News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Deretan Kaki Tangan Jaringan Gembong Narkoba Fredy Pratama, Terbaru Ada Frans Antoni yang Diringkus Polisi

Penangkapan Frans Antoni oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menambah catatan kaki kanan gembong narkoba Fredy Pratama.
Jumat, 19 Juni 2026 - 18:56 WIB
Gembong jaringan narkoba internasional, Fredy Pratama & Anak buahnya, Frans Antoni
Sumber :
  • Kolase Humas Polri & Antara/Nadia Putri Rahmani

Jakarta, tvOnenews.com - Frans Antoni, buron Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengguncang publik. Keterlibatannya dalam jaringan gembong narkoba internasional, Fredy Pratama menjadi sasaran utama polisi.

Terkini, Frans Antoni ditangkap oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Penangkapan kaki kanan Fredy Pratama itu terjadi di Malaysia pada Kamis (18/6/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabar penangkapan Frans Antoni dibenarkan oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso pada Jumat (19/6/2026).

"Iya betul (Frans Antoni)," ujar Eko kepada awak media.

Eko berpendapat Frans sebentar lagi akan tiba di Jakarta setelah ditangkap di Malaysia. Anak buah Fredy Pratama itu diperkirakan sampai pada Jumat, 19 Juni 2026 sore hari.

Penangkapan Frans Antoni menambah catatan anak buah Fredy Pratama yang ditangkap oleh pihak Kepolisian. Berikut deretan kaki tangan gembong jaringan narkoba internasional yang dirangkum tvOnenews.com.

Daftar Kaki Tangan Fredy Pratama

Frans Antoni, anak buah terlibat jaringan gembong narkoba internasional, Fredy Pratama
Frans Antoni, anak buah terlibat jaringan gembong narkoba internasional, Fredy Pratama
Sumber :
  • Antara/Nadia Putri Rahmani

1. AKP Andri Gustami

AKP Andri Gustami pernah menggegerkan publik. Ia dikenal sebagai mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan yang dihukum mati.

Ia divonis mati oleh hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang karena terbukti secara sah bersalah. Ia dinyatakan memiliki keterlibatannya dalam jaringan narkoba internasional, Fredy Pratama.

Perannya Andri Gustami menjadi kurir spesial. Ia meloloskan total sekitar 150 kilogram sabu lewat Pelabuhan Bakauheni dan meraup upah fantastis sekitar Rp1,2 miliar hingga Rp2,2 miliar.

2. Rivaldo Miliandri alias KIF

Rivaldo Miliandri G Silondae alias KIF merupakan tangan kanan Fredy Pratama. Perannya memegang kendali peredaran narkoba yang tersebar di wilayah Indonesia lintas Sumatera-Jawa.

Adapun spesifikasi tugasnya memiliki keterlibatan dalam jaringan Fredy Pratama, di antaranya mengatur lalu lintas kurir, mengatur penginapan, serta mengawasi penyelundupan sabu dan ekstasi dengan jumlah yang besar.

Sejumlah wilayah yang terdeteksi diarahkan oelh Rivaldo, antara lain Medan, Aceh, Palembang, Riau, Lampung, Jakarta, Pulau Jawa, dan Sulawesi.

Rivaldo ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung bersama tim gabungan Bareskrim Polri. Ia diringkus di sebuah apartemen mewah miliknya di Johor Bahru, Malaysia pada 3 Juli 2023, sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

3. Adelia Putri Salma & Khadafi

Adelia Putri Salma, selebgram asal Palembang juga memiliki keterlibatan dalam jaringan Fredy. Ia ditangkap oleh Polda Sumatera Selatan.

Peran Adelia diduga menampung sekaligus melakukan pencucian uang. Adapun uang tersebut hasil perdagangan narkoba dilakukan suaminya, David alias Khadafi.

Sementara, Khadafi selaku suami Adelia divonis 20 tahun penjara serta denda Rp10 miliar dengan subsider 1 tahun penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Tanjung Karang. Ia dihukum akibat terbukti bersalah menjadi pengendali narkoba jaringan Fredy Pratama.

