News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diduga Story WA Terakhir Satpam Waduk Jatiluhur Sebelum Tewas Terborgol Viral, Sempat Geram dengan Aksi Vandalisme

Sebuah video diduga berasal dari story WhatsApp (WA) terakhir satpam Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Sumarna (40) yang ditemukan tewas tangan terborgol viral.
Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:24 WIB
Lokasi satpam Waduk Jatiluhur, Sumarna (40) ditemukan tewas dalam kondisi tangan terborgol
Sumber :
  • tvOneNews

Purwakarta, tvOnenews.com - Seorang petugas satuan pengamanan (satpam) objek vital Waduk Jatiluhur ditemukan tewas. Kondisinya sudah tidak bernyawa di tepian area danau Tanggul Ubrug, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026) siang.

Satpam tersebut ditemukan masih mengenakan seragam dinas lengkapnya. Nahasnya, korban yang teridentifikasi bernama Sumarna (40) tewas dalam kondisi edua tangan terborgol ke belakang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak lama penemuan jasad satpam Waduk Jatiluhur itu, sebuah video yang beredar menunjukkan diduga berasal dari status WhatsApp (WA) terakhir milik korban viral di media sosial.

Dilihat tvOnenews.com dari video viral di media sosial, Sabtu (25/7/2026), korban memperlihatkan kondisi jalanan di sekitar area tempat dirinya bertugas. Sambil berbahasa Sunda, satpam itu sangat geram banyak coretan dari aksi pelaku vandalisme.

"Sudah dikasih fasilitas, yang nongkrong gratis masih aja merusak fasilitas umum," ucap korban.

Tangkapan layar story WhatsApp terakhir diduga dari satpam Waduk Jatiluhur, Sumarna (40) sebelum ditemukan tewas dengan tangan terborgol
Tangkapan layar story WhatsApp terakhir diduga dari satpam Waduk Jatiluhur, Sumarna (40) sebelum ditemukan tewas dengan tangan terborgol
Sumber :
  • Istimewa

Dalam video viral tersebut, coretan di jalanan di sekitar area bertugasnya bertuliskan "RPM". Selain itu, terdapat tulisan "GAYA AINK" hingga gambar tak senonoh.

Tak hanya itu, pelaku vandalisme juga diduga menuliskan sebuah tulisan berbahasa Jepang. Hal ini membuat petugas di lingkungan Perumahan Jasa Tirta (PJT) II itu heran terhadap aksi tersebut.

Kata dia, padahal sudah banyak fasilitas yang disediakan untuk tempat nongkrong. Berbagai fasilitas tersebut tentu membantu para pengunjung bersantai saat berada di objek wisata Waduk Jatiluhur.

"Ini kenapa corat-coret di sini, saya sudah tidak tahu cara membereskannya lagi," terang korban.

Akibat geram, korban mengungkapkan bahwa pelaku aksi vandalisme tersebut telah dilaporkan kepada pihak berwajib. Tujuannya untuk ditindak secara tegas atas perbuatannya.

Diketahui, penemuan jasad satpam objek vital Waduk Jatiluhur menghebohkan publik. Sumarna ditemukan tidak bernyawa pada Jumat, 24 Juli 2026 siang.

Ia diketahui sempat menjalankan tugas jatah piket malam di area waduk sebelum ditemukan tewas. Kepala satuan pengamanan dan rekan kerja korban menyadari Sumarna telah hilang sejak sekitar pukul 03.00 WIB.

Kepala satpam bersama rekan kerja korban dan warga melakukan pencarian sekitar pukul 11.00 WIB. Dari upaya tersebut, jasad korban akhirnya ditemukan mengapung dengan keadaan tangan terborgol ke belakang di tepian danau.

"Tadi ada telepon dari kepala satpam bilang Marna sudah enggak ada dari jam 3 dini hari. Setelah dicari, ketemulah sekitar jam 11 siang. Dia di dalam air di pinggir danau dan tangannya terborgol ke belakang," ungkap seorang warga, Warta di lokasi kejadian.

Selaras dengan video viral di media sosial, Warta berpendapat bahwa Sumarna sempat menegur sekelompok pemuda. Pasalnya, mereka akan melakukan aksi vandalisme di area objek vital tersebut.

Warta mewajarkan tindakan dari korban. Teguran terhadap sekelompok pemuda tersebut menjadi bagian tugas yang harus dijalankan oleh satpam berusia 40 tahun itu.

