Ironi di Balik Melimpahnya APBD Jakarta: Dua Tahun Siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Menanti Ruang Kelas
- tvOnenews.com/Aldi Herlanda
Jakarta, tvOnenews.com - Di balik riuh rendah pembangunan Jakarta yang gemerlap, sebuah potret kontras tersaji di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan.
Sudah hampir dua tahun lamanya, suasana belajar di sekolah ini tak lagi sama.
Puing-puing atap yang ambruk ke dalam ruangan dan tumpukan daun kering yang tak terurus menjadi saksi bisu terhentinya denyut aktivitas di empat ruang kelas dan satu ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Kondisi ini bukan sekadar kerusakan kecil. Pemandangan di lokasi tampak begitu memprihatinkan sekaligus kumuh.
Rangka atap yang roboh dibiarkan menjorok ke dalam, sementara area sekitarnya terlihat tak terawat seolah telah lama dilupakan.
Evi, salah satu orang tua murid, menatap nanar kondisi sekolah tersebut.
Ia menceritakan bagaimana fasilitas dasar bagi pendidikan anak-anak mereka hilang begitu saja.
"Empat kelas sama satu UKS," ucap Evi pelan saat ditemui pada Selasa (21/7).
![]()
Bangunan kelas SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, roboh, Selasa (21/7). (Foto: tvOnenews.com/Aldi Herlanda)
Empat kelas dan satu ruangan UKS tersebut telah roboh selama dua tahun atau sejak 2024.
Akibat gedung yang tak kunjung diperbaiki, para siswa terpaksa mengungsi.
Sebagian melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di area lapangan dan musala sekolah. Namun, untuk jangka panjang, para murid kini dipindahkan sementara ke SDN Kebayoran Lama 11.
Ketidakpastian ini mulai memakan korban; satu per satu wali murid memilih memindahkan anak mereka ke sekolah lain yang lebih layak.
"Yang pindah sekolah banyak, tahun ini pun yang masuk sekolah tersebut tidak memenuhi standar jumlah siswa. Kurang lebih satu kelasnya 20 orang, yang harusnya 32 siswa," ungkap Evi.
Ia menambahkan bahwa meski pihak dinas sudah pernah datang meninjau, namun kejelasan kapan renovasi dimulai masih menjadi teka-teki.
"Dari dinas sudah ada (yang cek ke lokasi), cuma memang belum tau kepastiannya (kapan diperbaiki)," lanjutnya.
Harapan Evi sederhana, ia hanya ingin anak-anak bisa kembali belajar dengan tenang tanpa harus menumpang.
"Kita minta yang terbaik, cuma minta tolong disegerakan (renovasi bangunan)," tandasnya.
Load more