News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Haris Rusly Moti sebut Kaum Serakahnomic Dibalik Narasi 1998 Redux

Pemrakarsa 98 Resolution Network dan mantan Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran Haris Rusly Moti menyebutkan, mereka kaum oligarki serakahnomic itu terobsesi
Rabu, 24 Juni 2026 - 00:02 WIB
Komandan Relawan TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024, Haris Rusly Moti.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Pemrakarsa 98 Resolution Network dan mantan Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran Haris Rusly Moti menyebutkan, bahwa mereka, kaum oligarki serakahnomic itu terobsesi untuk mengulangi mega-perampokan yang pernah mereka lakukan dengan menunggangi krisis moneter dan gerakan mahasiswa tahun 1998. 

“Krisis moneter tahun 1997 dan 1998 dengan koordinator lapangan George Soros dan pelaksana lapangannya perusahaan hedge fund atau fund manager yang berpusat di Singapura berhasil menggelar karpet merah mega perampokan terhadap keuangan dan kekayaan Indonesia,” jelas Haris.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Narasi atau tagar ‘1998 redux’, mengulangi 1998, tidak lahir secara buttom up dari gerakan sosial dan gerakan mahasiswa. Jika kita perhatikan di analitik, narasi 1998 redux diorkestrasi secara top down oleh oligarki serakahnomic melalui akun proxy media sosial,” lanjut Haris.

Haris mengingatkan kembali skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) sebagai mega-korupsi terbesar dalam sejarah Indonesia. Mega perampokan BLBI dan KLBI terjadi dengan menunggangi krisis moneter dan gerakan mahasiswa 1998. 

“Kerugian negara akibat perampokan tersebut mencapai ratusan triliun rupiah akibat penyalahgunaan dana talangan darurat dari Bank Indonesia. Negara tetangga kita, Singapura, kelimpahan duit segar BLBI yang diparkir para perampok di sana,” ujar Haris dengan nada geram.

“Jadi motivasi dibalik narasi 1998 redux dan sale Indonesia bukan untuk melakukan perubahan yang berpihak pada kepentingan negara dan rakyat. Kaum oligarki serakahnomic itu justru terobsesi menciptakan kembali situasi destabilisasi dan krisis multidimensi seperti tahun 1998 untuk melakukan perampokan terhadap kekayaan Indonesia,” jelas Haris yang merupakan eksponen gerakan mahasiswa tahun 1998 di UGM Yogyakarta.

Menurut Haris, Indonesia di tahun 1998 hingga era reformasi menurut analisa intelijen asing “there’s an empty space between China and Australia and that is Indonesia”. Negara Indonesia diibaratkan “the empty space” atau tanah kosong di antara China dan Australia. Indonesia era reformasi persis negeri tanpa sistem dan tanpa tuan. 

“Ketika situasi ekonomi dan politik kacau, hukum dan konstitusi tidak tegak, maka situasi tersebut ibarat ruang atau tanah kosong tanpa tuan yang memberi keleluasaan mereka melakukan perampok sesuka hati mereka", tegas Haris.

“Oleh karena itu, kami yakin tidak mungkin gerakan sosial dan gerakan mahasiswa yang murni mengangkat narasi Indonesia gelap, Indonesia bangkrut, Sale Indonesia, Kabur dari Indonesia, buang rupiah, 1998 redux serta Indonesia hancur total”, lanjut Haris.

Menurut Haris narasi atau tagar yang melecehkan negara Indonesia seperti itu bukan lahir dari “deep feeling” atau perasaan terdalam dari gerakan mahasiswa dan rakyat Indonesi. 

“Saya justru melihat tagar dan narasi tersebut sebagai cermin dari situasi terancam yang sedang dihadapi kaum oligarki serakahnomic nasional dan multi nasional”, ujar Haris yang merupakan pemrakarsa 98 Resolution Network. 

“Kenapa saya mengatakan demikian, karena sebetulnya yang terancam nasibnya gelap gulita dan bangkrut, bukan negara Indonesia, tapi kaum oligarki serakahnomic. Peluang mereka terkunci melalui menumpuk kekayaan yang bersumber dari perampokan terhadap keuangan negara dan SDA Indonesia”, ujar Haris.

Haris mengatakan bahwa kaum serakahnomic tersebut sangat dirugikan oleh langkah Presiden Prabowo menjalankan kembali pasal 33 UUD 1945 yang disertai pencegahan terhadap sumber kebocoran kekayaan negara, pemberantasan korupsi dan penyitaan uang dan asset hasil korupsi.

“Menurut saya yang mempunyai kemampuan untuk melakukan sale Indonesia, buang Rupiah dan kabur dari Indonesia adalah kaum oligarki serakahnomic yang punya kekayaan melimpah yang diperoleh dari perampokan terhadap sumber daya alam dan kekayaan Indonesia”, tegas Haris.