"Aksi corat-coret malam Rabu, selang satu hari, kelompok itu diduga datang lagi," imbuhnya.

Petugas pun berhasil mengevakuasi jasad korban. Petugas Waduk Jatiluhur itu langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bayu Asih Purwakarta untuk kebutuhan visum awal.

Terkini, jenazah korban telah dirujuk ke RS Sartika Asih Bandung untuk kebutuhan proses autopsi. Sementara, polisi yang mendapatkan laporan kejadian itu langsung mengolah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara menyampaikan bahwa, pihak kepolisian saat ini masih fokus mengumpulkan alat bukti dan terus melakukan proses penyelidikan.

Dari hasil olah TKP, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya kendaraan sepeda motor milik korban hingga HT.

"Kalau HP belum. Kami juga sudah memeriksa beberapa saksi," tukasnya.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

FPTI Pasang Target Tinggi, Timnas Panjat Tebing Indonesia Bidik 2 Medali Emas di Asian Games 2026

FPTI Pasang Target Tinggi, Timnas Panjat Tebing Indonesia Bidik 2 Medali Emas di Asian Games 2026

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) memasang target tinggi untuk Asian Games 2026. Timnas Panjat Tebing Indonesia membidik sedikitnya tiga medali, termasuk dua emas.
Anggota DPRD DIY Lisman Puja Kesuma Kaget Namanya Terdata Desil 4, Akui Tak Pernah Daftar Bansos

Anggota DPRD DIY Lisman Puja Kesuma Kaget Namanya Terdata Desil 4, Akui Tak Pernah Daftar Bansos

Seorang anggota DPRD DI Yogyakarta mengaku terkejut setelah mengetahui namanya tercatat dalam desil empat Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Aksi Kemenhut Ungkap dan Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging Kalteng

Aksi Kemenhut Ungkap dan Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging Kalteng

Kementerian Kehutanan berhasil mengamankan DPO pemodal illegal logging yang sudah tiga bulan menjadi buronan.
6 Gunung Erupsi Bersamaan Bukan Konspirasi, Pakar Vulkanologi UGM: Proses Alami Geologi

6 Gunung Erupsi Bersamaan Bukan Konspirasi, Pakar Vulkanologi UGM: Proses Alami Geologi

Aktivitas enam gunung api di Indonesia yang mengalami erupsi dalam waktu berdekatan sempat memunculkan dugaan adanya teori konspirasi.
Data Desil Dinilai Tak Selalu Gambarkan Kondisi Warga, DPRD Surabaya Dorong Verifikasi Lapangan

Data Desil Dinilai Tak Selalu Gambarkan Kondisi Warga, DPRD Surabaya Dorong Verifikasi Lapangan

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, menilai data desil belum selalu menggambarkan kondisi ekonomi warga di lapangan.
Periksa Istri Bupati Pemalang, KPK Dalami Hasil Penggeledahan hingga Penyiapan Uang yang Dibawa Anom Widyantoro saat OTT

Periksa Istri Bupati Pemalang, KPK Dalami Hasil Penggeledahan hingga Penyiapan Uang yang Dibawa Anom Widyantoro saat OTT

Istri Bupati dimintai keterangan KPK soal dugaan penyiapan uang yang diamankan pada saat peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Anom Widyantoro.

Trending

Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Hukum Administrasi GBK, Asep Triyadi, memberikan konfirmasi resmi kepada tvOnenews.com perihal peristiwa penemuan jasad tersebut.
2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Akhirnya Kakak Sulungnya Buka Suara, Ungkap Tabiat Asli Fajar Sahrudin sejak Kecil hingga Sebelum Tewas di Area GBK

Akhirnya Kakak Sulungnya Buka Suara, Ungkap Tabiat Asli Fajar Sahrudin sejak Kecil hingga Sebelum Tewas di Area GBK

Kakak sulung Fajar Sahrudin atau Stewie (31), Deni Purwandi menyebut adik bungsunya sangat tertutup dan sulit dihubungi sejak kecil hingga sebelum tewas di GBK.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Tim tvOnenews.com mencoba menghubungi kakak sulung Fajar Sahrudin, Deni, untuk mengonfirmasi hal tersebut. Deni mengatakan, bahwa adiknya telah meninggal dunia.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Selengkapnya

Viral