Karhutla di Kalimantan Semakin Mengerikan, Jarak Pandang Hanya Capai 2,8 Kilometer
- Instagram @damkar_kamboja_pky
Jakarta, tvOnenews.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) tercatat mencapai 739 hektare.
Dari total keseluruhan, BNPB mengklaim 459 hektare telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengungkapkan untuk memadamkan kebakaran tersebut diterjunkan 10.700 orang dalam satgas darat.
Lalu satu helikopter water bombing turut diterjunkan dalam penanganan pemadaman api melalui jalur udara.
"739 hektare ini (yang terbakar) sudah dipadamkan 459 hektare lebih," katanya dalam konferensi pers update penanganan karhutla di Indonesia, Kamis (3/9/2026).
Berton menjelaskan, akibat dari luasnya kebakaran di Kalimantan Tengah membuat kualitas udara menjadi bahaya. Bahkan jarak pandang hanya 2,8 kilometer.
"Kualitas udara tidak sehat dan jarak pandang 2,8 kilometer," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya dalam update yang sama, BNPB menyebut asap pekat masih mengepung sebagian wilayah di Kalimantan dan Sumatera.
"Memang sangat pekat, tebal di Kalimantan bagian Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, dan beberapa titik di Sumatera, Riau, Jambi, maupun Sumatera Selatan," kata Berton.
Namun diprediksi pada Jumat (4/9) asap di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan semakin mengecil.
Di sisi lain untuk wilayah Aceh diperediksi akan terjadi polutan pada esok hari.
"Tetapi Sumatera di bagian Riau, Sumatera Selatan, maupun Jambi relatif lebih terang," jelas Berton.
Adapun dalam paparan yang ditampilkan BNPB, prediksi BMKG pada tanggal 3 dan 4 terpantau tren penurunan intesitas konsentrasi PM2.5 akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ditandai dengan memudarnya titik polutan pekat secara signifikan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Lalu pergerakan angin ke arah utara dan barat laut masih membawa sisa polutan melintasi Selat Malaka dan Laut Natuna, sehingga masih berpotensi memicu kabut asap lintas batas dengan skala ringan.(aha/raa)
Load more