Tega, Alumni Universitas Islam Madinah Bikin Puluhan Wali Murid Menangis Kehilangan Uang Ratusan Juta per Orang: Dugaan Penipuan MAAC, Kursus Bahasa Arab dan Umrah
- Gemini Generated AI
Â
Â
tvOnenews.com – Puluhan korban dugaan penipuan yang dilakukan entitas kursus bahasa Arab Mecca Al Arabiya Course (MAAC) yang beraung di bawah PT Meka Karya Indonesia mulai kompak bersuara hingga membuka posko pengaduan mandiri.
Founder sekaligus pimpinan tertinggi MAAC Muhammad Zulfikar Danopa yang merupakan alumnus Universitas Islam Madinah (UIM), diduga kuat membawa kabur dana milik para jemaah hingga menyentuh angka miliaran rupiah.
Modus operandi yang dilancarkan oleh MAAC terbilang sangat rapi. Memanfaatkan platform Instagram melalui akun @course.official (kini bersalin nama menjadi @maacourse.official), mereka menawarkan Program Intensif Daurah Pembelajaran Bahasa Arab langsung di Universitas Islam Madinah dan Universitas Ummul Qura yang dipadukan dengan ibadah umrah.Â
- tvOnenews - Gigih Wahyuningsih
Promosi gencar ditambah status keagamaan pelaku sebagai alumnus Timur Tengah terbukti ampuh memikat ratusan peserta.
Namun janji suci memperdalam ilmu agama di Tanah Suci itu berakhir pelik. Hingga tenggat waktu keberangkatan, visa tak kunjung terbit dan tiket pesawat tidak pernah diberikan.Â
Uang yang telah disetorkan justru ditahan tanpa kejelasan, sementara peserta hanya disodori janji refund bergulir tanpa realisasi pasti.
Berdasarkan data posko pengaduan mandiri, sedikitnya sudah ada 21 orang dari berbagai wilayah di Indonesia—mulai dari Jakarta, Tangerang, Malang, Surabaya, Padang, Kalimantan Selatan, Riau, hingga Aceh—yang resmi mengonsolidasikan bukti dengan total kerugian mencapai Rp1,6 miliar.Â
Angka ini diprediksi akan terus membengkak hingga total Rp2 miliar seiring makin banyaknya korban yang berani melapor.
Janji Manasik di Hotel Ternyata 'Scam'
- tvOne - hentty
Korban Ani (bukan nama sebenarnya) menceritakan kronologi memilukan yang dialaminya secara langsung kepada tvOnenews.com, Kamis (25/6/2026).
Awalnya, ia mendaftarkan anak-anaknya untuk program daurah keberangkatan 1 Juli 2025 dengan total biaya Rp147 juta untuk 3 paket.
"Awalnya mereka responsif, tetapi lama-kelamaan komunikasi diabaikan. Kami mulai curiga karena tidak ada grup koordinasi jemaah dan visa tak kunjung keluar. Tepat tanggal 27 Juni, Ustadzah Rizqon (adik Zulfikar) dan Zulfikar menelepon membatalkan keberangkatan sepihak dengan alasan kuota lembaga bahasa di UIM tidak terpenuhi dan alasan adanya perang," ungkap Ani.
Load more