Forum Kontraktor SPPG Minta BGN Segera Tuntaskan Pembayaran, Beri Tenggat hingga Agustus
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Forum Komunikasi Kontraktor Pembangunan Sarana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Tahun Anggaran 2025 secara resmi menyampaikan surat beserta dokumen pendukung kepada Badan Gizi Nasional (BGN), Jumat (7/8), sebagai bentuk permohonan percepatan penyelesaian administrasi dan pembayaran atas pekerjaan pembangunan Sarana SPPG yang telah diselesaikan.
Surat tersebut disampaikan setelah perwakilan Forum mendatangi layanan pengaduan terpadu BGN untuk meminta kepastian terkait proses pembayaran yang hingga kini belum terealisasi.
Dalam kesempatan itu, Forum juga menyerahkan dokumen yang memuat data 74 perusahaan kontraktor di 315 titik, mulai dari Aceh hingga Papua.
Humas Forum Komunikasi Kontraktor Pembangunan Sarana SPPG BGN APBN Tahun Anggaran 2025, Enriqco, mengatakan bahwa para kontraktor hanya mengharapkan kepastian pembayaran atas pekerjaan yang telah diselesaikan sesuai kontrak.
"Kami datang bukan untuk meminta perlakuan khusus. Kami hanya menunggu hak kami sebagai penyedia jasa yang telah melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak. Dokumen sudah kami serahkan, proses audit sudah berjalan, tetapi sampai hari ini pembayaran belum juga dilakukan," ujar Enriqco.
Menurutnya, saat bertemu dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Forum kembali memperoleh penjelasan bahwa proses masih berada pada tahap audit.
Padahal, menurut Forum, proses audit tersebut seharusnya telah selesai sejak bulan Ramadan.
Forum menilai kondisi tersebut semakin membebani para kontraktor karena hingga kini mereka masih harus menanggung bunga pinjaman, kewajiban kepada perbankan, pembayaran kepada pemasok, hingga biaya pemeliharaan bangunan yang belum dapat diserahterimakan.
"DP belum kami terima, termin pembayaran juga belum ada. Sementara kami tetap harus membayar bunga pinjaman, memenuhi kewajiban kepada bank, serta menjaga bangunan yang telah selesai kami kerjakan. Dari yang awalnya penuh semangat mendukung program ini, kini kami justru berada dalam kondisi yang sangat berat," katanya.
Meski menghadapi persoalan pembayaran, Forum menegaskan tetap mendukung Program Makan Bergizi Gratis karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami melihat sendiri manfaat program ini di daerah. Programnya sangat baik dan harus terus dikawal. Justru karena kami percaya pada program ini, kami berharap hak para mitra yang telah bekerja secara profesional juga segera dipenuhi," ujar Enriqco.
Forum berharap Badan Gizi Nasional dapat segera menindaklanjuti surat yang telah disampaikan dan merealisasikan pembayaran paling lambat pada Agustus 2026.
"Kami berharap minggu depan sudah ada jawaban yang jelas dan pembayaran bisa segera direalisasikan. Jangan sampai melewati bulan Agustus karena kami juga memiliki komitmen kepada perbankan, pemasok, dan pihak-pihak lainnya. Kalaupun nanti dibayarkan, itu hanya mengurangi kerugian yang sudah kami tanggung, bukan lagi menjadi keuntungan," tutupnya. (*)
Load more