Rupiah Menguat ke Rp 17.702 Dibayangi Inflasi Pangan dan Kembali Memanasnya Perang Iran-AS
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.770 pada Rabu, 2 September 2026. Posisi rupiah itu melemah 43 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.727 pada perdagangan Selasa, 1 September 2026.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Kamis, 3 September 2026 hingga pukul 09.12 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.702 per dolar AS. Posisi itu menguat 61 poin atau 0,34 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.763 per dolar AS.
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga komoditas pangan melonjak tajam pada Agustus 2026. Masalahnya, tekanan kenaikan harga pangan berpotensi masih menghantui daya beli masyarakat ke depan.
BPS mencatat bahwa makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok pengeluaran yang memberi kontribusi paling tinggi terhadap kenaikan inflasi pada Agustus 2026.
Adapun secara bulanan, BPS mencatat inflasi umum 0,21 persen atau meningkat dibandingkan dengan deflasi 0,14 persen pada bulan sebelumnya. Sementara secara tahunan, BPS melaporkan inflasi umum mencapai 3,19 persen atau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,88 persen.
Namun, sebagian tekanan itu terimbangi oleh surplus perdagangan bulan Juli 2026, yang tak terduga surplus berkat kinerja ekspor yang melampaui ekspektasi. Ekspor Juli 2026 mencapai US$26,22 miliar atau naik 6,05 persen jika dibandingkan Juli 2025.
Nilai ekspor migas tercatat mencapai US$0,79 miliar atau turun 14,58 persen, sedangkan nilai ekspor non-migas naik 6,84 persen dengan nilai sebesar US$25,45 miliar pada Juli 2026.
Secara terpisah, Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru ditunjuk, Destry Damayanti, memproyeksikan pertumbuhan PDB tahun 2027 berada di kisaran 5,2–6 persen, dan memperkirakan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 17.300–Rp 17.800 per dolar AS pada tahun depan.
Sementara inflasi tetap dalam sasaran 2,5 plus 91 persen, dimana NPI-nya tetap sehat dan imbal hasil investasi tetap menarik sehingga pasar keuangan akan semakin berkembang dan cadangan devisa yang memadai.
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.760-Rp 17.800," ujarnya.
Load more