News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kematian Sutrimo Masih Misterius, Polda Metro Akan Periksa Staf Kejagung Febrio Adiono

Polda Metro Jaya akan mendalami Febrio Adiono dalam kasus kematian Sutrimo setelah keluarga meminta pemeriksaan. Polisi masih menunggu hasil labfor.
Rabu, 2 September 2026 - 16:00 WIB
Makam Sutrimo Pria Diduga Karumga Febrie Adriansyah Dibongkar
Sumber :
  • Foe Peace Simbolon/VIVA

Jakarta, tvOnenews.com - Penyidik Polda Metro Jaya bakal mendalami keterlibatan staf administrasi Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrio Adiono, dalam kasus kematian Sutrimo yang hingga kini masih dalam proses penyidikan.

Febrio menjadi salah satu pihak yang akan didalami setelah keluarga Sutrimo mengajukan namanya untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto membenarkan bahwa penyidik akan mendalami Febrio. Namun, dia belum dapat memastikan waktu pemeriksaan terhadap staf administrasi Kejagung tersebut.

“Ya salah satunya akan kita dalami,” kata Budi, Rabu (2/9/2026).

Menurut Budi, penyidik saat ini masih menunggu hasil penelitian dari tim laboratorium forensik (labfor) setelah dilakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mengungkap penyebab dan rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan kematian Sutrimo.

“Dalam dekat ini hasilnya dari labfor akan keluar ya. Nanti akan disampaikan oleh dokter labfor, tim dokter forensik kollegal, bersama bapak dir reserse kriminal umum,” ujar Budi.

Polisi Luruskan soal HP Sutrimo

Selain mengenai rencana pemeriksaan Febrio, Polda Metro Jaya juga meluruskan informasi yang berkembang di media sosial terkait barang-barang pribadi milik Sutrimo.

Salah satu barang yang menjadi sorotan adalah telepon seluler atau HP milik Sutrimo yang disebut belum ditemukan.

Budi menegaskan bahwa hingga saat ini penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya tidak memegang barang pribadi milik Sutrimo, termasuk telepon seluler.

“Termasuk menyampaikan permohonan (dari keluarga) kepada penyidik terkait barang-barang pribadi. Kami luruskan bahwa penyidik Ditreskrimum tidak memegang barang-barang pribadi seperti handphone,” ujar Budi.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar mengenai keberadaan barang pribadi korban selama proses penyidikan kasus kematian Sutrimo.

Keluarga Minta Febrio Diperiksa

Sebelumnya, misteri kematian Sutrimo belum sepenuhnya terungkap. Keluarga korban kemudian menyoroti keberadaan HP milik Sutrimo yang hingga kini belum ditemukan.

Keluarga juga meminta penyidik Polda Metro Jaya memeriksa Febrio Adiono. Permintaan tersebut disampaikan karena Febrio dinilai memiliki informasi yang dapat membantu mengungkap rangkaian peristiwa sebelum dan setelah Sutrimo ditemukan meninggal dunia.

Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengatakan pihak keluarga menduga Febrio mengetahui sejumlah informasi penting terkait perkara tersebut.

Menurut Aan, Febrio disebut sebagai orang yang mengantar jenazah Sutrimo dan mengambil keputusan agar korban tidak dilakukan autopsi.

“Kemungkinan sebenarnya pintunya ada di Pak Febrio Adiono. Dugaan kami sih itu ya, dugaan itu. Tapi sebenarnya memang setahu kami memang penyidik sampai detik ini juga belum pernah melakukan pemeriksaan terhadap Pak Febrio Adiono yang sebenarnya kan dalam hal ini saksi kunci karena memang beliau juga orang yang mengantar jenazah dan yang memutuskan agar Sutrimo tidak dilakukan autopsi ya,” kata Aan, dikutip Selasa (1/9/2026).

Permintaan pemeriksaan tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang akan didalami penyidik Polda Metro Jaya dalam proses penyidikan kasus kematian Sutrimo.

Posisi Sutrimo Disebut Bukan Karumga Febrie

Sosok Sutrimo yang kematiannya tengah diselidiki polisi sebelumnya juga mendapat klarifikasi dari pihak mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah.

Pihak Febrie meluruskan informasi mengenai posisi Sutrimo yang selama ini disebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) Febrie.

Pengacara Febrie, Firman Wijaya, mengatakan informasi mengenai posisi Sutrimo tersebut perlu diluruskan.

Menurut Firman, Sutrimo bukan Karumga Febrie Adriansyah. Sutrimo disebut merupakan orang yang dipekerjakan untuk menjaga bangunan Klinik Mordent.

Bangunan tersebut saat ini disebut sudah dalam kondisi kosong.

Firman mengatakan Sutrimo lebih banyak tinggal dan menjaga bangunan Klinik Mordent yang sudah tidak digunakan tersebut.

Klarifikasi mengenai posisi Sutrimo tersebut muncul di tengah proses penyidikan polisi terhadap kasus kematiannya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik setelah ekshumasi jenazah Sutrimo. Polisi juga akan mendalami sejumlah informasi dan pihak yang dinilai berkaitan dengan rangkaian peristiwa kematian korban, termasuk Febrio Adiono.

