News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Generasi Indonesia Bertutur Sorot Berbagai Ancaman di Era Disrupsi: Banjir Informasi, AI, hingga Korupsi

Generasi Indonesia Bertutur membedah tantangan Indonesia di era disrupsi, mulai dari AI, banjir informasi dan korupsi hingga pentingnya budaya untuk menjaga arah bangsa.
Sabtu, 5 September 2026 - 14:56 WIB
Pembukaan forum Generasi Indonesia Bertutur di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat, 4 September 2026.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com -  Indonesia menghadapi perubahan yang semakin cepat dan datang dari berbagai penjuru. Tantangannya kini bukan sekadar bagaimana mengikuti perubahan, tetapi memastikan bangsa ini tetap mampu menentukan arah di tengah disrupsi yang terus berkembang.

Teknologi menguasai perhatian manusia, korupsi menyusup ke dalam kekuasaan, ruang publik dibanjiri informasi, sementara kebudayaan dituntut menjadi jangkar identitas. Empat persoalan itu mengemuka dalam forum Generasi Indonesia Bertutur di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat, 4 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat melihat ancaman dari perubahan ruang publik. Demokrasi membutuhkan percakapan dan nalar, tetapi ruang digital justru berpotensi mengubah nalar publik menjadi emosi.

Banjir informasi bisa membawa lumpur. Ruang digital dapat dipenuhi hoaks, sensasi, kemarahan, kebencian, berbagai bentuk noisy. Tetapi saya percaya pada akhirnya masyarakat akan mencari air bersih,” kata Komaruddin.

Menurut Komaruddin, “air bersih” itu adalah informasi yang kredibel, terverifikasi, berimbang, dan berpijak pada bukti.

Ia juga mengingatkan bahwa kecerdasan artifisial (AI) adalah “agent without feeling, tanpa hati”. Karena itu, generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. “Jangan puas menjadi content creator. Jadilah idea creator,” ujarnya.

Dari ruang publik, persoalan bergerak ke pusat kekuasaan. Mantan Ketua KPK Abraham Samad menyebut korupsi Indonesia telah mencapai bentuk yang lebih berbahaya: state capture corruption. Bukan sekadar orang mencuri uang negara, melainkan kepentingan tertentu yang dapat memengaruhi kebijakan dan institusi negara. “Ternyata Indonesia sampai detik ini belum mampu melawan bahkan memberantas korupsi yang sifatnya state capture corruption,” kata Samad.

Masalahnya, menurut Samad, berada pada sistem penegakan hukum itu sendiri. Ketika aparat tidak independen atau menyalahgunakan kekuasaan, pemberantasan korupsi dapat kehilangan tujuannya. “Jangan pernah berharap pemberantasan korupsi bisa ditangani oleh aparat penegak hukum yang abuse of power,” ujarnya. Karena itu, Indonesia membutuhkan pembenahan sistem peradilan pidana dan grand design pemberantasan korupsi yang menyeluruh.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menawarkan jawaban dari sisi identitas. Di tengah perubahan yang cepat, ia melihat kebudayaan bukan ornamen, melainkan fondasi. Indonesia, kata dia, bukan sekadar nation state, tetapi juga civilizational state dengan lapisan peradaban panjang dan keragaman budaya yang besar.

“Budaya ini bukan cost center. Tapi budaya itu adalah investment, investasi,” ujar Fadli. Kebudayaan dapat menjadi modal ekonomi, soft power, sekaligus kekuatan yang menjaga Indonesia tetap memiliki pijakan ketika dunia berubah.

Namun perubahan paling dekat dengan manusia datang dari teknologi. Pakar perubahan Rhenald Kasali menyebutnya human disruption. Teknologi tidak lagi hanya mengubah perusahaan atau pekerjaan, tetapi mulai mengubah perhatian, pilihan, kenyamanan, perilaku, dan identitas manusia.

“Human disruptions adalah suatu keadaan ketika teknologi bukan hanya merubah bisnis, bukan hanya merubah kegiatan-kegiatan, tapi merubah manusianya, aktornya,” kata Rhenald. Algoritma dapat mengarahkan perhatian. Terlalu banyak pilihan dapat membingungkan. Kenyamanan mengubah perilaku. Internet bahkan ikut membentuk identitas.

Di sinilah paradoks perubahan muncul. Teknologi membuat pengetahuan tersedia di mana-mana, tetapi tidak otomatis membuat manusia lebih berdaya. “Monopoli pengetahuan bukan lagi berada di tangan kampus atau di sekolah. Sekarang pengetahuan ada di mana-mana,” ujar Rhenald. Tanpa kesadaran dan literasi digital, ia memperingatkan, teknologi justru dapat memperlebar kesenjangan.

Empat narasumber itu berbicara dari medan berbeda, tetapi menunjuk persoalan yang sama: Indonesia membutuhkan manusia dan institusi yang mampu tetap memegang kendali di tengah perubahan.

Komaruddin berbicara tentang nalar. Samad tentang integritas kekuasaan. Fadli tentang identitas. Rhenald tentang kesadaran manusia menghadapi teknologi.

