Siapa Pelaku Bullying dalam Kasus Santri Terbakar di Ponpes Lombok Tengah? Identitasnya Mengejutkan
- Kolase tvOne/Abdul Rohim & ChatGPT
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus tiga santri terbakar diduga oleh senior di pondok pesantren (ponpes) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin terang benderang. Terbaru, polisi melalui Polres Lombok Tengah telah menetapkan dua orang sebagai tersangka.
Kabar dua orang menjadi tersangka kasus tiga santri terbakar di Ponpes Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy disampaikan oleh Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid dalam konferensi pers di Polresta Lombok Tengah, Kamis (9/7/2026).
Dua orang yang menjadi tersangka yakni teman korban berinisial MR (15) dan pimpinan ponpes inisial AMR (55). Penetapan ini membuat kuasa hukum tiga santri sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram, Joko Jumadi berbagi pendapatnya.
Joko mengatakan, keputusan polisi menetapkan dua tersangka pembakaran telah tepat. Selain dalam peristiwa pembakaran, korban juga mendapat tindakan dugaan perundungan atau bullying.
"Kalau dalam kasus ini, kami melihat para tersangka hanya dua ini aja, sedangkan ada satu lagi sebenarnya berkaitan dengan bullying, tetapi itu dalam peristiwa yang berbeda," ujar Joko saat dihubungi tvOne, Jumat (10/7/2026).
Identitas Pelaku Bullying dalam Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah
- Instagram/@senjajaya
Ia tidak membantah ada dua peristiwa yang berbeda. Dalam kasus pembakaran, hal itu terjadi di sebuah ruangan ponpes pada 13 Desember 2025.
Sebelum itu, korban mengalami riwayat bullying. Kala itu, seorang santri mengaku telah dirundung oleh dua orang.
Tambah Joko, identitas dua orang tersebut merupakan santri di ponpes. Peristiwa itu membuat korban mengadu kepada pimpinan pesantren.
Aduan tersebut didengar oleh terduga pelaku. Korban merasa ketakutan lantaran adanya ancaman akan dibakar.
Ia mengungkap inisial dua pelaku bullying terhadap para korban. Kata dia, salah satu di antaranya telah menjadi tersangka, yakni berinisial MR.
"Memang sebelumnya ada riwayat bahwa anak-anak korban ini menjadi korban bullying oleh dua orang, yaitu inisial YR dan MR," tuturnya.
Terkait identitas YR, berdasarkan dari keterangan para korban hingga saksi, sosok tersebut dikenal cukup berpengaruh di ponpes tersebut.
"Inisial YR itu diduga adalah anak dari pimpinan pondok pesantren," imbuhnya.
Load more