News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gerindra Ingatkan Kejagung: Kasus Febrie Tak Boleh Timbulkan Kesan Perlakuan Istimewa

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra Bimantoro Wiyono mengingatkan, aparat penegak hukum agar memastikan setiap proses penanganan perkara berjalan
Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:31 WIB
Eks Jampidsus, Febrie Adriansyah
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra Bimantoro Wiyono mengingatkan, aparat penegak hukum agar memastikan setiap proses penanganan perkara berjalan secara setara dan transparan.

Menurutnya, penegakan hukum tidak boleh memunculkan persepsi adanya perlakuan khusus terhadap tersangka, termasuk dalam penanganan perkara yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan tersebut disampaikan Bimantoro menyusul perhatian publik terhadap proses penahanan Febrie yang memasuki Rumah Tahanan KPK.

Menurutnya, yang menjadi persoalan bukan semata atribut tahanan, melainkan bagaimana aparat penegak hukum mampu menjaga prinsip persamaan di hadapan hukum (equality before the law) dalam setiap tahapan proses hukum.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro, dalam keterangan tertulisnya kepada media, Sabtu (25/7/2026).

Bimantoro, yang juga merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III DPR RI, menilai konsistensi penerapan prosedur menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Karena itu, setiap tindakan aparat harus dapat menunjukkan bahwa hukum ditegakkan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan, perkara yang menyita perhatian publik seperti kasus Febrie harus menjadi momentum bagi seluruh aparat penegak hukum untuk memperkuat komitmen terhadap asas kesetaraan hukum. Menurutnya, jabatan maupun latar belakang seseorang tidak boleh memengaruhi cara hukum ditegakkan.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siapa Chelsa Berliana? Pevoli Putri Indonesia yang Berpeluang Ikuti Langkah Megawati Hangestri Abroad

Siapa Chelsa Berliana? Pevoli Putri Indonesia yang Berpeluang Ikuti Langkah Megawati Hangestri Abroad

Chelsa Berliana, Middle Blocker timnas voli putri Indonesia berpeluang susul Megawati Hangestri abroad setelah muncul ketertarikan dari salah satu klub Jepang.
Prabowo: Partai Demokrat Pernah Berkuasa Tapi Saat Tidak Menang, Tidak Bakar-bakar

Prabowo: Partai Demokrat Pernah Berkuasa Tapi Saat Tidak Menang, Tidak Bakar-bakar

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan, para elite politik agar tidak menjadikan perbedaan pilihan dan persaingan sebagai alasan untuk memutus persahabatan.
6 Shio Paling Hoki Soal Pekerjaan Bulan September 2026, Peluang Karier Mulai Terbuka Lebar!

6 Shio Paling Hoki Soal Pekerjaan Bulan September 2026, Peluang Karier Mulai Terbuka Lebar!

Karier bisa melejit pada September 2026! Simak 6 shio yang diprediksi paling hoki soal pekerjaan, mulai dari peluang baru hingga kesempatan besar.
Harga Pangan Hari Ini 10 September 2026 Bikin Emak-emak Pusing, Cabai Rawit Merah Naik 10 Persen

Harga Pangan Hari Ini 10 September 2026 Bikin Emak-emak Pusing, Cabai Rawit Merah Naik 10 Persen

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dipantau pada Kamis (10/9/2026) pukul 08.50 WIB, kenaikan tertinggi terjadi pada cabai rawit merah.
Purbaya Bentuk Satgas Kawal Kopdes Merah Putih Salurkan Barang Subisidi Pemerintah

Purbaya Bentuk Satgas Kawal Kopdes Merah Putih Salurkan Barang Subisidi Pemerintah

Pemerintah menyepakati pembentukan satuan tugas (satgas) untuk mengoptimalkan pemanfaatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), termasuk dalam penyaluran barang bersubsidi dan mendukung sistem logistik nasional.
Rekan Jay Idzes Positif Kokain, Sassuolo Diguncang Kabar Buruk Jelang Hadapi Juventus

Rekan Jay Idzes Positif Kokain, Sassuolo Diguncang Kabar Buruk Jelang Hadapi Juventus

Sassuolo diguncang oleh kabar buruk menjelang duel selanjutnya di Liga Italia 2026-2027. Sebab, salah satu rekan Jay Idzes dites positif menggunakan kokain.

Trending

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Ditinggal Ko Hee-jin, Red Sparks Tunjuk Mantan Pelatih Hyundai Hillstate Jadi Pengganti?

Ditinggal Ko Hee-jin, Red Sparks Tunjuk Mantan Pelatih Hyundai Hillstate Jadi Pengganti?

Red Sparks tengah menjadi sorotan volimania usai muncul spekulasi bahwa nampaknya klub telah menemukan pelatih baru usai Ko Hee-jin memutuskan mundur dari jabatannya jelang Liga Voli Korea 2026-2027.
Proses Selanjutnya Diungkap Kepolisian soal Kasus Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK, 3 Orang Ini Jadi Saksi

Proses Selanjutnya Diungkap Kepolisian soal Kasus Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK, 3 Orang Ini Jadi Saksi

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Berikut penjelasan lengkap pihak Kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Selengkapnya

Viral