News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cerita Awal Mula Penyekapan 3 Karyawan Percetakan di Senen, Kuasa Hukum: Minum Air Keran

Terungkap cerita awal mula penyekapan 3 karyawan percetakan di Senen, Jakarta Pusat. Hal ini diungkap Kuasa Hukum korban Fetrus kepada awak media, pada Minggu
Minggu, 28 Juni 2026 - 17:15 WIB
Kaki Diborgol dan Dirantai, 3 Pekerja di Jakpus Disekap 3 Pekan!
Sumber :
  • Instagram @makassarvirals

Jakarta, tvOnenews.com - Terungkap cerita awal mula penyekapan 3 karyawan percetakan di Senen, Jakarta Pusat. Hal ini diungkap Kuasa Hukum korban Fetrus kepada awak media, pada Minggu (28/6/2026).

Fetrus ceritakan, awal mula ketiga kliennya disekap hingga akhirnya berhasil dievakuasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lanjut ia ceritakan, bahwa persoalan bermula ketika salah satu korban, Tegar Saputra, dituduh mencuri limbah atau barang bekas cetakan dari perusahaan. 

Ia katakan, dugaan pencurian tersebut hanya melibatkan Tegar, sedangkan dua korban lainnya, Aditya Saputra dan Muhamad Rafli Jaelani, hanya berstatus kurir dan tidak mengetahui persoalan tersebut.

"Kalau ini kan masih dugaan tindak pidana pencurian. Kenapa dikatakan dugaan tindak pidana pencurian? Dan dugaan tindak pidana pencurian itu hanya dilakukan oleh Tegar. Kalau yang lain itu tidak mengetahui karena dia sebagai kurir mengantar saja, atas perintah, kan lain divisi. Ndak tahu apa-apa dan itu pernyataan dari Tegar sendiri," cerita Fetrus.

Bahkan ia ceritakan terkait pengakuan Tegar, nilai barang yang diambil tidak sampai Rp 5 juta. Barang yang dijual merupakan limbah cetakan yang selama ini, menurut korban, biasa menjadi hak pekerja di divisinya.

"Nilai kerugian kalaupun dikalkulasikan, itu enggak sampai Rp 5 juta, di bawah Rp 5 juta. Di bawah Rp 5 juta," kata Fetrus.

"Kalaupun barang barang itu dijual misalnya, limbah, itu limbah itu haknya divisi ya. Jadi dia itu ibaratnya ngambil tuh punya hak kawannya sebetulnya. Kalaupun dijual dia itu dapat mendapatkan hak itu juga," lanjutnya.

Namun, kata dia, pihak perusahaan kemudian menghitung sendiri dugaan kerugian hingga mencapai Rp 230 juta berdasarkan akumulasi nota pesanan sejak 2024 hingga 2026.

"Tapi oleh tekanan pihak mereka karena dipukulin sampai berdarah-darah itu, dia mengaku setinggi-tingginya, dikalikan nilai hitungan di tahun 2024 sampai 2026. Jadi misal, misalnya nota orang pesan barang itu di tahun 2024 sampai 2026 itu dijadikan satu. Nah itulah nilai mencapai Rp 230 juta," ucap Fetrus.

Menurut Fetrus, Aditya dan Rafli ikut dimintai pertanggungjawaban karena pernah mengantarkan barang atas perintah Tegar sebagai kurir. Keduanya juga disebut pernah menerima uang sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu sebagai ongkos mengantar.

"Dia pernah dikasih Rp 50 ribu, pernah dikasih Rp 100 ribu. Jadi karena pernah menerima uang dari si Tegar ini," jelasnya.

Akibatnya, ketiga korban diminta mengganti kerugian secara bersama-sama. Awalnya mereka diminta membayar Rp 230 juta, sebelum akhirnya nominal tersebut diturunkan menjadi Rp 50 juta untuk masing-masing korban.

Fetrus mengatakan, keluarga Aditya bahkan telah mentransfer Rp 50 juta kepada seorang karyawan pada Sabtu (20/6) atas perintah pemilik perusahaan. Uang itu diserahkan setelah ada janji bahwa korban akan dibebaskan.

