Ekshumasi Sutrimo Belum Ungkap Penyebab Kematian, 3 Tes Laboratorium Jadi Penentu
- tvOnenews.com/Aldi Herlanda
“Dari hasil pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam, secara visual kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka yang di mana diakibatkan oleh karena kekerasan tumpul maupun kekerasan tajam,” ujar Yudi.
Meski demikian, temuan tersebut baru merupakan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara langsung terhadap kondisi jenazah. Tim masih harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum dapat menyimpulkan penyebab kematian.
Jenazah yang diperiksa diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 40 tahun dan panjang badan sekitar 166 sentimeter.
Ketua PDFMI Brigjen Pol Dr. Sumy Hastry Purwanti sebelumnya menjelaskan, identifikasi terhadap jasad juga dilakukan berdasarkan ciri khusus yang diketahui pihak keluarga.
Salah satunya adalah kondisi jempol kaki kiri yang tidak ada. Selain itu, terdapat bekas luka di bagian bahu kanan yang menurut keterangan keluarga merupakan bekas tindakan medis atau operasi kecil.
Kasus Sutrimo Sudah Naik ke Penyidikan
Kematian Sutrimo sebelumnya telah masuk ke tahap penyidikan setelah Polda Metro Jaya meningkatkan status perkara dari penyelidikan.
Sutrimo ditemukan tewas di depan Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis, 23 Juli 2026. Keluarga kemudian melaporkan adanya dugaan kematian yang tidak wajar.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan peningkatan status perkara dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan yang sebelumnya dilakukan Polresta Banyumas bersama tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
“Dari hasil penyelidikan yang tentunya sudah dilakukan oleh Polresta Banyumas, juga dari hasil penyelidikan dari tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kami sudah meningkatkan ke proses penyidikan,” kata Iman di Polda Metro Jaya, Senin, 10 Agustus 2026.
Dalam proses penyelidikan sebelumnya, polisi telah meminta keterangan dari 24 saksi.
Kini, penyidik masih berfokus mencari fakta hukum mengenai penyebab kematian Sutrimo. Polisi juga akan mendalami berbagai temuan selama proses penyidikan berlangsung.
Laporan yang diterima Polda Metro Jaya memuat dugaan tindak pidana pembunuhan atau pembunuhan berencana.
Karena itu, hasil pemeriksaan forensik menjadi bagian penting dalam penyidikan. Penyebab kematian Sutrimo belum dapat dipastikan hanya berdasarkan temuan tidak adanya luka kekerasan, sebab polisi masih menunggu hasil histopatologi, toksikologi, dan DNA sebelum menarik kesimpulan lebih lanjut. (ars/nsp)
Load more