VIVA/Foe Peace Simbolon

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ketika Pedagang Pasar Tradisional Bali Mulai Pakai QRIS, Ini Dampak QRIS bagi UMKM dan Ekonomi Daerah

Ketika Pedagang Pasar Tradisional Bali Mulai Pakai QRIS, Ini Dampak QRIS bagi UMKM dan Ekonomi Daerah

Digitalisasi QRIS mulai memperluas transaksi nontunai di pasar rakyat Bali. Simak dampaknya bagi UMKM, pencatatan usaha, hingga perputaran ekonomi daerah
Jadwal Timnas Indonesia Sepanjang September 2026: Kualifikasi Piala Asia U-20 Hingga FIFA ASEAN Cup

Jadwal Timnas Indonesia Sepanjang September 2026: Kualifikasi Piala Asia U-20 Hingga FIFA ASEAN Cup

Timnas Indonesia akan tampil di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Selain tim senior, ada Timnas Indonesia U-20 yang tengah berjuang untuk lolos ke Piala Asia U-20. 
Keinginannya Tak jadi Kenyataan, Vanja Bukilic Punya Misi Khusus saat Jumpa Megawati Hangestri di Liga Voli Korea Musim Ini

Keinginannya Tak jadi Kenyataan, Vanja Bukilic Punya Misi Khusus saat Jumpa Megawati Hangestri di Liga Voli Korea Musim Ini

Mantan duet pemain asing Red Sparks, Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic, akan kembali berjumpa di gelaran Liga Voli Korea musim ini.
Tertuduh Dugaan Makar dan Penghasutan, Gerakan Cinta Prabowo Laporkan Pernyataan Budi Arie ke Polisi

Tertuduh Dugaan Makar dan Penghasutan, Gerakan Cinta Prabowo Laporkan Pernyataan Budi Arie ke Polisi

Ucapan Ketua Umum Projo Budi Arie yang viral di media sosial yang menyebut bahwa kemungkinan momentum politik dan pemilu berlangsung lebih cepat sebelum 2029 berbuntut panjang. 
Tak Mau Bergantung APBN, BP Batam Siapkan Anggaran Rp2,4 Triliun untuk Pembangunan 2027

Tak Mau Bergantung APBN, BP Batam Siapkan Anggaran Rp2,4 Triliun untuk Pembangunan 2027

BP Batam menyiapkan anggaran sekitar Rp2,4 triliun untuk pembangunan 2027 tanpa tambahan APBN. Pembiayaan akan diperkuat melalui optimalisasi PNBP dan tata kelola.
Volimania Indonesia Kompak Beri Julukan Baru untuk Trio Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Cs Disebut Trisula Maut

Volimania Indonesia Kompak Beri Julukan Baru untuk Trio Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Cs Disebut Trisula Maut

Volimania Indonesia tertuju khusus pada tiga pemain yang diprediksi jadi bagian penting lini serang Hyundai E&C. Megawati Hangestri cs disebut Trisula Maut.

Trending

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Buka Peluang Main di Eropa dan Siap Digeser Jadi Outside, hingga Omongan Legenda Hyundai Hillstate soal Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Buka Peluang Main di Eropa dan Siap Digeser Jadi Outside, hingga Omongan Legenda Hyundai Hillstate soal Megatron

Redaksi tvOnenews.com mencatat tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar perkembangan terbaru atlet berjuluk Megatron ini. Berikut rangkumannya.
Pemain Hillstate Kompak Bikin Konten Dance Ala Korea: Megawati Hangestri dan Kim Da-in Jadi Favorit

Pemain Hillstate Kompak Bikin Konten Dance Ala Korea: Megawati Hangestri dan Kim Da-in Jadi Favorit

Kim Da-in dan Megawati Hangestri jadi favorit volimania ketika akun YouTube klub upload video konten dance yang dilakukan pemain Hillstate setelah latihan.
Segini Gaji Jordan Wilson di Hyundai Hillstate, Lebih Besar dari Megawati Hangestri?

Segini Gaji Jordan Wilson di Hyundai Hillstate, Lebih Besar dari Megawati Hangestri?

Benarkah gaji Jordan Wilson jauh melampaui Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate meskipun ini merupakan kompetisi profesional pertama sepanjang kariernya?
Belum Debut Bersama Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Sudah Punya Rencana Main Abroad ke Eropa

Belum Debut Bersama Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Sudah Punya Rencana Main Abroad ke Eropa

Megawati Hangestri memang belum menjalani debut resmi bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027. Namun, pevoli berjuluk Megatron itu sudah memiliki rencana untuk mencoba peruntungan di kompetisi Eropa.
Adaptasi di Hyundai Hillstate, Jordan Wilson Ungkap Alasan Cepat Dekat dengan Megawati Hangestri

Adaptasi di Hyundai Hillstate, Jordan Wilson Ungkap Alasan Cepat Dekat dengan Megawati Hangestri

Jordan Wilson mengungkap proses adaptasinya bersama Hyundai Hillstate di Korea Selatan. Pevoli asal Amerika Serikat itu menyebut Megawati Hangestri sebagai.
Kesaksian dr. Sumy Hastry soal Detik-detik Mencekam Eksekusi Mati Freddy Budiman: 9 Penembak Disiapkan

Kesaksian dr. Sumy Hastry soal Detik-detik Mencekam Eksekusi Mati Freddy Budiman: 9 Penembak Disiapkan

Dokter forensik Polri Brigjen Pol dr. Sumy Hastry Purwanti mengungkap detik-detik eksekusi mati Freddy Budiman di Nusakambangan pada 2016, termasuk persiapan.
Ini Dua Sketsa Wajah Pelaku Pengeroyokan Berujung Tewas Terhadap Bambang di Pejompongan, Pelaku Masih Diburu

Ini Dua Sketsa Wajah Pelaku Pengeroyokan Berujung Tewas Terhadap Bambang di Pejompongan, Pelaku Masih Diburu

Polda Metro Jaya merilis dua sketsa wajah pelaku pengeroyokan terhadap pria bernama Bambang Setiyawan (59) warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang terjadi pascakerusuhan demo.
Selengkapnya

Viral