Wamentrans Viva Yoga: Presiden Prabowo Titip 4 Amanat untuk Transmigrasi, dari Jaga NKRI hingga Swasembada Pangan
- tvOnenews.com/Ammar Ramzi
Denpasar, tvOnenews.com — Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberikan empat amanat kepada Kementerian Transmigrasi. Hal itu disampaikan Viva Yoga dalam acara Seminar Nasional: Konferensi Ilmiah dan Lokakarya Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jumat, (6/11/2026).
Pertama, menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Viva Yoga, perpindahan penduduk dari Jawa dan Bali ke Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Sulawesi memicu akulturasi budaya, asimilasi, hingga pernikahan antarsuku, sehingga memperkuat ikatan kebangsaan dan nasionalisme Indonesia.
- tvOnenews.com/Ammar Ramzi
Kedua, mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan.
Dalam program transmigrasi, setiap transmigran diberi lahan seluas 2 hektare oleh negara untuk diolah sebagai sumber ekonomi.
"Meski tidak semua betah dan sukses, sebagian besar hidupnya berubah menjadi lebih sejahtera. Banyak yang kini menjadi petani sawit, padi, karet, kopi, kakao, hingga pala setelah menerima tanah sebagai bagian dari reforma agraria," ujar Viva Yoga.
Ketiga, membangun swasembada pangan.
Kawasan transmigrasi dinilai relatif lebih cepat tumbuh dibanding daerah non-transmigrasi dan menjadi sentra produksi pangan, terutama beras, karena kultur masyarakat Jawa dan Bali yang terbiasa bercocok tanam.Contohnya di Maluku Tengah, Halmahera Utara di Maluku Utara, dan Telang, Banyuasin, Sumatera Selatan yang pada 2025 mendapat penghargaan karena memproduksi padi hingga 2 juta ton dan menjadi kabupaten penghasil beras terbanyak.
Keempat, melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Daerah yang semula kosong dan terisolasi berubah menjadi daerah mandiri, maju, dan berkembang karena adanya aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya.
Hal ini sejalan dengan gagasan Bung Hatta bahwa industrialisasi besar-besaran harus segera dibangun di luar Pulau Jawa, yang membutuhkan pembinaan penduduk Jawa sebagai tenaga kerjanya.
Selain itu, Viva Yoga menjelaskan terjadi perubahan paradigma transmigrasi. Pada era Orde Baru, paradigma lama bersifat sentralistis dan top down, di mana pusat bertindak sebagai steering dan operating.
"Kini pusat hanya berperan sebagai fasilitator dengan pendekatan desentralisasi. Jika ada program perpindahan penduduk, pemerintah daerah harus menyediakan lahan yang clean, clear, and free dan mendapat persetujuan dari pemerintah daerah, kemudian diajukan ke Kementerian Transmigrasi," jelasnya.
Load more