Mentan Siapkan Bongkar Ratoon 100 Ribu Hektare per Tahun demi Swasembada Gula
- tim tvOne
Surabaya, tvOnenews.com - Pemerintah menegaskan komitmen kuat mewujudkan swasembada gula nasional sesuai arahan langsung Presiden Republik Indonesia. Melalui konsolidasi nasional yang melibatkan berbagai pihak, langkah utama yang diambil adalah peremajaan tanaman tebu secara masif guna mendongkrak produktivitas sekaligus mengurangi ketergantungan impor.
Menteri Pertanian menyatakan target swasembada gula putih harus dicapai paling lambat dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus guna melaksanakan program pembongkaran ratoon secara besar-besaran terhadap tanaman tebu yang sudah tidak produktif lagi.
“Perintah Bapak Presiden, swasembada gula putih paling lambat dua tahun harus tercapai. Insya Allah kami akan melakukan bongkar ratoon secara besar-besaran. Tanaman ratoon berumur 12 tahun, 7 tahun hingga 15 tahun akan kita bongkar dan diremajakan. Target kita sekitar 100 ribu hektare setiap tahun. Kalau memungkinkan, dua tahun seluruh program ini dapat selesai. Anggaran sudah kami siapkan atas persetujuan Bapak Presiden,” tegas Menteri Pertanian.
Percepatan peremajaan tanaman dinilai menjadi kunci utama untuk meningkatkan hasil panen tebu nasional sehingga produksi gula dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara mandiri.
Sebagai subholding gula BUMN yang ditunjuk pemerintah, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menyatakan kesiapan penuh menjalankan arahan tersebut. Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menegaskan pihaknya akan memperkuat sinergi bersama pabrik gula swasta dengan fokus utama memberikan dukungan nyata kepada petani tebu.
“Intinya kita harus melakukan percepatan swasembada gula. Arahan Bapak Menteri menjadi semangat bagi PT SGN bersama pabrik gula swasta untuk bergerak bersama-sama, terutama dengan memberikan perhatian lebih kepada petani. Bentuk dukungan tersebut antara lain melalui program bantuan bongkar ratoon, penyediaan traktor, serta berbagai dukungan budidaya lainnya. Kami optimistis target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan,” ujar Mahmudi.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada peningkatan kapasitas industri, melainkan juga pada peningkatan produktivitas di tingkat petani. Oleh karena itu, pendampingan teknis, mekanisasi pertanian, dan peremajaan tanaman akan terus diperluas secara merata.
Diketahui, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), yang dikenal dengan merek dagang Sugar Co, didirikan pada 17 Agustus 2021 sebagai bagian dari 88 Proyek Strategis Nasional. Perusahaan ini mengonsolidasikan 42 pabrik gula yang tersebar dari Sumatera Utara hingga Sulawesi Selatan. SGN bergerak melakukan restrukturisasi bisnis, membangun kemitraan budidaya, serta meningkatkan kesejahteraan petani tebu rakyat demi tercapainya kemandirian gula nasional. (gol)
Load more