News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Nama Muhammad Wildan Al Ghozali Tercantum dalam Hall of Fame Departemen Pendidikan AS

Berkat keberhasilannya melaporkan temuan celah keamanan siber secara etis melalui mekanisme responsible disclosure, pelajar asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Muhammad Wildan Al Ghozali  tercantum dalam Hall of Fame U.S. Department of Education (Departemen Pendidikan Amerika Serikat).
Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:15 WIB
Muhammad Wildan Al Ghozali, seorang Bug Hunter muda asal Kabupaten Kotawaringin Timur.
Sumber :
  • ANTARA

Sampit, tvOnenews.com- Berkat keberhasilannya melaporkan temuan celah keamanan siber secara etis melalui mekanisme responsible disclosure, pelajar asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Muhammad Wildan Al Ghozali  tercantum dalam Hall of Fame U.S. Department of Education (Departemen Pendidikan Amerika Serikat). Kisah Wildan membuktikan keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi di tingkat dunia.

“Alhamdulillah, saya senang dan bangga karena laporan yang saya kirim dinyatakan valid. Saya berharap ini bisa menjadi motivasi bahwa pelajar dari daerah juga mampu berprestasi hingga kancah internasional,” kata Wildan di Sampit, Sabtu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelajar kelas XI MAN 1 Kotawaringin Timur itu mengaku ketertarikannya pada dunia teknologi tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Awalnya ia gemar bermain gim di laptop, kemudian tertarik mempelajari pemrograman setelah melihat kemampuan seorang temannya.

Rasa ingin tahu itu mendorongnya belajar secara mandiri melalui media sosial, mesin pencari, hingga berbagai referensi di internet. Tanpa bergabung dengan komunitas maupun memiliki pembimbing khusus, kemampuannya terus berkembang hingga mampu membuka jasa pembuatan situs web sebelum akhirnya mendalami bidang keamanan siber.

Perjalanan itu membawanya mengenal dunia bug bounty, yakni program resmi yang diselenggarakan perusahaan maupun lembaga, memberikan apresiasi kepada ethical hacker atau peretas etis yang berhasil menemukan dan melaporkan kerentanan pada sistem mereka sebelum dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.

 

Menurut Wildan, keberhasilan memperoleh pengakuan dari Departemen Pendidikan Amerika Serikat bermula saat mengikuti program di platform Bugcrowd, mempertemukan organisasi dengan jaringan peneliti keamanan independen dari berbagai negara.

“Sebelum mencari celah, saya mempelajari dulu ruang lingkup atau in-scope domain yang boleh diuji. Setelah itu saya menggunakan teknik Google Dorking untuk menemukan informasi yang berpotensi mengarah pada kerentanan," ujarnya.

Dari proses tersebut, ia menemukan sebuah berkas yang mengandung data sensitif pada domain yang berkaitan dengan klien di Amerika Serikat. Setelah dianalisis lebih lanjut, Wildan mengidentifikasi adanya celah bertipe information disclosure atau kebocoran informasi.

Ia menjelaskan, kerentanan semacam itu dapat berdampak serius karena memungkinkan pihak lain memperoleh data pribadi, berpotensi disalahgunakan untuk rekayasa sosial (social engineering), pencurian identitas, kerugian finansial hingga berbagai bentuk kejahatan siber lainnya.

Temuan tersebut kemudian dilaporkannya melalui prosedur resmi. Setelah dilakukan proses verifikasi oleh pihak terkait, laporan itu dinyatakan valid sehingga namanya dicantumkan dalam halaman Hall of Fame sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi meningkatkan keamanan sistem.

“Saya juga meminta sertifikat resmi dan saat ini masih berproses. Sertifikat itu untuk portofolio ketika nanti saya melanjutkan pendidikan maupun berkarier di bidang keamanan siber," tuturnya.

