GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penyebab Utama KPK Belum Ambil Alih 3 Kasus Korupsi Besar yang Menyeret Febrie Adriansyah

Baru-baru ini KPK angkat bicara terkait penyebab utama lembaga antirasuah itu belum mengambil alih penanganan 3 perkara dugaan korupsi besar, yakni batu bara
Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:28 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara terkait penyebab utama lembaga antirasuah itu belum mengambil alih penanganan tiga perkara dugaan korupsi besar, yakni pengadaan batu bara PLTU, Asabri, dan Krakatau Steel yang menyerat nama mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah.

Seperti diketahui, saat ini kasus itu disidik penyidik gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam hal ini, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Irjen Pol Asep Guntur Rahayu jelaskan, bahwa proses hukum di kepolisian saat ini masih berada pada tahap awal. 

"KPK tidak bisa serta-merta mengambil alih penanganan sebuah perkara tanpa melewati prosedur administrasi dan hukum yang berlaku," kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2026). 

KPK sebelumnya juga merespons undangan resmi dari Polda Metro Jaya pada Jumat (10/7/2026) pagi membahas koordinasi dan supervisi perkara tersebut dengan mengutus Asep bersama Deputi Koordinasi dan Supervisi (Korsup) KPK Ely Kusumastuti.

Asep menjelaskan bahwa undang-undang mengatur tahapan yang jelas jika KPK ingin mengambil alih sebuah kasus dari aparat penegak hukum lain. 

Deputi Korsup Ely Kusumastuti juga telah memaparkan kepada penyidik kepolisian bahwa KPK harus menempuh jalur komunikasi, koordinasi, dan supervisi terlebih dahulu sebelum memutuskan langkah pengambilalihan. 

Aturan ini merujuk pada kewenangan KPK dalam Pasal 10A Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019.

KPK baru bisa mengambil alih kasus jika polisi memenuhi kriteria tertentu, seperti laporan masyarakat tidak mendapat tindak lanjut, penanganan perkara tertunda tanpa alasan, penanganan bertujuan melindungi pelaku sebenarnya, atau ada campur tangan kekuasaan dari pihak eksekutif, yudikatif, maupun legislatif. 

Lembaga antirasuah ini menolak membangun asumsi negatif terhadap kinerja kepolisian yang saat ini tengah mengusut kasus bernilai fantastis tersebut.

"Jadi tidak bisa misalkan kita dengan asumsi sendiri misalkan tadi ya, kita berasumsi bahwa 'Wah ini enggak mungkinlah, pasti perkaranya macet' dan lain-lain 'pasti bisa', itu kan asumsi. Nah, kita harus menghargai seluruh upaya yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dalam melaksanakan penegakan hukum tindak pidana korupsi," ucap Asep Guntur.

KPK kata dia, meyakini bahwa Polri maupun kejaksaan akan melaksanakan tugasnya secara profesional sehingga penegakan hukum akan berjalan dengan baik dan lancar.

Kemudian, saat disinggung mengapa batal tampil di konferensi pers Polri. Seperti diketahui, panitia polisi awalnya menyiapkan label nama Asep Guntur dan Ely Kusumastuti di meja konferensi pers bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dan jajaran kepolisian lainnya. 

Namun, dua pejabat tinggi KPK tersebut batal hadir meski barang bukti sitaan sudah polisi pamerkan.

Asep jelaskan, bahwa pihaknya sudah berdiskusi panjang dengan penyidik kepolisian sebelum acara rilis media bermula. 

Setelah KPK memberikan penjelasan mendetail mengenai posisi koordinasi dan supervisi secara langsung kepada para penyidik, mereka merasa tidak perlu lagi mengulang penjelasan yang sama di hadapan publik lewat sorotan kamera.

"Setelah berdiskusi, rupa-rupanya mungkin tidak perlu lagi penjelasan kami disampaikan melalui konferensi pers. Cukup dijelaskan kepada penyidik yang ada di sana sehingga pada saat konpers kami tidak lagi perlu menjelaskan hal itu. Demikian kenapa label nama di awal ada kemudian enggak ada," ucap Asep.

Sementara itu, polisi terus mengembangkan penyidikan atas dugaan suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) ini. 

Penyidik mengamankan barang bukti berupa 74 kilogram emas batangan dan uang tunai jutaan dolar Amerika serta Singapura dari 13 lokasi, termasuk rumah mewah di kawasan Sentul milik milik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah. 

