi guru dan teman-teman memberikan dukungan sehingga saya tetap semangat untuk sembuh,” tuturnya.

Di tengah proses pengobatan yang panjang, Gibran mengaku mendapatkan banyak perhatian dari lingkungan sekolahnya. Meskipun sehari-hari tinggal di asrama sekolah dan jauh dari orang tua, ia merasakan kehadiran para guru dan teman-temannya sebagai sumber kekuatan selama menjalani masa-masa sulit. Ia juga bersyukur karena semua rangkaian pelayanan kesehatan yang ia butuhkan dapat diakses tanpa harus memikirkan biaya yang besar berkat adanya Program JKN. 

Kini kondisi Gibran berangsur membaik dan ia masih menjalani kontrol kesehatan secara rutin. Ia berharap dapat segera pulih sepenuhnya agar bisa kembali mengikuti kegiatan belajar dengan optimal dan mengejar cita-cita yang diimpikannya.

“Saya ingin cepat sembuh supaya bisa belajar dengan semangat lagi dan tidak sering izin sekolah. Saya mengucapkan terima kasih kepada tenaga kesehatan yang sudah merawat saya dan Program JKN yang membantu pengobatan saya,” ungkapnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menyampaikan bahwa perlindungan kesehatan bagi anak usia sekolah merupakan hal yang sangat penting. Menurutnya, kondisi kesehatan yang terjaga akan mendukung anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, termasuk dalam menempuh pendidikan.

“Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan perlindungan kesehatan yang memadai. Melalui Program JKN, peserta dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medisnya tanpa terkendala biaya, sehingga mereka dapat fokus pada proses pemulihan dan kembali melanjutkan aktivitas belajar,” jelasnya.

Kisah Gibran menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Melalui Program JKN, peserta bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, termasuk masyarakat prasejahtera yang didaftarkan sebagai peserta PBI oleh pemerintah.

“Kami berharap Gibran dapat segera pulih dan dapat mengikuti seluruh aktivitas pembelajaran di sekolah dengan baik. Semoga pengalaman yang dialaminya menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya memiliki perlindungan kesehatan melalui Program JKN,” tutupnya. (rpi)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Liga Voli Korea, Selasa 3 November: Megawati Hangestri Cs Main, IBK Altos Vs Hyundai Hillstate

Jadwal Liga Voli Korea, Selasa 3 November: Megawati Hangestri Cs Main, IBK Altos Vs Hyundai Hillstate

Jadwal Liga Voli Korea 2026-2027, di mana ada Megawati Hangestri dan kawan-kawan yang akan unjuk gigi saat Hyundai Hillstate melakoni laga tandang ke markas IBK Altos.
Kabar Duka, Prof. Yasir Nasution Mantan Rektor IAIN Sumatera Utara Meninggal Dunia

Kabar Duka, Prof. Yasir Nasution Mantan Rektor IAIN Sumatera Utara Meninggal Dunia

Prof. Dr. H.M. Yasir Nasution, mantan Rektor IAIN Sumatera Utara, meninggal dunia pada 2 November 2026.
Laporan ANW Naik Penyidikan, Begini Reaksi Pihak Betrand Peto

Laporan ANW Naik Penyidikan, Begini Reaksi Pihak Betrand Peto

Laporan ANW terhadap Betrand Peto naik ke tahap penyidikan. Kuasa hukum Timothy Reza menyambut baik perkembangan ini dan menyiapkan saksi meringankan
Gebrakan Rusia dan Ukraina: Lakukan Langkah Tak Terduga setelah Aplikasi Peringatan Darurat Kena Serangan Siber

Gebrakan Rusia dan Ukraina: Lakukan Langkah Tak Terduga setelah Aplikasi Peringatan Darurat Kena Serangan Siber

Rusia dan Ukraina sama-sama melaporkan adanya serangan siber menyasar aplikasi seluler peringatan darurat milik masing-masing negara pada Senin (2/11/2026).
Hafalkan Doa Rasulullah Ini Kata Ustaz Khalid Basalamah untuk Memohon Pertolongan Allah saat Kesulitan

Hafalkan Doa Rasulullah Ini Kata Ustaz Khalid Basalamah untuk Memohon Pertolongan Allah saat Kesulitan

Hafalkan doa Rasulullah ini kata Ustaz Khalid Basalamah, doa untuk memohon pertolongan Allah saat menghadapi kesulitan.
Jangan Sampai Ketinggalan Kereta, Berikut Jadwal KRL Rute Bogor-Jakarta Kota Hari Ini 3 November 2026

Jangan Sampai Ketinggalan Kereta, Berikut Jadwal KRL Rute Bogor-Jakarta Kota Hari Ini 3 November 2026

Pengguna KRL Red Line bisa mengecek jadwal KRL hari ini 3 November 2026 rute Bogor-Jakarta Kota agar tidak ketinggalan kereta. Melansir C-Access, berikut adalah jadwal KRL rute Bogor-Jakarta Kota hari ini.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
Selengkapnya

Viral