News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Pernyataan Presiden Prabowo Kinerja Pemerintahan "Oke", Gerindra: Itu Bukan Klaim Sepihak!

Merujuk pada hasil Survei IPO terbaru per 8 Agustus 2026 yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo mencapai 63 persen.
Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:58 WIB
Presiden Prabowo saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Sumber :
  • Setpres

Jakarta, tvOnenews.com - Partai Gerindra, merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kinerja dua tahun pemerintahannya bernilai "oke".

Juru Bicara Partai Gerindra,Sugiat Santoso mengatakan pernyataan Prabowo tersebut bukan merupakan klaim sepihak. Menurutnya, penilaian tersebut merupakan refleksi atas kerja keras seluruh jajaran pemerintahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Merujuk pada hasil Survei IPO terbaru per 8 Agustus 2026 yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo mencapai 63 persen.

"Ini bukti nyata bahwa arah kebijakan pemerintah berada di jalur yang benar (on the right track)," kata Sugiat, di Jakarta, pada Minggu (9/8/2026).

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso.
Sumber :
  • Antara

Sugiat mengatakan, salah satu indikator yang menunjukkan kinerja pemerintah adalah kemampuan menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah gejolak perekonomian global.

Menurutnya, ketika sejumlah negara menghadapi tekanan ekonomi dan menaikkan harga energi, pemerintah Indonesia memilih mempertahankan harga BBM bersubsidi untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi inflasi.

"Pemerintah berhasil menjaga stabilitas ekonomi domestik. BBM bersubsidi tidak dinaikkan demi menjaga daya beli rakyat dan mencegah inflasi," ujar Wakil Ketua Komisi XIII DPR ini.

"Kebijakan ini adalah bentuk keberpihakan nyata kepada rakyat kecil dan dunia usaha," tambahnya.

Ia juga menyoroti keberadaan Badan Pengelola Investasi Danantara dalam satu tahun terakhir. Sugiat menyebut lembaga tersebut menunjukkan peningkatan kinerja finansial yang signifikan.

"Kehadiran Badan Pengelola Investasi Danantara dalam satu tahun terakhir menunjukkan lompatan kinerja finansial yang sangat signifikan yaitu meningkat hingga 300–400 persen," katanya.

Menurut Sugiat, capaian tersebut menunjukkan komitmen Presiden Prabowo dalam memperbaiki tata kelola dan menutup potensi kebocoran anggaran.

Selain sektor ekonomi dan pengelolaan BUMN, Sugiat menilai pemerintah juga memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Ia mencontohkan pembangunan hampir 2.500 jembatan desa di berbagai daerah di Indonesia. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk membuka konektivitas wilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, sekaligus menunjang mobilitas masyarakat, termasuk anak-anak sekolah di daerah pelosok.

"Pemerintah tidak hanya fokus pada proyek megastruktur, tetapi juga pada infrastruktur mikro yang berdampak langsung pada kehidupan harian warga. Pembangunan mendekati 2.500 jembatan desa di seluruh Indonesia adalah respons cepat pemerintah terhadap konektivitas wilayah, distribusi hasil tani, dan mobilitas anak-anak sekolah di daerah pelosok," tutur Sugiat.

Meski menilai kinerja pemerintahan sudah berada di jalur yang tepat, Sugiat menegaskan predikat "oke" tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. 

Sebaliknya, penilaian tersebut harus menjadi dorongan agar Presiden dan seluruh jajaran menteri meningkatkan kecepatan serta efektivitas kerja.

Sugiat mengatakan, pemerintah tetap harus membuka ruang terhadap kritik, masukan, dan pengawasan publik. Menurutnya, hal tersebut penting agar berbagai program yang ditujukan bagi masyarakat dapat terlaksana secara tepat sasaran.

"Pemerintah tetap terbuka terhadap masukan, kritik, serta pengawasan publik demi memastikan seluruh program prorakyat berjalan tepat sasaran hingga akhir periode," ujarnya.

Sugiat juga menilai ketahanan pangan menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kinerja pemerintahan Prabowo. Di tengah ancaman gangguan rantai pasok global dan perubahan iklim yang berdampak terhadap sejumlah negara, Indonesia dinilai mampu menjaga ketersediaan bahan pokok tetap aman dan stabil.