Adapun Adelia dijuluki sebagai "Ratu Narkoba Palembang". Ia dan Khadafi sebagai pasukan jaringan narkoba Fredy dengan jenis Sabu dan Ekstasi di wilayah Barat dan Timur, tepatnya Sumatera dan Sulawesi.

4. Zul Zivilia

Musisi Zul Zivilia dianggap sebagai kaki tangan Fredy Pratama. Polisi bahkan mengungkap sang musisi mengenal langsung dengan gembong narkoba jaringan internasional tersebut.

Zul Zivilia direkrut untuk mengedarkan sabu di wilayah Sulawesi Selatan dan telah berlangsung selama sekitar 6 bulan. Pria bernama asli Zulkifli itu kerap berkomunikasi dengan Fredy lewat BlackBerry Messenger (BBM).

Zul dijatuhi vonis hukuman 18 tahun penjara akibat kasus narkoba pada 2019. Vokalis Zivilia itu juga didenda sebesar Rp1 miliar pada akhir 2019.

Terkini, Zul Zivilia mendekam di Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Ia dikenal sebagai warga binaan yang produktif dan tetap masih berkarya lewat musik.

5. Inisial SA

SA ditangkap oleh polisi di Thailand. Motif penangkapan tersebut tak lepas karena menjadi bagian dari jaringan narkoba kelas kakap, Fredy Pratama.

Peran SA menjadi kurir. Selain itu, SA juga bertugas di bagian keuangan jaringan Fredy. Lewatnya, uang tunai untuk kebutuhan operasional berhasil memasuki wilayah Indonesia.

6. Inisial WJ

WJ berperan sebagai kaki tangan Fredy Pratama. Tugasnya menyebarkan narkoba ke wilayah timur Indonesia yang mencakup Sulawesi dan Kalimantan.

WJ ditangkap di Malaysia. Motifnya akibat menyelundupkan narkoba jenis Sabu dan Ekstasi lewat jalur darat yang perlintasannya di perbatasan Kalimantan dan Malaysia.

7. Nur Utami

Nur Utami merupakan istri dari Saru, pengendali narkoba yang bekerja sama dengan WJ di wilayah timur. Ia dikenal sebagai selebgram asal Makassar diduga menikmati dan menyamarkan uang dari hasil penjualan narkoba.

Nur Utamai pun ditetapkan sebagai tersangka akibat kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) sindikat narkoba kelas kakap, Fredy Pratama.

8. Frans Antoni

Kaki tangan Fredy Pratama yang ditangkap pihak Kepolisian, yakni Frans Antoni. Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengungkap perannya dalam jaringan Fredy.

Eko mengatakan, Frans Antoni mengelola keuangan yang tergabung dalam jaringan gembong narkoba internasional tersebut. Selain itu, ia juga menjadi pengendali lapangan.

"Dan pengendali operasional dari sindikat narkotika pimpinan Fredy Pratama," ungkap Eko.

Keuangan yang dikelola dari hasil kejahatan narkotika. Frans memanfaatkan money changer atau tempat penukaran uang ilegal sindikat internasional yang terletak di Indonesia, Thailand, dan Malaysia.

Frans menukarkan uang hasil kehatan tersebut, termasuk pecahan 1.000 dolar Singapura di beberapa tempat penukaran uang ilegal tersebar di Indonesia. Selepas itu, anak buah Fredy tersebut membawanya menuju Thailand.

"Untuk memudahkan penyeberangan uang ilegal, kelompok Frans Antoni juga menggunakan metode cryptocurrency," tambahnya.

Lanjut Eko, polisi mengidentifikasi bahwa Frans melakukan aktivitas ini menuju Thailand selama kurang lebih tujuh tahun. Adapun frekuensi rata-ratanya 2-3 kali per bulan.

