Pengamat: Kunjungan Kapolri Utamakan Stabilitas di Atas Ego Sektoral
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat politik senior Boni Hargens mengemukakan kunjungan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ke Kejaksaan Agung dan Mabes TNI merupakan langkah mengutamakan stabilitas nasional di atas kepentingan sektoral.
"Kapolri dan seluruh jajaran Bhayangkara berkomitmen untuk menjaga keutuhan ekosistem hukum dan keamanan nasional secara menyeluruh," ujar Boni dalam keterangan yang diterima di Jakarta, mengutip Antara pada Rabu.
Boni berpendapat peristiwa tersebut merefleksikan kompleksitas tata kelola antarlembaga di Indonesia, di mana batas-batas kewenangan sering kali menjadi titik rawan gesekan, terutama dalam penanganan perkara korupsi berskala besar.
Menurutnya, penetapan tersangka terhadap mantan petinggi Kejagung oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri merupakan ujian nyata bagi profesionalisme dan independensi kedua lembaga.
Di satu sisi, kata dia, penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu. Di sisi lain, koordinasi dan komunikasi antarlembaga tetap menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan demi menjaga kohesi sistem pemerintahan secara keseluruhan.
Dengan demikian, Boni mengatakan kunjungan Kapolri menjadi bukti kepemimpinan yang matang mampu menjembatani kedua tuntutan tersebut secara bersamaan.
Dia mengatakan kunjungan Kapolri bukan sekadar kegiatan silaturahim biasa, melainkan manuver strategis yang dilakukan dengan penuh kesadaran situasional.
Boni secara khusus mengapresiasi niat baik dan terobosan yang dilakukan Kapolri dan menyebutnya sebagai langkah seorang negarawan sejati yang mengutamakan stabilitas nasional di atas ego sektoral.
Dia menuturkan langkah Kapolri merupakan strategi efektif untuk meredam spekulasi publik soal adanya benturan antarinstitusi yang muncul di tengah pengusutan perkara korupsi yang melibatkan mantan petinggi Kejagung.
Terlepas dari instruksi langsung Presiden Prabowo untuk membangun sinergi lintas institusi, katanya, inisiatif Kapolri melampaui sekadar kepatuhan prosedural, di mana merupakan ekspresi kepemimpinan yang proaktif dan visioner.
Mantan Dewan Pengawas LKBN ANTARA itu juga mengapresiasi pernyataan Kapolri bahwa kekompakan antara TNI dan Polri bukan hanya urusan internal institusional, melainkan fondasi yang menentukan apakah berbagai kebijakan dan program pemerintah dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.
"Dalam kondisi ketika relasi antarlembaga sedang mendapat sorotan publik, pernyataan Kapolri memiliki bobot politis yang signifikan sekaligus menjadi upaya penyeimbangan narasi di ruang publik," tuturnya.
Oleh karena itu, lanjut dia, kunjungan Kapolri tidak semata-mata bersifat seremonial, tetapi sarat kalkulasi strategis untuk meredam isu friksi institusional yang dapat berdampak luas pada stabilitas nasional.
Adapun kunjungan Kapolri berlangsung di tengah memanasnya dinamika hubungan antarlembaga, sehingga menjadikannya salah satu peristiwa penting dalam konstelasi politik dan hukum nasional.
Kegiatan yang dilakukan pada Senin (13/7) terbagi menjadi dua agenda besar yang saling berkaitan secara strategis. Pertama, pertemuan dengan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto beserta seluruh jajaran di Markas Besar TNI.
Kedua, rombongan melanjutkan perjalanan ke Gedung Utama Kejagung untuk bersilaturahmi langsung dengan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin.
Kedua kunjungan itu menjadi sinyal kuat bahwa Polri tengah berupaya membangun kembali jembatan komunikasi antarlembaga saat relasi institusional sedang diuji oleh dinamika hukum yang kompleks.(ant/ree)
Load more