“Saya tidak yakin 99 persen rakyat Indonesia yang tidak pegang mata uang dolar mau melakukan sale Indonesia, buang Rupiah dan kabur dari Indonesia. Justru gerakan sosial dan gerakan mahasiswa lahir dari motivasi dasar untuk menyelamatkan Indonesia”, jelas Haris yang pernah menjadi Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran.

Haris menghimbau gerakan mahasiswa agar selain kritis pada tata kelola kebijakan Pemerintah, juga harus berhati-hati dan kritis terhadap narasi yang diproduksi oleh proxy medsos yang digerakin oleh kekuatan serakahnomic. 

“Kebijakan Presiden Prabowo mengembalikan kekayaan dan sumber daya alam untuk dikuasai oleh negara dan dikelola untuk kesejahteraan rakyat adalah perjuangan politik yang bernilai sangat tinggi. Kebijakan Presiden Prabowo tersebut sejalan dengan gerakan sosial sejak era Orde Baru yang melakukan advokasi terhadap persoalan tambang dan tanah rakyat”, ujar Haris.

Oleh karena itu, Haris mengajak partisipasi kritis gerakan mahasiswa dan gerakan sosial untuk bersatu mengembalikan kekayaan negara dan sumber daya alam yang dirampok oleh segelintir oligarki. (aag)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Atasi Kekeringan, Korsel Kerahkan Damkar dan Militer

Atasi Kekeringan, Korsel Kerahkan Damkar dan Militer

Kekeringan yang terjadi di Provinsi Gyeongsang Selatan, Korea Selatan, semakin parah. Guna mengatasi hal itu, truk tangki air pemadam kebakaran dan kendaraan militer dari seluruh penjuru negeri dikerahkan.
Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ungkap logam mulia 1,3 kilogram dan uang tunai Rp100 juta didapatkan dari penggeledahan di salah satu rumah pegawai pajak yang berada di Malang.
Putin Berkunjung ke Pulau Etorofu, Jepang Protes Keras

Putin Berkunjung ke Pulau Etorofu, Jepang Protes Keras

Kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Pulau Etorofu, Kamis, memicu reaksi keras dari Tokyo. Pasalnya, pulau itu juga diklaim Jepang terkait dengan posisi pulau-pulau tersebut yang berada di lepas pantai Pulau Hokkaido, Jepang.
Akui Kerusuhan Kerap Terjadi di Titik Penting Indonesia, Presiden Prabowo Ingatkan Rakyat Soal Ini

Akui Kerusuhan Kerap Terjadi di Titik Penting Indonesia, Presiden Prabowo Ingatkan Rakyat Soal Ini

Presiden RI, Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar tidak lengah membaca sejarah tentang berbagai tantangan yang pernah dihadapi Indonesia sejak meraih kemerdekaan.
Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.
Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.

Trending

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Minat masyarakat Indonesia untuk mengikuti ajang lari internasional terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi mengenang masa ketika ia mulai memberikan hadiah untuk dirinya sendiri sebagai hasil dari kerja keras selama bertahun-tahun.
KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pengelola wimas atlet, Pademangan, Jakarta Barat terkaiit kasus suap importasi di Ditjen Bea dan Cukai.
BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara juga turut menyita aset milik Gembong Narkoba berinisial MR alias Bos Gendut di Kampung Bahari.
Mendes Yandri Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Bareskrim Polri, Ini Alasannya

Mendes Yandri Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Bareskrim Polri, Ini Alasannya

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melayangkan laporan terhadap 73 akun media sosial ke Bareskrim Polri, pada Kamis (13/8/2026), terkait pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
Lisa Mariana Ngamuk Namanya Dikaitkan Lagi dengan Ridwan Kamil, Singgung Dugaan Upaya Pembungkaman

Lisa Mariana Ngamuk Namanya Dikaitkan Lagi dengan Ridwan Kamil, Singgung Dugaan Upaya Pembungkaman

Lisa Mariana bereaksi keras karena namanya kembali dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi yang sempat menyeret mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Walau Patrick Kluivert Didukung Legenda Dampingi Xavi Hernandez, KNVB Buka Peluang Nama Lain Sebagai Asisten Pelatih Timnas Belanda

Walau Patrick Kluivert Didukung Legenda Dampingi Xavi Hernandez, KNVB Buka Peluang Nama Lain Sebagai Asisten Pelatih Timnas Belanda

Kejutan besar datang dari susunan staf kepelatihannya, di mana nama Patrick Kluivert sempat digadang-gadang kuat mendampingi Xavi Hernandez di Timnas Belanda.
Selengkapnya

Viral