Prestasi tersebut bukanlah keberhasilan pertamanya. Sebelumnya Wildan telah beberapa kali menemukan celah keamanan pada sejumlah situs di Indonesia, di antaranya milik Pemerintah Kabupaten Blitar, Detik.com, Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, laman PPID Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, PPID Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, hingga situs Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Kerentanan yang ditemukannya beragam, mulai dari kebocoran data pribadi, keterbukaan jalur direktori internal server, full path disclosure, hingga konfigurasi sistem yang dapat diakses publik. Seluruh temuan itu disampaikan melalui mekanisme pelaporan yang benar sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh pengelola sistem.

Di tingkat lokal, Wildan juga pernah diminta membantu memeriksa keamanan laman Kementerian Agama Kotim. Dari pemeriksaan tersebut ia kembali menemukan beberapa kerentanan yang kemudian dilaporkan agar dapat segera diperbaiki.

Baginya, seorang bug hunter bukanlah peretas yang merusak sistem, melainkan pihak yang membantu meningkatkan keamanan digital dengan menemukan kelemahan sebelum dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. 

Oleh karena itu, ia selalu menekankan pentingnya menjalankan seluruh proses secara etis dan sesuai aturan. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang memperkuat semangatnya. Sebagai anak keempat dari delapan bersaudara, Wildan mengaku orang tuanya yang bekerja di sektor swasta selalu memberikan motivasi, termasuk memfasilitasi kebutuhan belajar dengan membelikan laptop.

“Orang tua, guru dan teman-teman sangat mendukung. Bahkan setelah mengetahui saya berhasil menemukan celah di situs web luar negeri, orang tua memberi apresiasi berupa tambahan uang saku. Itu menjadi penyemangat untuk terus belajar,” ungkapnya.

Ke depan, Wildan bercita-cita menjadi Cybersecurity Analyst dan menargetkan melanjutkan pendidikan di Telkom University atau Binus University. Ia bahkan memiliki impian yang lebih besar, yakni suatu hari dapat menemukan kerentanan pada sistem milik NASA melalui program bug bounty resmi.

Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih bijak memanfaatkan teknologi dan media sosial. Menurutnya, ancaman kebocoran data dan penyalahgunaan jejak digital semakin besar apabila pengguna tidak memahami pentingnya keamanan informasi.

“Anak muda harus lebih melek teknologi, lebih berhati-hati menggunakan media sosial dan menjaga jejak digital. Hal kecil seperti komentar yang buruk atau membagikan data pribadi bisa menjadi pintu masuk berbagai kejahatan siber. Semoga semakin banyak generasi muda yang lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi,” demikian Wildan.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Apresiasi Gelaran IOAC 2026, Harlin E Rahardjo Ingatkan Pentingnya Pembinaan Atlet Jangka Panjang

Apresiasi Gelaran IOAC 2026, Harlin E Rahardjo Ingatkan Pentingnya Pembinaan Atlet Jangka Panjang

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E Rahardjo, mengapresiasi dengan positif gelaran Indonesia Open Aquatic Championship 2026 (IOAC).
Wamentrans Viva Yoga: Presiden Prabowo Titip 4 Amanat untuk Transmigrasi, dari Jaga NKRI hingga Swasembada Pangan

Wamentrans Viva Yoga: Presiden Prabowo Titip 4 Amanat untuk Transmigrasi, dari Jaga NKRI hingga Swasembada Pangan

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberikan empat amanat kepada Kementerian Transmigrasi. Hal itu disampai..
Inter Milan Aktifkan Opsi Kontrak Federico Dimarco, Barcelona Terancam Gagal Boyong Tembok Timnas Italia

Inter Milan Aktifkan Opsi Kontrak Federico Dimarco, Barcelona Terancam Gagal Boyong Tembok Timnas Italia

Rencana Barcelona merekrut Federico Dimarco dari Inter Milan kian sulit terwujud. Nerazzurri mengambil langkah penting untuk pertahankan bek sayap andalannya.
Pramono Klaim Penduduk Miskin di Jakarta Berkurang 6.500 Orang

Pramono Klaim Penduduk Miskin di Jakarta Berkurang 6.500 Orang

Pramono juga mengatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta pada 2026 ini mencapai 85,88, meningkat 0,83 poin atau 0,98 persen dibandingkan sebelumnya
Timnas Indonesia Disorot Media ASEAN, Penundaan Piala Asia 2027 Bikin Agenda Uji Coba Garuda Batal Terlaksana

