Harga Pertamax Seharusnya Rp16.800, Pemerintah Tahan Harga Jual: Untuk Jaga Daya Beli
- tvOnenews.com Edit / YouTube tvOneNews
“Produksi kita hanya sekitar 580 ribu barel per hari, sedangkan kebutuhan kita dari Sabang sampai Merauke adalah 1,6 juta barel. Jadi bisa dibayangkan defisitnya sekitar 1 juta barel per hari,” kata Bonar.
Kesenjangan tersebut membuat Indonesia harus memenuhi sebagian besar kebutuhan minyak melalui impor. Artinya, ketika harga minyak dunia meningkat, tekanan terhadap biaya pengadaan BBM ikut membesar.
Persoalannya bukan semata kemampuan Indonesia membeli minyak. Kepastian pasokan, waktu pengiriman, kondisi geopolitik global, hingga dinamika harga minyak dunia turut menentukan biaya yang harus ditanggung.
Dalam kondisi seperti itu, pemerintah menghadapi pilihan yang tidak sederhana: menaikkan harga BBM untuk semakin mendekati harga keekonomian atau mempertahankannya demi meredam tekanan terhadap masyarakat.
“Dari sisi kondisi saat ini, secara akademis maupun berdasarkan best practice, kebijakan pemerintah tersebut bisa dipahami. Memang merupakan langkah yang relatif pahit, tetapi bisa diterima sebagai kebijakan untuk mengamankan pasokan yang kebutuhannya semakin besar, sementara harganya tinggi dan kepastian pasokannya semakin rendah,” ujar Bonar.
Bonar menilai mempertahankan harga Pertamax juga memiliki konsekuensi lain yang berkaitan dengan konsumsi BBM bersubsidi.
Ketika harga BBM nonsubsidi naik terlalu tinggi, sebagian konsumen berpotensi berpindah ke Pertalite yang harganya lebih rendah karena mendapat dukungan subsidi. Kondisi tersebut justru dapat meningkatkan tekanan terhadap konsumsi BBM bersubsidi. (agr/ree)
Load more