KAI Kejar Keselamatan 190 Perlintasan Kereta, 145 Titik Sudah Diperkuat hingga Agustus 2026
- Tangkapan layar tvOne
Jakarta, tvOnenews.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus mengejar peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang yang menjadi salah satu titik rawan dalam perjalanan kereta api. Hingga 25 Agustus 2026, sebanyak 145 dari 190 titik prioritas telah mendapatkan peningkatan keselamatan.
Capaian tersebut setara dengan 77,37 persen dari target program peningkatan keselamatan perlintasan sebidang yang dilakukan KAI pada 2026.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan keselamatan menjadi prioritas utama dalam operasional kereta api. Karena itu, penguatan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fasilitas, tetapi juga mencakup penjagaan serta kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional kereta api. KAI terus melakukan berbagai langkah peningkatan keselamatan melalui pembangunan fasilitas pendukung, penguatan penjagaan, serta kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat," kata Bobby terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Ribuan Perlintasan Masih Jadi Perhatian
Berdasarkan pemetaan KAI, terdapat 3.674 perlintasan sebidang di seluruh wilayah operasional perusahaan.
Dari jumlah tersebut, 1.864 perlintasan telah dijaga, sedangkan 907 perlintasan tidak dijaga. Selain itu, terdapat 903 perlintasan yang tidak terdata atau tidak dijaga.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan dari keseluruhan perlintasan tersebut, terdapat 1.810 titik yang menjadi fokus penanganan peningkatan keselamatan.
“Dari jumlah tersebut, terdapat 1.810 perlintasan yang menjadi fokus penanganan peningkatan keselamatan," kata Anne.
KAI kemudian melakukan verifikasi terhadap 1.638 perlintasan sebagai bagian dari langkah awal penanganan.
Hasil verifikasi tersebut menetapkan 1.404 perlintasan sebagai target peningkatan keselamatan berdasarkan kondisi lapangan dan kebutuhan penanganan.
190 Titik Jadi Prioritas pada 2026
Dari pemetaan dan verifikasi tersebut, KAI menjalankan program peningkatan keselamatan pada 190 titik prioritas sepanjang 2026.
Hingga 25 Agustus 2026, pekerjaan telah terealisasi di 145 titik. Program tersebut tersebar di berbagai wilayah operasi KAI.
Peningkatan keselamatan tidak hanya berupa pemasangan rambu. KAI juga melakukan pembangunan serta penyediaan berbagai fasilitas pendukung di sekitar perlintasan.
Pekerjaan yang dilakukan mencakup:
-
Pembangunan dan pemasangan fasilitas keselamatan.
-
Pembangunan rumah atau pos penjaga.
-
Pemasangan rambu.
-
Penyediaan alat keselamatan.
-
Pemasangan perangkat komunikasi.
-
Penyediaan petugas penjaga pintu perlintasan.
Anne menjelaskan penanganan dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing lokasi. Menurutnya, karakteristik setiap perlintasan berbeda sehingga kebutuhan peningkatan keselamatannya juga tidak dapat disamaratakan.
“Setiap lokasi memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penanganannya dilakukan secara terukur agar peningkatan keselamatan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Bobby.
Petugas Penjaga Juga Diperkuat
Selain membangun fasilitas, KAI memperkuat kesiapan petugas yang bertugas menjaga perlintasan sebidang.
Anne mengatakan kontrak Petugas Penjaga Pintu Perlintasan (PJL) telah ditandatangani pada 12 Agustus 2026. Setelah itu, pelaksanaan On Job Training telah dimulai.
Pendidikan dan pelatihan bagi PJL juga dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan kesiapan petugas dalam menjalankan tugasnya di lapangan.
“Kontrak Petugas Penjaga Pintu Perlintasan telah ditandatangani pada 12 Agustus 2026, pelaksanaan On Job Training telah dimulai, dan pendidikan serta pelatihan PJL dilakukan secara bertahap,” beber Anne.
Penguatan petugas tersebut menjadi bagian dari upaya KAI untuk meningkatkan keselamatan di titik perlintasan, selain pembangunan berbagai fasilitas pendukung.
Pengguna Jalan Tetap Jadi Kunci
Meski fasilitas dan penjagaan terus diperkuat, KAI mengingatkan keselamatan di perlintasan sebidang juga sangat bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan.
Bobby mengajak masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan ketika melewati perlintasan kereta api.
“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan saat melintas di perlintasan sebidang,” ujar Bobby.
Anne juga mengingatkan pengguna jalan untuk berhenti sebelum melewati perlintasan dan memastikan kondisi benar-benar aman. Masyarakat juga wajib mematuhi rambu lalu lintas dan tidak menerobos ketika kereta api akan melintas.
Menurut Anne, tindakan sederhana sebelum melintas dapat membantu mencegah risiko kecelakaan.
“Keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan kedisiplinan bersama. Perilaku sederhana seperti berhenti, melihat kondisi sekitar dan memastikan aman sebelum melintas dapat mencegah risiko kecelakaan,” kata Anne.
Dengan progres 145 titik dari 190 titik prioritas atau 77,37 persen hingga 25 Agustus 2026, KAI masih melanjutkan program peningkatan keselamatan perlintasan sebidang. Penanganan dilakukan berdasarkan pemetaan, verifikasi, kebutuhan fasilitas, kesiapan petugas, serta kondisi masing-masing lokasi. (ant)
Load more