"Di saat berbagai negara menghadapi ancaman ketahanan pangan akibat disrupsi rantai pasok global dan perubahan iklim, Indonesia mampu menjaga pasokan bahan pokok tetap aman dan stabil," kata Sugiat.

Penguatan sektor pertanian serta modernisasi rantai distribusi berperan penting dalam menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

Selain ketahanan pangan, Sugiat menyoroti instruksi Presiden Prabowo kepada para menteri untuk melakukan efisiensi anggaran, termasuk memangkas perjalanan dinas luar negeri. Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk menggunakan anggaran secara lebih hemat dan tepat sasaran.

Sugiat mengatakan, anggaran negara harus diarahkan pada program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

"Setiap anggaran dialokasikan secara efektif dan efisien untuk program yang dirasakan langsung oleh masyarakat bawah, seperti perbaikan gizi anak, fasilitasi desa, dan pemberdayaan ekonomi lokal," katanya.

Lebih lanjut, Sugiat menyebut pendekatan pembangunan pemerintah saat ini diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat paling bawah. Salah satunya melalui program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

"Pendekatan pembangunan pemerintah difokuskan pada penguatan fondasi ekonomi dari akar rumput. Melalui peta kerja Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang mengadaptasi semangat kemandirian, pemerintah mendorong efisiensi rantai pasok dan memangkas biaya perantara yang selama ini merugikan petani dan peternak," jelas Sugiat.

Ia mengatakan jika Prabowo tidak menutup mata terhadap persoalan sistemik yang selama ini terjadi di dalam tata kelola negara.

Menurutnya, keberanian pemerintah mengidentifikasi potensi kebocoran anggaran dan melakukan pembenahan di tubuh BUMN justru merupakan bagian dari transparansi dan upaya memperbaiki sistem.

"Presiden Prabowo juga tidak pernah menutup-nutupi penyakit sistemik negara. Beliau mendiagnosisnya dan langsung mengoperasinya," tegas Sugiat.

"Keberanian mengakui potensi kebocoran anggaran dan pembenahan di tubuh BUMN bukanlah kelemahan, melainkan bentuk transparansi," sambungnya.

Ia menambahkan, pemerintah harus memastikan uang negara digunakan untuk membiayai program-program yang memiliki manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.

"Pemerintah tidak lagi membiarkan uang rakyat menguap di tengah jalan, melainkan menguncinya rapat-rapat untuk membiayai program strategis seperti gizi anak dan pendidikan," katanya.

Sugiat juga menilai pelaksanaan berbagai program pemerintah dalam dua tahun terakhir tidak terlepas dari stabilitas politik dan soliditas kabinet.

Kerja sama lintas sektor dan koordinasi antar-kementerian membuat berbagai kebijakan dapat dijalankan tanpa terganggu konflik politik yang tidak produktif.

"Dua tahun ini membuktikan, ketika para pemimpin bangsa bersatu dan membuang ego politik, yang diuntungkan adalah rakyat," kata Sugiat.

"Keberhasilan menjalankan program-program lintas sektor dalam dua tahun terakhir adalah buah dari stabilitas politik dan soliditas tim kabinet," lanjutnya.

Kerja sama yang selaras antar-kementerian menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan program pemerintah berjalan secara efektif.

Di akhir, Sugiat menilai berbagai program besar yang dijalankan pemerintahan Prabowo harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar program yang berorientasi pada hasil politik dalam satu periode.

Ia mencontohkan investasi pemerintah di bidang nutrisi anak sekolah, perbaikan sekolah dan pendidikan vokasi, serta penguatan sektor energi dan pangan.

