Perangi Aksi Begal dan Rampok, KDM Punya 3 Langkah Strategis Lindungi Warga Jabar
- jabarprov.go.id
Jakarta, tvonenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM menyampaikan perhatiannya terhadap kasus begal dan copet yang lagi marak di Jawa Barat. Dia pun menyediakan tiga langkah strategisnya.
Langkah strategis lindungi warga Jabar dari aksi begal dan rampok. Hal ini sangat buat KDM geram, sebab ini masuk dalam tindakan kriminal.
Seperti diketahui, jumlah kasus begal di Jawa Barat sudah direkap sepanjang Juli 2026 jajaran Polda Jawa Barat telah mengungkap 24 kasus begal dan kejahatan jalanan, termasuk 19 kasus yang sebelumnya viral di media sosial.
"terima kasih ya berbagai pihak menyuarakan tentang kondisi keamanan di wilayah Bandung Raya karena munculnya banyaknya begal dan kejahatan kriminal lainnya," kata Dedi dalam keterangannya, Selasa 21 Juli 2026, dikutip dari viva.co.id, Kamis (23/7).
- tvOnenews.com - ANF
Sehubungan dengan niat KDM dalam perangi aksi begal dan rampok itu, ada 3 langkah strategis disedikan Gubernur Jawa Barat tersebut, antara lain:
1. Polisi Bersenjata di Area Rawan
Salah satu langkah yang diusulkannya, ialah menempatkan personel kepolisian di sejumlah titik strategis yang rawan tindak kriminal. Aparat tersebut juga diusulkan dilengkapi senjata sebagai upaya pencegahan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat.
"Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat, menempatkan aparat di titik-titik strategis bersenjata. Ini usulan saya. Dan ini adalah bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga masyarakat," ujarnya.
2. Mengetatkan Aktivitas Siskamling di Wilayah RT/RW
Selain itu,KDM juga mengimau agar setiap kepala wilayah RT/RW mengetatkan program siskamling. Tujuannya untuk melindungi area temoat tinggal dari aksi begal maupun rampok.
Menurutnya, terutama pada kawasan yang berpotensi menjadi lokasi pembegalan, perampokan, maupun tindak kriminal lainnya.
"Untuk itu, mari kita bersama-sama untuk menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing. Patroli di setiap RT-nya, di setiap RW-nya, di seluruh sudut-sudut strategis di wilayah kota dan desa yang menjadi potensi terjadinya aksi kriminal, pembegalan, perampokan, dan berbagai aksi kriminal lainnya yang meresahkan warga," jelasnya.
3. Sayembara Rp50 Juta
Kang Dedi Mulyadi disapa KDM tersebut, sudah Menyiapkan hadiah mewah. Jika ada warga yang berhasil melumpuhkan begal dan perampok, yaitu uang sebanyak Rp5-50 Juta.
Hal ini bagian dari langkah-langkah penguatan keamanan untuk mengantisipasi maraknya aksi kriminalitas, seperti begal, pencopetan, penjambretan, hingga perampokan di Jawa Barat.
"Kami menyiapkan hadiah dari Rp5 juta sampai Rp50 juta bagi warga yang mampu melumpuhkan pelaku pencurian, copet, jambret, begal, maupun perampokan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup,” ujar Dedi dalam Bapenda Jabar, Kamis (23/7).(klw)
Â
Load more