Timnas Indonesia Disorot Media ASEAN, Penundaan Piala Asia 2027 Bikin Agenda Uji Coba Garuda Batal Terlaksana

Penundaan Piala Asia 2027 membawa dampak terhadap agenda Timnas Indonesia. Situasi tersebut bahkan menjadi sorotan media olahraga Vietnam.
APPI Ungkap 24 Klub Sepak Bola Indonesia Tunggak Hak 298 Pemain, Nilainya Lebih dari Rp14 Miliar

APPI Ungkap 24 Klub Sepak Bola Indonesia Tunggak Hak 298 Pemain, Nilainya Lebih dari Rp14 Miliar

APPI mencatat 24 klub dari berbagai kompetisi menunggak hak 298 pemain dengan nilai lebih dari Rp14 miliar. Persoalan ini kini membayangi sepak bola Indonesia.

Trending

Viral Pengakuan Pelari Perempuan Diduga Dilecehkan saat Sport Massage di GBK, Ini Kronologinya

Viral Pengakuan Pelari Perempuan Diduga Dilecehkan saat Sport Massage di GBK, Ini Kronologinya

Kasus dugaan pelecehan seksual saat sport massage di kawasan GBK viral di Threads. Korban mengaku diraba terapis tanpa persetujuan, Hamda DF akhirnya buka
Warga Binjai Ini Mencari Keadilan atas Saldo Senilai Rp 2,3 Miliar yang Raib di Maybank

Warga Binjai Ini Mencari Keadilan atas Saldo Senilai Rp 2,3 Miliar yang Raib di Maybank

Seorang nasabah Maybank, Mulyadi (54) warga Binjai, terus mencari keadilan atas dugaan saldo sebesar Rp2.349.000.000, di dalam rekening Maybank miliknya yang ti
Ganda tvOne Pertahankan Tradisi Medali di Kejuaraan Bulu Tangkis Antarmedia

Ganda tvOne Pertahankan Tradisi Medali di Kejuaraan Bulu Tangkis Antarmedia

Purwanto-Salamun memastikan medali perunggu setelah mengalahkan pasangan Eka-Jiyanto dalam dua gim langsung dengan skor 21-9 dan 21-15.
Respons Jokowi soal Tawa Roy Suryo Pecah saat Ijazahnya Ditunjukkan: Kita Lihat

Respons Jokowi soal Tawa Roy Suryo Pecah saat Ijazahnya Ditunjukkan: Kita Lihat

Inilah respons Jokowi soal tawa Roy Suryo pecah saat dirinya menunjukkan ijazah S1-nya. Jokowi menanggapi tawa Roy dengan meminta semua pihak untuk menunggu keputusan majelis hakim.
Pesan Menohok Roy Suryo setelah Sidang di PN Jakarta Timur, Singgung Perbedaan Ijazah Jokowi

Pesan Menohok Roy Suryo setelah Sidang di PN Jakarta Timur, Singgung Perbedaan Ijazah Jokowi

Jokowi hadir sebagai saksi dan memperlihatkan ijazah pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai sarjana di UGM.
Beda dari Timnas Indonesia, Pemain Australia Mogok Main Imbas Paksakan Tetap ke Yordania

Beda dari Timnas Indonesia, Pemain Australia Mogok Main Imbas Paksakan Tetap ke Yordania

Australia akan menghadapi Yordania di Stadion Internasional Amman, 17 November 2026. Sebelum laga ini, Australia akan menghadapi Qatar pada 14 November 2026.
Timnas Indonesia Bikin Pusing Yordania, Badou Zaki Buka Semua Opsi untuk Isi FIFA Matchday Novemeber 2026

Timnas Indonesia Bikin Pusing Yordania, Badou Zaki Buka Semua Opsi untuk Isi FIFA Matchday Novemeber 2026

Federasi Sepak Bola Yordania kini berpacu dengan waktu untuk mencari lawan pengganti agar agenda FIFA Matchday November tidak hanya diisi satu pertandingan.
Selengkapnya

Viral