Korban Penipuan Travel Umrah Hanania Bertambah, 620 Orang Rugi Rp16 Miliar Lapor ke Polisi
- tvOnenews/AR Safira.
Jakarta, tvOnenews.com - Korban penipuan travel umrah Hanania terus bertambah. Kali ini, ratusan orang yang mengalami kerugian mencapai Rp16 miliar melaporkan ke Polda Metro Jaya, pada Rabu (17/6/2026)
Kuasa Hukum korban, Joddy Mulyasetya Putra mengatakan, korban yang melayangkan laporan pada hari ini merupakan gelombang ketiga.
“Gelombang ketiga hari ini kita sudah terdapat yang akan kita laporkan ke pihak kepolisian ke Polda itu kurang lebih 620 pax jadi korban. Jadi sekarang total ada tambahan lagi 620 di gelombang ketiga dengan nominal Rp16.768.745.000,“ kata Joddy, kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).
Lebih lanjut, Joddy mengungkapkan dari ratusan korban tersebut, empat di antaranya yakni korban penipuan haji ONH+. Korban salam hal ini telah menyerahkan uang ke travel Hanania, namun belum disetor ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
“Di sini tidak hanya umrah, tetapi juga ada yang kebetulan korban haji. Ini kurang lebih ada 4 pax yang korban haji. Dia sudah menabung, sudah menyerahkan uang kepada pihak Hanania. Namun dari pihak Hanania belum menyerahkan uang tersebut ke BPKH,” jelas Joddy.
Adapun dalam pelayangan laporan ini, pihaknya turut menyertakan barang bukti berupa formulir penyerahan bukti-bukti, Kartu Tanda Penduduk, Akta Lahir, KK, Paspor, print out screenshot bukti percakapan, transfer, pembayaran transfer ke Hanania, invoice, dan visa tang sudah diterbitkan.
Dalam kesempatan yang sama, Anny Rofi Sulistyani yang juga kuasa hukum korban menerangkan bahwa para korban penipuan haji ini sudah menyetorkan uang DP.
“Korban sudah menyetorkan uang DP tahap pertama yang diminta Hanania itu 5.000 USD. Setahu saya, seharusnya untuk antrean haji khusus itu cukup 4.000 USD ya ke BPKH. Nah, persoalannya ini, mungkin dananya belum disetorkan, jadi jemaah sudah bayar tapi belum dapat antrean nomor porsi, gitu,” ungkap Rofi.
“Karena kalau sudah dapat nomor porsi, seharusnya jemaah tetap bisa klaim karena antreannya tetap terdaftar di BPKH. Jadi ketika Hanania bermasalah, bisa dialihkan via travel lain. Nah, ini persoalannya dia belum dapat antrean nomor porsi,” sambungnya.
Load more