Polri berjanji akan mengumumkan status tersangka dalam waktu dekat seiring dengan langkah Febrie Adriansyah yang telah resmi mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada Sabtu dini hari, 11 Juli 2026. (aag)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Korupsi Makan dan Minum Damkar Sungai Penuh Capai Rp1,37 Miliar, Kejari Tetapkan Dua Tersangka

Korupsi Makan dan Minum Damkar Sungai Penuh Capai Rp1,37 Miliar, Kejari Tetapkan Dua Tersangka

Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi Damkar Sungai Penuh. Penyidik juga langsung menahan
Gerakan Pemuda Islam Ajak Warga Tak Terprovokasi Aksi Demo

Gerakan Pemuda Islam Ajak Warga Tak Terprovokasi Aksi Demo

Kelompok pemuda mengatasnamakan Gerakan Pemuda Islam (GPI) mendeklarasikan sikap menjelang unjuk rasa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan gedung MPR
‎PSSI Bantah Kabar Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026, Isu Rizky Ridho Dicoret Hoaks

‎PSSI Bantah Kabar Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026, Isu Rizky Ridho Dicoret Hoaks

‎PSSI memastikan daftar skuad FIFA ASEAN Cup 2026 tersebut bukan berasal dari federasi maupun tim kepelatihan Timnas Indonesia.
Jelang Muktamar NU ke-35, Forum Ulama Nahdliyin Gelar Halaqah dan Soroti Kepemimpinan PBNU

Jelang Muktamar NU ke-35, Forum Ulama Nahdliyin Gelar Halaqah dan Soroti Kepemimpinan PBNU

Forum tersebut dihadiri ratusan kiai pengasuh pesantren, tokoh NU, pengurus badan otonom serta warga Nahdliyin menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
Gagalkan Remontada Thailand, Vietnam Back to Back Juara Piala AFF 2026

Gagalkan Remontada Thailand, Vietnam Back to Back Juara Piala AFF 2026

Vietnam sukses mempertahankan gelar Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 2-2 melawan Thailand pada leg kedua final di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Rabu (26/8/2026). 
Camat Lamba Leda Utara Klarifikasi Video Memarahi Petugas BNPB di Lokasi Bencana Gempa Bumi NTT

Camat Lamba Leda Utara Klarifikasi Video Memarahi Petugas BNPB di Lokasi Bencana Gempa Bumi NTT

Camat Lamba Leda Utara, Agus Supratman sempat viral terkait videonya yang memarahi petugas BNPB terkait bencana gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Trending

Pedagang Cimin Diduga Cabuli Tujuh Anak di Cirebon, Modus Ingin Timbang Berat Badan Anak

Pedagang Cimin Diduga Cabuli Tujuh Anak di Cirebon, Modus Ingin Timbang Berat Badan Anak

Seorang pedagang cimin di Cirebon berinisial US (45) diduga melakukan perbuatan cabul terhadap sedikitnya tujuh anak perempuan berusia 6–9 tahun.
Kemerdekaan Sejati Tak Cukup Berdiri Sendiri, Syarikat Islam Dorong Kemandirian Ekonomi Umat

Kemerdekaan Sejati Tak Cukup Berdiri Sendiri, Syarikat Islam Dorong Kemandirian Ekonomi Umat

Syarikat Islam menilai kemerdekaan sejati harus dibuktikan melalui kemandirian ekonomi. Umat didorong menjadi pelaku produksi untuk memperkuat Indonesia.
Gerai Samsat Keliling Tersedia di 14 Lokasi Jadetabek Pada Rabu

Gerai Samsat Keliling Tersedia di 14 Lokasi Jadetabek Pada Rabu

Polda Metro Jaya menyediakan layanan Samsat Keliling untuk membantu para wajib pajak dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek), Rabu. 
AS Ancam China soal Kerja Sama Ekonomi dengan Iran, China: Jangan Ganggu!

AS Ancam China soal Kerja Sama Ekonomi dengan Iran, China: Jangan Ganggu!

Pemerintah China tak ingin hubungan kerja samanya dengan Iran diganggu karena masih dalam kerangka internasional termasuk oleh Amerika Serikat.
Jelang Demo 27 Agustus 2026, Massa Aksi Mulai Siapkan Atribut Depan Gedung DPR

Jelang Demo 27 Agustus 2026, Massa Aksi Mulai Siapkan Atribut Depan Gedung DPR

Menjelang demo yang dijadwalkan akan digelar pada Kamis (27/8/2026), massa aksi mulai menyiapkan atribut di depan gedung DPR RI. 
Hati Makin Berbunga-Bunga, 5 Zodiak Paling Beruntung Soal Cinta Besok 27 Agustus 2026

Hati Makin Berbunga-Bunga, 5 Zodiak Paling Beruntung Soal Cinta Besok 27 Agustus 2026

5 zodiak diprediksi paling beruntung soal cinta besok, 27 Agustus 2026. Ada yang mendapat perhatian spesial hingga hubungan makin romantis. cek zodiaknya!
Bakal Naik Level, 5 Zodiak Ini Paling Beruntung Soal Karier Besok 27 Agustus 2026

Bakal Naik Level, 5 Zodiak Ini Paling Beruntung Soal Karier Besok 27 Agustus 2026

Lima zodiak diprediksi paling beruntung soal karier besok, 27 Agustus 2026. Ada peluang baru, apresiasi kerja, hingga kesempatan sukses yang tak boleh dilewatkan!
Selengkapnya

Viral