Tepis Berbagai Dugaan pada Kasus Kematian dr. Siti Zahra Maghfira, Kemenkes Hari Ini Umumkan Hasil Investigasi
- dok.kolase tvOnenews.com/ akun Instagram @asosiasi.pidi.pidgi
Jakarta, tvOnenews.com- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan respons tegas perihal kasus kematian dokter internship dr Siti Zahra Maghfira. Menepis berbagai spekulasi termasuk dugaan jadi korban bully.
Dalam pesan singkatnya, Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, Aji Muharwarman mengatakan pihaknya akan melakukan investigasi secara mendalam. Juga berkordinasi dengan pihak terkait lainnya.
- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
Aji lebih lanjut mengatakan, Kemenkes juga pada hari ini (29/7) merencanakan segera menyampaikan hasil investigasi soal kematian dr. Siti Zahra Maghfira yang viral di media sosial.
"Ya sedang menunggu penyelidikan pihak kepolisia," jelasnya.
"Besok rencana presscon untuk penjelasan menyeluruh," jawab Aji kepada tvOnenews.com, Selasa (28/7).
Sehubungan dengan kabar dokter internship meninggal dunia, adanya info kepergian dokter lainnya sekitar 5 hari sebelum kepergian dr. Siti Zahra Maghfira, dokter itu bertugas di Lampung, bernama dr. Muhammad Zulfikar Drakel, M.Res.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Instagram Asosiasi PIDI-PIDGI, kalau dr. Muhammad Zulfikar Drakel, M.Res mengikuti program internship dokter indonesia (PIDI) sejak Februari 2026.
Lalu dikabarkan meninggal dunia pada 21 Juli 2026. Kasus juga membuat heboh media sosial (medsos), sebab mengapa ada banyak dokter yang ditemukan meninggal dunia selama 2026 ini.
Perlu diketahui, polisi masih menyelidiki penyebab pasti di balik peristiwa tersebut. Mansur menegaskan belum ditemukan bukti yang mengarah pada motif tertentu, termasuk dugaan adanya tekanan dalam pekerjaan.
- Instagram @rumpi_gosip
Penjelasan Polisi
Menurut Kapolsek Pancoran Kompol Mansur bahwa insiden nahas itu pertama kali dilaporkan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 14.13 WIB.
"Benar, ada yang loncat sekitar jam 14.13 WIB. Korban dokter," ujar Mansur saat dikonfirmasi wartawan, Senin (27/7/2026).
Sejauh ini berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dr Siti Zahra Maghfira tinggal bersama ibunya di unit apartemen tersebut. Sebelum insiden terjadi, sang ibu sempat mengajak korban pergi ke pusat perbelanjaan.
Namun, ajakan sang ibu ditolak. Korban memilih tetap berada di apartemen, sementara ibunya pergi meninggalkan unit.
"Korban tinggal berdua sama ibunya. Saat itu ibunya mengajak pergi ke mal, tetapi korban tidak mau dan tetap di unit," kata Mansur.
Sebagai tambahan informasi, merangkum medsos Asosiasi PIDI-PIDGI, "Berita Duka dan Kehilangan Dokter Internsip Bulan Februari-Juli 2026" bunyi judul data tersebut, ada 6 dokter wafat, antara lain:
1. dr. Kartika Ayu Permatasari, mengikuti program internship dokter indonesia pada Agustus 2025. Meninggal pada 15 Februari 2026.
2. dr. Edgar Bezaliel Hartanto mengikuti program internship dokter indonesia pada Mei 2025. Meninggal pada 17 Maret 2026.
3. dr. Andito Muhammad Wibisono mengikuti program internship dokter indonesia pada Agustus 2025. Meninggal pada 26 Maret 2026.
4. dr. Myta Aprilia Azmy mengikuti program internship dokter indonesia pada Agustus 2025. Meninggal pada 1 Mei 2026.
5. dr. Muhammad Zulfikar Drakel, M.Res mengikuti program program internship dokter indonesia pada Februari 2026. Meninggal pada 21 Juli 2026.
6. dr. Siti Zahra Maghfira mengikuti program internship dokter indonesia pada Mei 2026. Meninggal pada 26 Juli 2026.(klw)
Load more