"Total frekuensi pengangkutan mencapai sekitar 168 kali. Jadi, 168 kali berangkat dari Indonesia menuju ke Thailand dengan membawa uang tunai. Selama proses tersebut, minimal pengangkutannya adalah Rp1 miliar," bebernya.

Polisi juga menduat kuat Frans membantu Fredy Pratama. Tugasnya membantu peredaran narkoba di Indonesia yang masuk dari Thailand dan Malaysia lewat jalur laut dan darat secara ilegal.

"Setiap bulannya sindikat ini mampu menyelundupkan segala jenis narkoba dengan jumlah berkisar 100 sampai dengan 500 kilogram," katanya.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pasar Sambut Positif Supres Pencalonan Tunggal Destry Damayanti sebagai Gubernur BI

Pasar Sambut Positif Supres Pencalonan Tunggal Destry Damayanti sebagai Gubernur BI

Pelaku pasar merespons positif keputusan pemerintah yang mengajukan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada DPR RI.
Siap-siap Rezeki Melimpah, Inilah Nasib Keuangan Shio Ayam pada Tanggal 11 Agustus 2026

Siap-siap Rezeki Melimpah, Inilah Nasib Keuangan Shio Ayam pada Tanggal 11 Agustus 2026

Penasaran bagaimana peta peruntungan nasib beruntung dan risiko buntung keuangan Shio Ayam esok hari pada tanggal 11 Agustus 2026? Simak ramalan berikut ini.
Pemprov Jabar Kawal Pelaksanaan Program 3 Juta Rumah Agar Sejahterakan Rakyat

Pemprov Jabar Kawal Pelaksanaan Program 3 Juta Rumah Agar Sejahterakan Rakyat

Pemprov Jabar menegaskan bahwa Program 3 Juta Rumah harus mampu menghadirkan kesejahteraan melalui penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan.
Skala Timnas Indonesia Lebih Besar dari Piala AFF 2026, Jakarta dan Bandung Resmi Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Skala Timnas Indonesia Lebih Besar dari Piala AFF 2026, Jakarta dan Bandung Resmi Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

FIFA ASEAN Cup 2026 akan resmi digelar di Jakarta dan Bandung dengan menunjuk Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Stadion Si Jalak Harupat. 
Benarkah Banyak Makan Ubi Bikin Perut Penuh Gas Seperti Kata Mahasiswa Undip? Begini Penjelasan Ahli Gizi

Benarkah Banyak Makan Ubi Bikin Perut Penuh Gas Seperti Kata Mahasiswa Undip? Begini Penjelasan Ahli Gizi

Benarkah umbi-umbian bikin perut penuh gas seperti yang disebut mahasiswa baru Undip asal Alor, NTT Adriano Padama, kepada Mentan Andi Amran Sulaiman terkait ..
Mensesneg Ungkap 336 Ribu Orang Berebut 5.500 Undangan Upacara HUT RI di Istana, Kapasitas Ditambah 3.400

Mensesneg Ungkap 336 Ribu Orang Berebut 5.500 Undangan Upacara HUT RI di Istana, Kapasitas Ditambah 3.400

Antusiasme masyarakat untuk mengikuti langsung upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026 membeludak.

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Prabowo Resmi Kirim Nama Calon Gubernur BI ke DPR, Hanya Satu Nama: Destry Damayanti!

Prabowo Resmi Kirim Nama Calon Gubernur BI ke DPR, Hanya Satu Nama: Destry Damayanti!

Pemerintah hanya mengusulkan satu nama, yakni Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku mutilasi di Depok ternyata sempat berbicara hal menyeramkan soal pembunuhan ke temannya. 
Lupakan Kegagalan Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Punya Amunisi Baru untuk FIFA ASEAN Cup, Siapa?

Lupakan Kegagalan Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Punya Amunisi Baru untuk FIFA ASEAN Cup, Siapa?

Timnas Indonesia mendapat angin segar setelah melewati Piala AFF 2026 dengan hasil yang kurang. Kini, skuad Garuda bisa tampil gagah dengan kehadiran sosok ini.
Selengkapnya

Viral