Indonesia Didorong Mengoptimalkan Potensi Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan
- istimewa
Hadi menambahkan, pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit tersebut akan memberi dampak positif terhadap negara Indonesia dalam mengurangi ketergantungan pada impor energi fosil, mengurangi emisi gas rumah kaca dan memitigasi pemanasan global, hingga memperbaiki neraca perdagangan minyak dan gas nasional.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, implementasi program biodiesel selama periode 2015-2025 telah menghasilkan penghematan devisa sebesar Rp722,9 triliun, menciptakan nilai tambah sebesar Rp114,7 triliun melalui pengolahan CPO menjadi biodiesel, mendukung penyerapan tenaga kerja hingga 10,9 juta orang di sektor sawit, serta berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 228,41 juta ton CO₂.
Sementara, Founder dan Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, yang mengatakan bahwa pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit akan memberikan berbagai dampak positif baik secara ekonomi, sosial, dan lingkungan,
Tungkot mengatakan, diversifikasi pemanfaatan kelapa sawit menjadi bioenergi akan memperluas pasar tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan petani. Dengan demikian, petani sawit tidak lagi bergantung pada permintaan industri minyak goreng.
Bahkan, ia mengungkap jika saat ini pasar bioenergi berbasis kelapa sawit di Indonesia telah melampaui pasar minyak goreng.
Kondisi tersebut dinilai berkontribusi terhadap stabilitas harga TBS di tingkat petani sehingga mampu meningkatkan pendapatan mereka.
“Harga TBS yang menguntungkan dan stabil ini bermuara pada peningkatan pendapatan petani yang semakin baik,” paparnya.
Tungkot menilai bahwa pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit juga merupakan bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change).
Menurutnya, tanaman kelapa sawit mampu menyerap karbon dari atmosfer melalui proses fotosintesis sehingga berkontribusi terhadap penurunan konsentrasi emisi karbon.
Kemudian bioenergi sawit mampu menggantikan energi fosil yang merupakan penyumbang emisi terbesar di dunia sehingga secara keseluruhan akan mampu mengurangi emisi global secara drastis.
“Dengan kedua cara tersebut sangat jelas bahwa bioenergi sawit ikut memperbaiki mutu lingkungan hidup global,” pungkasnya. (muu)
Load more