News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengembang Kalimantan Barat Hibahkan Teknologi Berbasis AI untuk Prediksi Karhutla

Pengembang teknologi asal Kalimantan Barat menghibahkan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dikembangkan untuk membantu memprediksi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga 24 bulan ke depan.
Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:35 WIB
Pengembang Kalimantan Barat Hibahkan Teknologi Berbasis AI untuk Prediksi Karhutla
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Pengembang teknologi asal Kalimantan Barat, Hajon Mahdy, melalui Hotama Technologies menghibahkan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dikembangkan untuk membantu memprediksi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga 24 bulan ke depan.

Teknologi tersebut dihibahkan secara gratis untuk mendukung upaya pencegahan dan mitigasi Karhutla, khususnya di Kalimantan Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sistem yang dikembangkan menggunakan pendekatan predictive analytics berbasis AI, dengan mengolah berbagai variabel dan data terkait untuk menghasilkan pemetaan tingkat risiko Karhutla pada suatu wilayah dalam periode tertentu.

Kemampuan proyeksi hingga 24 bulan tersebut tidak dimaksudkan untuk menentukan secara absolut kapan dan di mana kebakaran akan terjadi, tetapi menghasilkan indikasi probabilitas dan tingkat risiko yang dapat menjadi dasar pendukung pengambilan keputusan serta diperbarui seiring masuknya data terbaru.

“Selama ini teknologi banyak digunakan ketika titik api sudah muncul. Kami ingin mendorong pendekatan yang lebih preventif. Dengan data yang cukup, AI dapat membantu membaca pola dan memberikan gambaran risiko jauh lebih awal, sehingga kita memiliki waktu untuk melakukan mitigasi,” ujar Hajon, memgutip Antara pada Jumat (28/7/2026).

Inisiatif tersebut telah diperkenalkan dalam diskusi strategis penanganan Karhutla di Kalimantan Barat yang diinisiasi PMI Kalimantan Barat, sebagaimana diberitakan Pontianak Post pada 26 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut membahas potensi Karhutla, pemetaan wilayah berisiko, kondisi gambut, serta prioritas mitigasi dengan dukungan sistem informasi.

Forum tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya PMI Kalimantan Barat, Balai Pengelola Ekosistem Gambut dan Mangrove KLH, Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Kementerian PU, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Bank Indonesia, serta Bank Kalbar.

Pembahasan lintas instansi menjadi penting karena kemampuan sistem prediksi sangat bergantung pada integrasi berbagai sumber data. Semakin lengkap dan berkualitas data yang tersedia, semakin besar peluang model menghasilkan pemetaan risiko yang dapat digunakan sebagai pendukung mitigasi di lapangan.

Forum tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk mempertemukan teknologi, data, dan kebutuhan lapangan dalam satu sistem mitigasi Karhutla yang lebih terintegrasi.

Salah satu fitur utama yang dikembangkan adalah Peat Fire Vulnerability Index (PFVI), sebuah indeks yang dirancang untuk membantu mengidentifikasi dan memetakan tingkat kerentanan kebakaran pada kawasan gambut.

Keberadaan PFVI menjadi penting karena kawasan gambut memiliki karakteristik kebakaran yang berbeda dengan lahan mineral. Ketika gambut mengering, api dapat menjalar ke lapisan bawah permukaan sehingga lebih sulit dideteksi dan dipadamkan.

Melalui Peat Fire Vulnerability Index, sistem dapat menggabungkan sejumlah indikator relevan untuk menghasilkan klasifikasi tingkat kerentanan kawasan gambut.

Data tersebut kemudian dapat dipadukan dengan model prediksi AI sehingga sistem tidak hanya menjawab pertanyaan “di mana terdapat hotspot?”, tetapi bergerak lebih awal untuk membantu menjawab “wilayah gambut mana yang semakin rentan dan perlu mendapatkan intervensi sebelum kebakaran terjadi?”

“Kalau kita baru bergerak setelah hotspot muncul, kita sudah berada pada fase kejadian. Peat Fire Vulnerability Index kami kembangkan agar kita bisa melihat kerentanan kawasan lebih awal. Tujuannya sederhana: jangan menunggu ada api untuk mulai bergerak,” jelasnya.

Informasi tersebut berpotensi digunakan sebagai salah satu instrumen pendukung dalam menentukan prioritas patroli, pembasahan gambut, pengelolaan sumber air, penempatan sumber daya, hingga intervensi terhadap wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi.

Teknologi yang dikembangkan mendorong perubahan paradigma penanganan Karhutla melalui tiga lapisan informasi: deteksi kondisi saat ini, pemetaan kerentanan kawasan gambut, dan prediksi risiko ke depan.

Dengan pendekatan tersebut, pemangku kepentingan diharapkan tidak hanya memiliki informasi mengenai kejadian yang sedang berlangsung, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai wilayah yang perlu mendapatkan perhatian dalam jangka pendek hingga jangka panjang.

“Bayangkan jika kita mengetahui sebuah kawasan memiliki tren risiko yang meningkat beberapa bulan sebelum memasuki kondisi kritis. Pemerintah dan petugas lapangan memiliki waktu untuk melakukan intervensi. Nilai terbesar AI di sini bukan ketika ia menemukan api, tetapi ketika informasi yang dihasilkan membantu kita mencegah api itu terjadi,” lanjutnya.

