News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Video Viral Dugaan Pelecehan Seksual di ICU RSUD Martapura Disanggah, Suami Pasien Soroti Alibi Nakes hingga CCTV

Tri Susilo (28), suami pasien epilepsi diduga menjadi korban pelecehan seksual, KU (26) menyoroti pembelaan oknum tenaga kesehatan (nakes) & RSUD Martapura.
Rabu, 15 Juli 2026 - 11:57 WIB
Ilustrasi pasien wanita mengalami pelecehan seksual oleh tenaga kesehatan (nakes)
Sumber :
  • tvOnenews.com/Wildan Mustofa

OKU Timur, tvOnenews.com - Tri Susilo (28), suami pasien epilepsi diduga menjadi korban pelecehan seksual, KU (26) menyoroti pembelaan oknum tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Sumatera Selatan.

Tri mengetahui sejumlah bantahan dilontarkan oleh SL, nakes diduga melakukan pelecehan seksual terhadap istrinya di ruang ICU. Selain itu, ia juga menyoroti pernyataan pihak RSUD Martapura.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia tidak menyangka istrinya disebut halusinasi. Ia menilai tuduhan tersebut lantaran pasien diduga dipengaruhi efek obat bius dan obat penenang selama proses perawatan.

Ia justru mengatakan bahwa, istrinya telah sadar seusai diberikan obat bius dan penenang. Akan tetapi, KU masih dalam kondisi lemas dan tidak berdaya akibat efek dibius obat penenang.

"Dia itu malah semakin enak, istri itu sudah sadar dan bukannya dikasih obat penenang kayak enggak sadar. Memang kondisi hanya lemas dan sadar tapi ketika diajak ngobrol itu masih mengangguk dan nyambung," ujar Tri saat dihubungi tvOnennews.com, Rabu (15/7/2026).

Soroti Pernyataan Oknum Nakes dan RSUD Martapura

Tri menyayangkan pembelaan yang dilakukan oleh SL. Petugas jaga ICU RSUD Martapura membantah tuduhan adanya pelecehan seksual dialami KU.

Ia mendengar SL menyebut video viral yang beredar di media sosial mengandung fitnah. Nakes tersebut pun menyampaikan terkait pekerjaan sehari-harinya

SL menjelaskan selama berjaga bukan hanya dirinya menyentuh pasien. Ia menuturkan, pihak lain juga pernah untuk kebutuhan pemeriksaan.

Selain itu, Tri menyoroti pembelaan rumah sakit terkait dasar dugaan tersebut sangat kecil. Ruangan ICU memiliki ukuran luas, petugas yang berdinas lebih dari dua orang, serta terdapat pasien lain dijaga oleh keluarga.

Menurut Tri, penolakan dari kedua pihak sangat tidak masuk akal. Ia melihat pernyataan yang dilontarkan hanya sebagai alasan tidak terjadi adanya pelecehan seksual.

"Saya membantah karena lihat pernyataannya bahwa ini ramai yang masuk. Dari situ aja sudah salah kata-katanya," tegasnya.

Ia selaku pengunjung atau pendamping pasien membicarakan ketentuan ICU. Hal ini mengingat dirinya dan keluarga sempat disuruh keluar karena hanya pihak tertentu diperbolehkan masuk.

Merujuk dari Alodokter, sembarang orang tidak boleh masuk ke ruang ICU rumah sakit. Aturan ini sangat ketat lantaran pasien di ruang ICU biasanya berada dalam kondisi kritis dan rentan.

Sejumlah aturan utama mengenai akses ke ruang ICU meliputi pembatasan pengunjung, jam besuk khusus, protokol kebersihan, risiko infeksi, hingga larangan anak-anak.

"Di ruang ICU tidak sembarangan orang masuk, hanya dokter dan pihak tertentu," terangnya.

Peran & Keberadaan CCTV

Lanjut Tri, aturan ini membuat dirinya menyoroti peran kamera CCTV. Menurutnya, bagian tersebut sangat penting untuk memantau setiap aktivitas termasuk pihak-pihak di ruangan ICU.

"Kalau di dalam enggak ada CCTV, minimal ada di luar untuk pantau siapa yang keluar masuk. Kalau emang enggak ada, masa rumah sakit besar tidak punya CCTV," katanya.

Berdasarkan dari keterangan pihak rumah sakit, pihak-pihak yang diperbolehkan dan sering masuk, mulai dari dokter, penjaga, perawat, petugas kebersihan, serta perangkat lainnya.

"Yang sering masuk itu dokter di jam tugasnya sama perawat yang selalu berjaga," lanjutnya.

Ia pun menceritakan awal mula kejadian dialami istrinya. Peristiwa tersebut berlangsung setelah KU dipindahkan dari ruang IGD ke ICU RSUD Martapura pada Sabtu (11/7/2026) siang hari.

KU, kata dia, sempat mengalami epilepsi atau penyakit kejang-kejang. Hal ini membuat istrinya diberikan obat bius dan obat penenang.

Upaya tersebut tampak berhasil membuat istrinya sadar hanya saja dalam terbaring lemas. Selepas itu, Tri dan keluarga diperintahkan keluarga agar pasien istirahat.

