News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kualitas Udara di Banjarbaru Kategori Berbahaya Akibat Karhutla, Pakar UI Usulkan Moratorium Pembukaan Lahan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kualitas udara di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, masuk kategori berbahaya pada Jumat pagi akibat tingginya konsentrasi partikulat PM2.5 yang dipengaruhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:35 WIB
Grafik menunjukkan kualitas udara berada pada zona hitam atau “Berbahaya” di Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Sumber :
  • ANTARA

Banjarbaru, tvOnenews.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kualitas udara di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, masuk kategori berbahaya pada Jumat pagi akibat tingginya konsentrasi partikulat PM2.5 yang dipengaruhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kalsel Klaus Johannes Apoh Damanik di Banjarbaru, Jumat, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi PM2.5 pada pukul 00.00 hingga 02.00 Wita umumnya berada pada kategori sedang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Namun, konsentrasi PM2.5 mengalami peningkatan mulai pukul 03.00 hingga 09.00 Wita dengan kenaikan yang cukup tajam dibandingkan kondisi pada beberapa jam sebelumnya,” kata Klaus Johannes Apoh.

Meningkatnya konsentrasi partikulat yang memperburuk kondisi kualitas udara di Kalimantan Selatan diduga dari pembakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Pakar dari Universitas Indonesia, Hendricus Andy Simarmata mengusulkan instansi pemerintah terkait segera umumkan moratorium perizinan bagi perusahaan atau pemegang konsesi yang lahannya terbakar." Hanya faktanya di lapangan perusahaan melibatkan pihak ketiga, termasuk masyarakat," ujar Hendricus Andy yang salah satu penelitiannya mengungkap pencemaran udara akibat beroperasinya stockpile batu bara di Kalimantan Selatan. 

Selain moratorium, Hendricus Andy juga mengusulkan saksi ekonomi bagi perusahaan yang terbukti sebagai pelaku pembakaran hutan. "Lebih punya efek jera," ujar Andy. Sanksi yang mungkin dilakukan adalah pencabutan akses kredit perbankan dan selama proses hukuman tak diperbolehkan menjual hasil produksinya. 

Sebenarnya, ujar Andy, puncak musim kemarau di Agustus-September yang meluaskan Karhutla ke berbagai provinsi di Indonesia, seharusnya bisa dicegah sejak awal oleh Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Daerah."Sejak awal tahun BMKG sudah peringatkan El Nino puncaknya di Agustus-September," ujar Hendricus yang juga kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain memperketat pengawasan pengelolaan lahan dan pemberian sanksi tegas bagi pelanggar aturan, Hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terulangnya bencana kabut asap menurut Andy adalah mempelajari kearifan lokal, pengetahuan yang muncul daari warga di tiap daerah dalam menjaga lingkungan.

Pada warga Kalimantan Selatan misalnya sejak lama dikenal keahlian membaca ritme air, saat air sungai pasang, saat air surut, ketika musim kemarau atau musim hujan yang semua dikaitkan dengan kesehatan rawa dan gambut. Warga paham gambut yang sehat adalah gambut yang tak terlampau kering dan tidak terlampau basah, sehingga ketika air pasang mereka memasukan air ke gambut, ketika air sungai surut warga mengeluarkan kelebihan air dari lahan.  Dengan canggih warga mengenal sistem pengairan yang disebut anjir, handil dan saka. "Terbukti warga bisa hidup bergenerasi generasi sebelumnya dengan damai di atas lahan gambut," tambah Hendricus.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Status Keanggotaan Oknum Dokter di Bandung yang Diduga Rudapaksa Anak Kandung Terang Benderang, Ini Kata IDI

Status Keanggotaan Oknum Dokter di Bandung yang Diduga Rudapaksa Anak Kandung Terang Benderang, Ini Kata IDI

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengungkap status keanggotaan IS, oknum dokter yang diduga melakukan pencabulan dan pemerkosaan anak kandung di Kota Bandung.
Persaingan Ketat di FP2 Moto2 Australia 2026, Rival Berguguran Jadi Keuntungan untuk Izan Guevara

Persaingan Ketat di FP2 Moto2 Australia 2026, Rival Berguguran Jadi Keuntungan untuk Izan Guevara

Sesi FP2 Moto2 diawali dengan kondisi trek yang cukup basah setelah cuaca kurang bersahabat sejak pagi hari di Sirkuit Phillip Islands, Sabtu (24/10/2026).
Jadwal KRL Hari Ini 24 Oktober 2026 Rute Jakarta Kota-Tanjung Priok, Pengguna "Pink Line" Wajib Simak

