Soroti Kasus Kematian Dokter Icha, Ketua Konsil Kesehatan Indonesia Bicara Perlindungan Nakes: Sekuritinya Mana?
- tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Konsil Kesehatan Indonesia, drg. Arianti Anaya menyoroti kasus kematian tragis dialami dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha.
Arianti cukup prihatin atas tewasnya Dokter Icha. Dokter muda tersebut ditemukan meninggal dunia diduga setelah mengakhiri hidupnya akibat dugaan intimidasi dari tiga anggota DPRD TTU, NTT.
Dari kasus kematian Dokter Icha, Arianti pun membicarakan perlindungan bagi tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis. Sebab, peran mereka memiliki tekanan kerja yang tinggi.
"Satu sisi mereka harus menghadapi pasien-pasien yang sering kali dalam kondisi kritis. Di sisi lain, mereka juga harus terus mematuhi standar profesi, dan juga etik mereka yang harus dijaga," ujarnya dalam program Apa Kabar Indonesia Malam tvOne, Rabu (1/7/2026).
Lanjut Arianti, tak sedikit dari pihak keluarga pasien menuntut lebih terhadap dokter dan tenaga medis atau nakes lainnya. Bagian ini tentu menjadi bagian tekanan dihadapi mereka.
"Ini menjadi evaluasi bagi kita semua. Karena begini, di samping tugas yang harus mereka lakukan, kita juga harus melakukan perlindungan," katanya.
Kenapa Perlindungan terhadap Nakes Sangat Penting?
- tvOneNews
Ia menyampaikan alasan pentingnya perlindungan. Hal ini meliputi beberapa aspek. Bagian pertama menyangkut pada beban kerja yang dilakukan oleh nakes.
Sering kali mental dan kejiwaan nakes bermasalah. Biasanya hal ini disebabkan beberapa hal, seperti beban kerja hingga aspek yang dapat menyebabkan psikologis mereka terganggu.
"Kalau beban kerja terlalu tinggi, terlalu besar, ini juga akan mengganggu bukan hanya fisiknya dia, tetapi mentalnya, psikologisnya itu juga akan terganggu," tuturnya.
Aspek kedua menyangkut pada perlindungan hukum. Mereka mempunyai hak di bagian ini sebagaimana diatur dalam Pasal 273 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
"Apakah mereka juga memang sudah dilindungi dengan baik dan dengan faskes-faskesnya? Ketika mereka melayani, apakah penjagaan itu ketat?," tanya dia.
Ia mengambil contoh dari kasus kematian Dokter Icha. Penyebab dokter muda tersebut mengakhiri hidupnya diduga akibat diintimidasi tiga oknum anggota DPRD TTU.
Awal mulanya terjadi dalam peristiwa di IGD RS Leona Kefamenanu, Sabtu (13/6/2026). Kala itu dr Icha sebagai dokter jaga yang bertugas menangani seorang pasien anak korban bisa gigitan ular.
Ketegangan terjadi saat dua pria mengaku sebagai anggota DPRD TTU. Berdasarkan klarifikasinya, mereka tidak membantah telah menggunakan nada tinggi dengan dalih protes terkait layanan diberikan dr Icha.
Peristiwa itu diduga berlanjut dengan motif ancaman. Hal ini mendorong Dokter Icha diduga bunuh diri yang jenazahnya ditemukan di kediaman orang tuanya.
Arianti menyoroti peristiwa saat terjadi di RS Leona. Perlindungan sederhana berawal dari peran sekuriti yang bertugas di rumah sakit.
"Misalnya kita lihat dan mempertanyakan itu sekuriti di mana? Ketika ada keributan di mana itu? Kan dia harus dibantu. Inilah yang tentunya menjadi hal harus disusun atau evaluasi kembali demi melindungi para dokter dan nakes," sentil dia.
Oleh karena itu, peran pemerintah sangat penting dalam menguatkan aturan tentang perlindungan terhadap nakes dan tenga medis. Tujuannya menciptakan ruang aman bagi mereka saat menangani orang sakit.
(hap)
Load more