"Jadi, setelah dikirim ini kan janji tanggal 20 itu dibebaskan. Nah, masih nggak puas mereka. Katanya nggak bisa, Bapak harus tambah lagi Rp 100 juta. Ini satu paket karena yang lain belum bayar, berarti tambah dulu, mau bebas sama-sama bebas," ujar Fetrus.

Menurut Fetrus, keluarga kemudian meminta bantuan kepada tim kuasa hukum. Pada Jumat (26/6), bersama aparat kepolisian, mereka mendatangi lokasi percetakan untuk mencari korban.

Awalnya, kata dia, tim hanya mengetahui keberadaan satu korban. Namun, setelah menyusuri bangunan, mereka menemukan ketiga korban disekap di lokasi berbeda.

"Kami tahu satu saja, bukan tiga. Korbannya itu Aditya. Ternyata si Saiful yang ke ibu-ibuan itu menyampaikan, 'ada yang lain enggak' kata kita, 'ada Pak' katanya. 'Di mana?' 'Di atas' katanya. Nah, maka kami lihat, loh ada juga ternyata dua orang yang disekap itu, yang dirantai itu," katanya.

Selain itu, menurut keterangan korban, selama tiga hari, mereka tidak diberi makan dan minum sehingga hanya mengandalkan air keran untuk bertahan hidup.

"Dan tiga 3 hari itu tidak diberi makan mereka, tidak diberi makan tidak diberi minum. Minum air keran," jelas Fetrus.

Polisi telah menangkap dua orang terduga pelaku penyekapan itu Kasus ini viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan para korban dalam kondisi kaki diborgol, dirantai, dan diikat menggunakan tali baja di dalam gudang percetakan.

Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro mengatakan, dua terduga pelaku yang telah diamankan yakni Arief Iswahyudi dan Sabarudin.

“Pada hari dan tanggal tersebut di atas, padal dan piket Reskrim mendapatkan informasi adanya penyekapan terhadap korban di Percetakan Mau Print Jl. Kalibaru timur No.182 Rt.3/2 kel . Bungur kec.Senen Jakarta Pusat,” jelas Widodo, Minggu (28/6/2026).

Namun, polisi belum menjelaskan lebih lanjut mengenai status hukum kedua orang yang diamankan tersebut. (aag)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Semua Butuh Proses, Ketum PB Akuatik Anindya Bakrie Dukung Kebijakan Anggaran Pelatnas

Semua Butuh Proses, Ketum PB Akuatik Anindya Bakrie Dukung Kebijakan Anggaran Pelatnas

Diinisiasi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dan didorong oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kebijakan tersebut menjadi fondasi penting untuk mencetak atlet Indonesia yang mampu bersaing dan berprestasi di level dunia
LOONEE Siap-siap! Jung Ilhon Beri Bocoran Konser di Jakarta hingga Rilis Lagu Baru: Rencananya Musim Gugur

LOONEE Siap-siap! Jung Ilhon Beri Bocoran Konser di Jakarta hingga Rilis Lagu Baru: Rencananya Musim Gugur

Belum lama merilis single bertajuk "Glory", solois asal Korea Selatan, Jung Ilhoon sudah beri bocoran tentang konser di Indonesia hingga perilisan lagu baru.
Bak Bumi dan Langit dengan Wakil Asia, 9 dari 10 Tim Afrika Lolos Babak Knock Out Piala Dunia 2026

Bak Bumi dan Langit dengan Wakil Asia, 9 dari 10 Tim Afrika Lolos Babak Knock Out Piala Dunia 2026

Sebanyak sembilan dari 10 tim Afrika berhasil lolos ke babak knock out Piala Dunia 2026, baik berstatus juara, runner up maupun peringkat ketiga terbaik grup. 
Bocah 4 Tahun Terperosok ke Lubang Proyek Manggarai, Evakuasi Pakai Dua Ekskavator Berlangsung Hingga Subuh

Bocah 4 Tahun Terperosok ke Lubang Proyek Manggarai, Evakuasi Pakai Dua Ekskavator Berlangsung Hingga Subuh

Seorang bocah laki-laki berinisial I (4) berhasil dievakuasi setelah terjebak selama kurang lebih empat jam di dalam lubang proyek pembangunan di kawasan Manggarai.
Hari Kanker Ginjal Sedunia, Dokter Soroti Tren Kasus yang Terus Meningkat