Jadwal KRL Hari Ini 24 Oktober 2026 Rute Jakarta Kota-Tanjung Priok, Pengguna "Pink Line" Wajib Simak

Inilah jadwal KRL hari ini 24 Oktober 2026 rute Jakarta Kota-Tanjung Priok. Ada puluhan perjalanan KRL rute Pink Line pada hari ini. 
Tembus Semifinal French Open 2026, Ubed Tantang Wakil Prancis 

Tembus Semifinal French Open 2026, Ubed Tantang Wakil Prancis 

Ubed tampil meyakinkan dengan menyingkirkan wakil Taiwan Chi Yu Jen dalam dua gim langsung 21-15, 21-13 di Grand Paris Arena, Paris, Jumat (24/10/2026).
Prakiraan Cuaca Jabodetabek 24 Oktober 2026, Waspada Hujan Ringan hingga Lebat

Prakiraan Cuaca Jabodetabek 24 Oktober 2026, Waspada Hujan Ringan hingga Lebat

Sabtu dan Minggu menjadi momen untuk menikmati liburan bersama keluarga. Namun sebelum bepergian, ada baiknya mengecek prakiraan cuaca hari ini (24/10/2026).
15 Ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 2026, Cocok untuk Status WhatsApp, Instagram, TikTok

15 Ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 2026, Cocok untuk Status WhatsApp, Instagram, TikTok

Berikut 15 contoh ucapan selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026, cocok digunakan sebagai status WhatsApp, caption Instagram, TikTok, dan lainnya.

Trending

Sikat Kejahatan Karhutla, Kapolri Jerat 243 Tersangka dan 13 Korporasi Pembakar Hutan

Sikat Kejahatan Karhutla, Kapolri Jerat 243 Tersangka dan 13 Korporasi Pembakar Hutan

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, menyampaikan laporan tegas terkait penegakan hukum kasus kebakaran hutan -
Van Dijk OTW Garuda Calling? Bek Kasta Teratas Eropa Ini Akui Ingin Bela Timnas Indonesia: Semoga Bisa Terwujud

Van Dijk OTW Garuda Calling? Bek Kasta Teratas Eropa Ini Akui Ingin Bela Timnas Indonesia: Semoga Bisa Terwujud

Timnas Indonesia kembali berpeluang menambah pemain keturunan yang berkarier di Eropa. Kali ini, seorang bek yang tampil di kasta tertinggi ingin bela Garuda.
Sosok Koki Narkoba 1,2 Ton di Aceh Ternyata Ahli Kimia

Sosok Koki Narkoba 1,2 Ton di Aceh Ternyata Ahli Kimia

Polri berhasil membongkar pengoperasian laboratorium rahasia pembuat narkoba sabu-sabu berskala raksasa di kawasan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh. Dimana
Kebakaran Lahan dan Hutan Landa Kawasan Seluas 31,68 Hektare di Kolaka, Upaya Pemadaman Masih Dilakukan

Kebakaran Lahan dan Hutan Landa Kawasan Seluas 31,68 Hektare di Kolaka, Upaya Pemadaman Masih Dilakukan

Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) melanda wilayah seluas 31,68 hectare yang berada dalam Kawasan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Vale Indonesia di Puulemo dan Baula
Alef Sindir Tesla Usai Pamer Mobil Terbang, Klaim Sudah 11 Tahun Kembangkan Teknologi Ini

Alef Sindir Tesla Usai Pamer Mobil Terbang, Klaim Sudah 11 Tahun Kembangkan Teknologi Ini

Alef Aeronautics menyindir Tesla setelah Roadster memamerkan kemampuan melayang di udara. Simak perbedaan teknologi mobil terbang Alef Model A dan Tesla.
YE Live di GBK 24 Oktober, Jakarta Bidik Peluang Ekonomi dari Puluhan Ribu Pengunjung

YE Live di GBK 24 Oktober, Jakarta Bidik Peluang Ekonomi dari Puluhan Ribu Pengunjung

Konser YE di GBK pada 24 Oktober 2026 diproyeksikan menarik lebih dari 30.000 pengunjung dari luar Jakarta, termasuk wisatawan mancanegara, dan menggerakkan ekonomi lokal.
Bursa Transfer: Chelsea Bidik Florian Wirtz, Xabi Alonso Jadi Kunci di Tengah Sikap Tegas Liverpool

Bursa Transfer: Chelsea Bidik Florian Wirtz, Xabi Alonso Jadi Kunci di Tengah Sikap Tegas Liverpool

Chelsea dikabarkan mulai menjajaki peluang merekrut Florian Wirtz dari Liverpool. Ketertarikan itu muncul setelah Xabi Alonso disebut ingin reuni dengannya.
Selengkapnya

Viral