Peristiwa dugaan pelecehan seksual mulai terjadi saat tidak ada siapa pun di dalam ruangan. Pihak yang ada di ruang ICU hanya seorang pasien lansia sedang tidur.

Sementara, petugas yang berdinas dari pagi hari yakni SL dan rekannya berinisial P. Di saat kejadian, P mengaku sedang di luar sehingga tidak mengetahui peristiwa tersebut.

Lanjut, KU menyempatkan video call suaminya tanpa melontarkan sepatah kata apa pun. Hal ini mendorong Tri langsung bergegas menuju ruangan ICU yang dalam kondisi terkunci.

Kemudian, pintu dibuka oleh SL. Menariknya, hanya nakes tersebut yang tengah sadar, sedangkan istrinya sudah dalam kondisi menangis dan trauma.

Dugaan peristiwa ini mendorong Tri melaporkan ke Polres OKU Timur pada malam harinya. Hingga kini, polisi terus melakukan penyelidiikan untuk mengusut tuntas kasus dialami korban.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tanpa Teja Paku Alam Persib Tetap Berpesta, Igor Apresiasi Penampilan Semua Lini Atas Clean Sheet di ACL Two

Tanpa Teja Paku Alam Persib Tetap Berpesta, Igor Apresiasi Penampilan Semua Lini Atas Clean Sheet di ACL Two

Tampil solid dalam kemenangan lewat brace Balsa Sekulic, pelatih Persib Igor Tolic memilih kiper muda Fitrah Maulana untuk menjaga gawang tim dalam laga yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (28/10/2026).
Polda Jambi Siap Tindak Perusahaan terkait Karhutla, 19 Orang dalam Pemeriksaan

Polda Jambi Siap Tindak Perusahaan terkait Karhutla, 19 Orang dalam Pemeriksaan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian. Kepolisian pun mendalami pihak-pihak yang terkait dalam kasus tersebut.
Jadwal KRL Rute Nambo-Jakarta Kota Hari Ini 29 Oktober 2026

Jadwal KRL Rute Nambo-Jakarta Kota Hari Ini 29 Oktober 2026

Cek jadwal KRL rute Nambo-Jakarta Kota hari ini 29 Oktober 2026. Keberangkatan dari yang paling pagi pukul 04:55 WIB hingga yang paling malam pukul 21:55 WIB.
Jadwal KRL Rute Rangkasbitung-Tanah Abang Hari Ini Kamis 29 Oktober 2026: Interval 20 Menit di Jam Sibuk

Jadwal KRL Rute Rangkasbitung-Tanah Abang Hari Ini Kamis 29 Oktober 2026: Interval 20 Menit di Jam Sibuk

Inilah jadwal KRL Commuter Line relasi Rangkasbitung-Tanah Abang pada hari ini Kamis 29 Oktober 2026 dengan interval keberangkatan setiap hampir 20 menit sekali
Timnas Indonesia Main Kandang di FIFA Matchday November usai Situasi Timur Tengah Tak Menentu? Ini Jawaban Erick Thohir

Timnas Indonesia Main Kandang di FIFA Matchday November usai Situasi Timur Tengah Tak Menentu? Ini Jawaban Erick Thohir

Erick Thohir memastikan Timnas Indonesia tak bermain di GBK pada FIFA Matchday November 2026. PSSI mempertimbangkan lokasi dan lawan pengganti di luar negeri.
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini Kamis 29 Oktober 2026: Seluruh Wilayah DKI Jakarta Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini Kamis 29 Oktober 2026: Seluruh Wilayah DKI Jakarta Diguyur Hujan

Menurut prakiraan cuaca yang dirilis BMKG, seluruh wilayah administratif DKI Jakarta pada Kamis 29 Oktober 2026 diguyur hujan intensitas ringan hingga sedang.

Trending

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Situasi Timur Tengah yang belum stabil mengancam agenda FIFA Matchday November 2026. Erick Thohir membuka opsi negara dan lawan pengganti bagi Timnas Indonesia.
Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Usai dua hasil positif di babak 32 dan 16 besar Tier C, Timnas Indonesia U-15 akan tampil di babak perempat final untuk memperebutkan peringkat 65-72 dunia di babak semifinal Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026.
Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Nasib nahas menimpa ART asal Banten, SR. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai dibuang majikannya di pinggir jalan, Selangor, Malaysia, pada 16 Oktober.
Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Kelurahan Kembangan Selatan tengah menggalakkan gerakan sadar lingkungan dengan cara yang unik. 
Bakom RI: Pemerintah Hormati Aksi Demo Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Terus Bekerja dan Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat

Bakom RI: Pemerintah Hormati Aksi Demo Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Terus Bekerja dan Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat

Pemerintah RI secara resmi menanggapi aspirasi yang disampaikan mahasiswa melalui aksi demonstrasi dengan menegaskan bahwa kebebasan berpendapat adalah pilar penting dalam demokrasi. 
Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

AI mengubah dunia pendidikan. Literasi digital, kemampuan memeriksa informasi, berpikir kritis, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab menjadi bekal
Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meluapkan amarahnya saat sidak terhadap dugaan praktik pengoplosan beras bersubsidi menjadi premium di Jakarta Timur.
Selengkapnya

Viral