Lewat Kreatif Digital, Bahlil Lahadalia Diilustrasikan Sosok Penjaga Keseimbangan Energi Indonesia
- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com -Â Media Sosial dihebohkan dengan video konten kreatif digital bertajuk 'Avatar Nusantara'.
Sosok yang menjadi Avatar Nusantara itu yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Dalam video durasi berkiras 50 detik itu, Bahlil divisualisasikan memiliki kemampuan menyatukan kekuatan air, tanah, angin, dan api demi menjaga keseimbangan energi Indonesia.
Empat elemen alam divisualisasikan sebagai simbol pemanfaatan potensi energi bangsa untuk mendorong kesejahteraan rakyat Indonesia.
Fenomena tersebut muncul dari kreativitas publik, karena Ketua Umum Partai Golkar itu dinilai cekatan dalam menjalani pekerjaan sebagai menteri.
Direktur Literasi Politik Indonesia (LPI) Ujang Komarudin, menilai kemunculan berbagai konten kreatif yang mengangkat sosok Bahlil merupakan apresiasi dari masyarakat usai yang bersangkutan mampu menstabilkan pasokan energi di Tanah Air.Â
Menurutnya konten video yang mudah diingat serta viral di media sosial membuat figur Bahlil memperoleh ruang tersendiri di mata publik.
“Dalam komunikasi politik hal seperti ini sah-sah saja, karena selalu ada sisi positif dan negatifnya, apalagi masyarakat saat ini lebih menyukai konten yang ringan dibanding isu yang rumit," kata Ujang, Kamis (30/7).Â
Ujang menjelaskan konten kreatif menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan tokoh maupun program pemerintah kepada masyarakat.Â
Ia menilai masyarakat kini cenderung lebih mudah memahami informasi yang dikemas secara menghibur dibanding penjelasan yang terlalu berat.
"Konten yang dibuat kreator memudahkan masyarakat mengenal figur pejabat maupun program pemerintah. Kehidupan masyarakat sudah cukup berat, sehingga mereka lebih mudah menerima konten yang ringan dan menghibur, sedangkan konten yang terlalu berat biasanya akan dilewati," tuturnya.
Ujang menilai karakter generasi muda saat ini lebih menyukai informasi yang instan, sederhana, dan menghibur.
Karena itu, konten kreatif dinilai menjadi pendekatan yang efektif untuk memperkenalkan tokoh maupun program pemerintah kepada publik.
"Generasi muda lebih menyukai konten yang sederhana dan tidak rumit. Karena itu, konten media sosial dibuat menghibur agar masyarakat lebih mengenal figur yang ditampilkan sekaligus melihat bagaimana program pemerintah dijalankan dan dirasakan manfaatnya," kata Ujang.
Di sisi lain, Ujang menyebut era digital menuntut pemerintah mengubah cara berkomunikasi dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih sederhana dan mudah dipahami.Â
Menurutnya media sosial harus dimanfaatkan sebagai jembatan untuk menyampaikan program pemerintah secara objektif dan menjangkau masyarakat lebih luas.
"Era digital mengharuskan pemerintah menyampaikan program-programnya dengan cara yang ringan agar mudah dipahami masyarakat muda. Media sosial menjadi instrumen penting untuk menyosialisasikan kebijakan yang baik dan menjangkau masyarakat secara lebih luas," katanya.(raa)
Load more