Atlet Golf Jesslyn Wijaya Diduga Diculik saat Hadiri Pesta Ulang Tahun, Mata Ditutup hingga Dibawa Dua Pria Bertubuh Besar
- Wildan-tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com - Atlet golf putri Jesslyn Wijaya diduga diculik saat menghadiri pesta ulang tahun keluarganya.
Hal ini diungkapkan Kuasa Hukum Keluarga Andi Darti. Andi memaparkan kronologinya.
Penculikan itu diduga terjadi pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB di sebuah restoran di Mangga Besar.
Berdasarkan keterangan saksi yang diperolehnya, korban ditutup matanya sebelum acara ulang tahun dimulai.
Setelah itu, kata dia, korban dibawa dua pria bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam.
"Korban sempat berteriak meminta tolong dan berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil," katanya, Senin (20/7/2026).
Sejak peristiwa itu terjadi, Andi menyebut korban tidak bisa lagi dihubungi keluarga maupun teman-temannya.
Bahkan, telepon seluler yang diduga digunakan korban juga disebut-sebut tidak bisa diakses.
Dia menyebut polisi sudah mendatangi lokasi kejadian, meminta keterangan sejumlah saksi hingga melakukan penelusuran ke beberapa lokasi yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban.
Di sisi lain, diperoleh juga informasi bahwa korban diduga melakukan perjalanan ke Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026. Meski demikian, hal ini masih memerlukan verifikasi.
Akan tetapi, ada juga informasi bahwa telepon seluler yang diduga milik korban masih terdeteksi berada di kawasan Puri Jimbaran.
Andi menyebut informasi tersebut masih memerlukan pendalaman oleh penyidik untuk memastikan kebenarannya.
"Kami berharap Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan langkah-langkah penyelidikan secara profesional, objektif, transparan dan akuntabel," terangnya.
Terkait dugaan kasus penculikan ini, Polres Metro Jakarta Pusat bergerak untuk menyelidiki laporan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut.
Laporan tersebut teregister dengan Nomor: LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.
"Saat ini masih kami dalami untuk memastikan seluruh fakta yang terjadi," terangnya.
Hingga saat ini, Roby menyebut Polres Metro Jakarta Pusat masih melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan fakta dan alat bukti terkait laporan tersebut. (ant/nsi)
Load more