Hajon menegaskan bahwa teknologi tersebut tidak ditawarkan sebagai proyek komersial kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melainkan menghibahkan teknologi dan sistem AI tersebut agar dapat digunakan untuk kepentingan mitigasi Karhutla.

Namun, tahap selanjutnya membutuhkan kolaborasi terutama terkait ketersediaan, kualitas, serta integrasi data dari berbagai lembaga.

“Teknologinya kami hibahkan. Kami tidak meminta pemerintah membeli sistem ini. Yang kami harapkan adalah kolaborasi dan akses terhadap data yang relevan agar AI dapat bekerja semakin baik dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ungkap Hajon.

Menurutnya, kolaborasi dapat melibatkan pemerintah daerah, instansi lingkungan hidup, pengelola ekosistem gambut, lembaga kebencanaan, akademisi, komunitas, hingga institusi lain yang memiliki data dan kompetensi terkait Karhutla.

Bagi Hajon, keputusan menghibahkan teknologi tersebut berangkat dari keterikatannya sebagai putra daerah dan pengusaha teknologi yang tumbuh dari Kalimantan Barat.

Karhutla menurutnya bukan hanya persoalan lingkungan. Dampaknya dapat menyentuh kesehatan masyarakat, pendidikan, aktivitas ekonomi, transportasi, hingga kualitas hidup masyarakat Kalimantan Barat.

“Kami membangun teknologi dari Kalimantan Barat. Kalau kemampuan yang kami punya bisa digunakan untuk membantu menjaga Kalimantan, saya rasa tidak semuanya harus dihitung sebagai bisnis. Kalimantan ini rumah kami, dan kami ingin teknologi yang kami bangun ikut menjaganya,” ujarnya.

Pertemuan lintas instansi yang telah berlangsung menjadi langkah awal. Tahap berikutnya adalah memperkuat kolaborasi dan integrasi data agar teknologi tersebut dapat diuji, dikembangkan, dan dimanfaatkan sebagai instrumen pendukung mitigasi Karhutla.

Dengan Artificial Intelligence, prediksi risiko hingga 24 bulan, Peat Fire Vulnerability Index, dan integrasi data lintas sektor, pendekatan penanganan Karhutla diharapkan dapat bergerak dari sekadar mengetahui di mana api sedang terjadi, menjadi mengetahui di mana risiko sedang terbentuk dan apa yang dapat dilakukan sebelum api muncul.(ant/ree)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Modus Tersangka TPPO Tentara Bayaran Rusia, Korban Diiming-Imingi Gaji hingga Rp620 Juta

Modus Tersangka TPPO Tentara Bayaran Rusia, Korban Diiming-Imingi Gaji hingga Rp620 Juta

Adapun modus operandi yang dilakukan tersangka yaitu mempermudah korban untuk sampai ke Rusia menjadi tentara bayaran dan mengiming-imingi gaji yang besar.
Usai Sekian Purnama, Shayne Pattynama Resmi Masuk Skuad Persija saat Hadapi PSMS Medan di League Cup  ‎

Usai Sekian Purnama, Shayne Pattynama Resmi Masuk Skuad Persija saat Hadapi PSMS Medan di League Cup ‎

Shayne Pattynama secara resmi masuk dalam skuad dan dibawa Persija Jakarta untuk menghadapi PSMS Medan di laga perdana I League Cup 2026-2027.
Kakorlantas Polri Tekankan Keselamatan Perjalanan Saat Rakor Persiapan Nataru

Kakorlantas Polri Tekankan Keselamatan Perjalanan Saat Rakor Persiapan Nataru

Korlantas Polri bersama sejumlah stakeholder menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Miris! Diduga Ikuti Saran Medis dari ChatGPT, Mantan Pegawai Amazon Meninggal Dunia

Miris! Diduga Ikuti Saran Medis dari ChatGPT, Mantan Pegawai Amazon Meninggal Dunia

Seorang mantan pegawai Amazon di Seattle, Amerika Serikat meninggal dunia diduga setelah ikuti saran medis yang diberikan ChatGPT. Pihak keluarga gugat OpenAI.
Istri Sah Dwi Bagus Martono Tak Tahu Suami Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Akui sedang Ngajar di Sekolah

Istri Sah Dwi Bagus Martono Tak Tahu Suami Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Akui sedang Ngajar di Sekolah

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40), tersangka kasus pembunuhan istri siri, Dini Hardiyanti (30), dan anak di Madiun mengaku tidak tahu peristiwa tersebut.
Bocah 10 Tahun Asal Koja Jakarta Utara Hilang: Dia Susah Sekali Bicara dan Menghindari Orang Baru

Bocah 10 Tahun Asal Koja Jakarta Utara Hilang: Dia Susah Sekali Bicara dan Menghindari Orang Baru

Berdasarkan informasi yang disebarluaskan dalam unggahan di Threads, anak laki-laki yang tengah dicari-cari keberadaannya tersebut diketahui berusia 10 tahun

Trending

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Selengkapnya

Viral