"Terakhir, semua investasi besar pemerintah saat ini mulai dari nutrisi anak sekolah, perbaikan sekolah/vokasi, hingga penguatan energi dan pangan adalah investasi jangka panjang," kata Sugiat. (muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Belajar dari Piala AFF 2026, Singapura Bisa Jadi Batu Sandungan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup

John Herdman Belajar dari Piala AFF 2026, Singapura Bisa Jadi Batu Sandungan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup

‎Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Singapura pada pertandingan pertama Grup A Divisi 1. Duel tersebut akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam.
Lebih Muda dari Pemain Tertua Singapura, Gavin Lee Ungkap Cara 'Taklukkan' Tim untuk Nurut

Lebih Muda dari Pemain Tertua Singapura, Gavin Lee Ungkap Cara 'Taklukkan' Tim untuk Nurut

Walau sudah bersama-sama Timnas Singapura sejak 2024 lalu, ternyata Gavin Lee masih sering mendapatkan pertanyaan soal usianya yang masih seumuran dengan skuad Singapura. 
Belum 'Move On' dari Megawati Hangestri, Pemain Red Sparks Malah Kedapatan Grebek Markas Hyundai Hillstate

Belum 'Move On' dari Megawati Hangestri, Pemain Red Sparks Malah Kedapatan Grebek Markas Hyundai Hillstate

Daejeon JungKwanJang Red Sparks tampaknya mulai sepenuhnya meretas bayang-bayang kejayaan era Megawati Hangestri Pertiwi. Setelah dua musim berturut-turut mengg
Daratan Baru Anak Krakatau Capai 32,8 Hektare, Seluas Puluhan Lapangan Sepak Bola

Daratan Baru Anak Krakatau Capai 32,8 Hektare, Seluas Puluhan Lapangan Sepak Bola

Daratan baru di sekitar Gunung Anak Krakatau mencapai 32,8 hektare. Badan Geologi menduga daratan terbentuk dari material erupsi yang mengendap.
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026, Media Vietnam Ramal Hasil Mengejutkan di GBK

Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026, Media Vietnam Ramal Hasil Mengejutkan di GBK

Timnas Indonesia akan memulai perjuangannya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan melawan Singapura pada pertandingan pembuka Grup A. Media Vietnam beri prediksi skor.
Heboh Dugaan Fasilitas 'Apartemen' di Lapas Cibinong, Pimpinan DPR Tegaskan Tak Boleh Ada Perlakuan Istimewa bagi Napi

Heboh Dugaan Fasilitas 'Apartemen' di Lapas Cibinong, Pimpinan DPR Tegaskan Tak Boleh Ada Perlakuan Istimewa bagi Napi

Parlemen menyoroti keras dugaan perlakuan istimewa terhadap warga binaan di dalam penjara. Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa menggarisbawahi bahwa seluruh narapidana di lembaga pemasyarakatan (lapas) berhak atas perlakuan yang setara tanpa privilese fasilitas hunian.

Trending

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Move on dari Megawati Hangestri, Red Sparks sambut musim baru V-League dengan trio Yeum Hye-seon, Vanja Bukilic dan Zhong Hui yang belum lama gelar photo shoot.
4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

Media sosial dihebohkan dengan video berjudul A Day in My Life. Ternyata ada beberapa fakta yang baru disampaikan pihak Kepolisian.
Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama kali berlatih dengan Megawati Hangestri, Kim Hee-jin mengungkap hal yang membuatnya terkesan. Simak proses adaptasi Mega di Hyundai Hillstate.
Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Kisah Savanna Azzahra, gadis yang curhat di TikTok kalau calon suaminya selingkuh dengan sang kakak hingga hamil tiga bulan ternyata merupakan rekayasa dari AI.
‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, langsung memasang target tinggi setelah tiba di Indonesia untuk mengikuti FIFA ASEAN Cup 2026. Juru taktik asal Inggris itu menegaskan Gajah Perang datang dengan ambisi membawa pulang gelar juara.
Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Pihak kepolisian meminta agar video mesum berkedok “A Day in My Life” tidak disebarluaskan lagi.
Karier Mulai Sukses,4 Zodiak Ini Diprediksi Makin Bersinar Besok 25 September 2026

Karier Mulai Sukses,4 Zodiak Ini Diprediksi Makin Bersinar Besok 25 September 2026

Peluang karier mulai terbuka! 4 zodiak ini diprediksi makin bersinar besok, 25 September 2026. Siapa yang bakal mendapat kesempatan menarik?
Selengkapnya

Viral