Hari Kanker Ginjal Sedunia, Dokter Soroti Tren Kasus yang Terus Meningkat

Peringatan Hari Kanker Ginjal Sedunia yang jatuh setiap Kamis ketiga bulan Juni menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat, PB SEMMI Apresiasi Profesionalisme dan Reformasi Kelembagaan

Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat, PB SEMMI Apresiasi Profesionalisme dan Reformasi Kelembagaan

Sejumlah pihak mengapresiasi meningkatnya kepercayaan publik terhadap kinerja Polri di bawah komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang mencapai 82,4 persen berdasarkan survei Litbang Kompas.

Trending

Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Pelatih Iran Desak FIFA Soal Kelakuan Tak Adil AS sebagai Tuan Rumah ‎

Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Pelatih Iran Desak FIFA Soal Kelakuan Tak Adil AS sebagai Tuan Rumah ‎

Menurut Amir Ghalenoei, Iran harus menghadapi berbagai kendala yang dinilai tidak wajar selama mengikuti Piala Dunia 2026.
Kakak Yuvita Tolak Permintaan Maaf Taufik Hidayat: Biar Saya yang Menghakimi

Kakak Yuvita Tolak Permintaan Maaf Taufik Hidayat: Biar Saya yang Menghakimi

Kakak kandung Yuvita Tri Rezeki atau YTR, Afif Shandi, tegas tolak permintaan maaf Taufik Hidayat dan minta pelaku diserahkan ke keluarga untuk dihakimi sendiri
Ramalan Keuangan Zodiak 29 Juni 2026: Keberuntungan Menanti Virgo dan Scorpio

Ramalan Keuangan Zodiak 29 Juni 2026: Keberuntungan Menanti Virgo dan Scorpio

Ramalan keuangan zodiak 29 Juni 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan 12 zodiak. Pekan terakhir Juni dimulai, siapa yang langsung cuan kali ini?
Ramalan Keuangan Shio 29 Juni 2026: Awal Pekan Penuh Kejutan, Babi dan Naga Kebanjiran Rezeki

Ramalan Keuangan Shio 29 Juni 2026: Awal Pekan Penuh Kejutan, Babi dan Naga Kebanjiran Rezeki

Ramalan keuangan shio 29 Juni 2026 untuk 12 shio sudah hadir. Cek shiomu sekarang, siapa yang langsung kebanjiran rezeki di awal pekan dan siapa yang harus sabar dulu!
Siap-Siap Karier Melejit! 6 Zodiak Ini Diprediksi Panen Kesuksesan pada 29 Juni 2026: Virgo Banjir Apresiasi

Siap-Siap Karier Melejit! 6 Zodiak Ini Diprediksi Panen Kesuksesan pada 29 Juni 2026: Virgo Banjir Apresiasi

Pada 29 Juni 2026, sejumlah zodiak diperkirakan akan merasakan angin segar dalam perjalanan karier mereka. Berikut 6 zodiak paling beruntung di tempat kerja.
Hasil Tinju Dunia: Hantam Xander Zayas Sampai TKO, Jaron Ennis Rebut Gelar Juara Kelas Welter Super WBA dan WBO

Hasil Tinju Dunia: Hantam Xander Zayas Sampai TKO, Jaron Ennis Rebut Gelar Juara Kelas Welter Super WBA dan WBO

Hasil tinju dunia, di mana Jaron Ennis berhasil meraih gelar juara usai mengalahkan Xander Zayas melalui pertarungan selama tujuh ronde yang berlangsung seru dan ketat.
Cristiano Ronaldo Cs Sengaja Main Sabun Demi Hindari Jalur Neraka? Teori Konspirasi Hasil Imbang Portugal vs Kolombia Bikin Heboh Jagat Maya

Cristiano Ronaldo Cs Sengaja Main Sabun Demi Hindari Jalur Neraka? Teori Konspirasi Hasil Imbang Portugal vs Kolombia Bikin Heboh Jagat Maya

Cristiano Ronaldo CS main sabun? Jagat media sosial mendadak gempar jelang dan sesudah laga pamungkas Grup K Piala Dunia 2026 antara Portugal kontra Kolombia -
Selengkapnya

Viral