Itulah inti Generasi Indonesia Bertutur: bukan sekadar membicarakan perubahan, melainkan mencari cara agar Indonesia tidak kehilangan arah ketika perubahan semakin cepat.

Sebab teknologi dapat mengubah manusia, kekuasaan dapat membelokkan negara, dan informasi dapat mengaburkan kebenaran. Pada akhirnya, yang menentukan masa depan bukan hanya seberapa cepat perubahan terjadi, tetapi siapa yang mampu membaca, mengendalikan, dan memberi arah pada perubahan tersebut. (rpi)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jamu PSM Makassar di GBLA, Persib Bandung Bawa Misi Amankan Tiga Poin pada Laga Perdana Super League 2026/2027

Jamu PSM Makassar di GBLA, Persib Bandung Bawa Misi Amankan Tiga Poin pada Laga Perdana Super League 2026/2027

Persib siap memulai Super League 2026/2027 dengan kemenangan. Bermain sebagai tuan rumah di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Minggu (5/9/2026).
3 Hal Ini akan Terjadi jika Al Nassr Kalah dari Al Ittihad pada Laga 6 September di Liga Pro Saudi 2026/2027

3 Hal Ini akan Terjadi jika Al Nassr Kalah dari Al Ittihad pada Laga 6 September di Liga Pro Saudi 2026/2027

Tiga hal ini mungkin saja terjadi apabila Al Nassr tak mampu mengalahkan tim tuan Al Ittihad pada pertandingan dini hari nanti di Liga Pro Saudi 2026/2027.
Suami Bu Kades Beri Klarifikasi setelah Video Istrinya Viral Diduga Bermesraan dengan Pejabat di Lift

Suami Bu Kades Beri Klarifikasi setelah Video Istrinya Viral Diduga Bermesraan dengan Pejabat di Lift

Suami dari Bu Kades di Bekasi menjelaskan berencana menempuh jalur hukum terkait viralnya video sang istri di Medsos.
Wamenkum Eddy Hiariej: Kasus Uang Palsu 400 Ribu Dolar Singapura Harus Dikoordinasikan ke Polisi Singapura

Wamenkum Eddy Hiariej: Kasus Uang Palsu 400 Ribu Dolar Singapura Harus Dikoordinasikan ke Polisi Singapura

Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej menilai pengusutan kasus dugaan peredaran uang palsu senilai 400.000 dolar Singapura atau sekitar Rp5 M lebih
Dentuman Keras Krakatau Terdengar Sampai ke Bandung, Ini Penjelasan Ilmiah PVMBG

Dentuman Keras Krakatau Terdengar Sampai ke Bandung, Ini Penjelasan Ilmiah PVMBG

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebut dentuman tersebut diduga kuat berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Ini katanya.
Soal Karhutla hingga ASEAN, Jubir Kemlu: Masih Komunikasi dan Koordinasi dengan Negara-negara

Soal Karhutla hingga ASEAN, Jubir Kemlu: Masih Komunikasi dan Koordinasi dengan Negara-negara

Kebakara hutan dan lahan tentu menyedot perhatian publik hingga negara tetangga. Pasalnya, asap Karhutla sampai ke negara tetangga. Menyikapi hal itu,Kemlu RI

Trending

Penampakan Aset Mewah Milik Eks Pimpinan BGN Terkait Dugaan Mega Korupsi MBG

Penampakan Aset Mewah Milik Eks Pimpinan BGN Terkait Dugaan Mega Korupsi MBG

Dugaan mega korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret eks pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) terus didalami pihak Kejagung.
Viral Video CCTV Tak Senonoh Kepala Sekolah dan Guru SD di Pekalongan, Disdik: Informasinya Awal Agustus 2026

Viral Video CCTV Tak Senonoh Kepala Sekolah dan Guru SD di Pekalongan, Disdik: Informasinya Awal Agustus 2026

Dinas Pendidikan (Disdik) Pekalongan bertindak tegas terhadap oknum kepala sekolah (kepsek) dan guru SD yang viral melakukan asusila dan terekam video CCTV.
Viral Video Mesum Kepsek dan Guru SD Pekalongan, Berujung Dipindah

Viral Video Mesum Kepsek dan Guru SD Pekalongan, Berujung Dipindah

Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah mengambil tindakan terhadap kedua tenaga pendidik tersebut.
Polda NTT Kembali Beraksi, Kini Melalui Dirpolairud Distribusi Bantuan ke Warga Terdampak Gempa di Flores

Polda NTT Kembali Beraksi, Kini Melalui Dirpolairud Distribusi Bantuan ke Warga Terdampak Gempa di Flores

Polda NTT kembali beraksi, kini melalui Dirpolairud NTT untuk mendistribusikan bantuan ke warga terdampak gempa di Flores. Hal ini atas perintah Kapolda NTT
Suara Dentuman Misterius di Bandung Buat Kaca dan Pintu Rumah Bergetar, Warga Pertanyakan Sumber Suara

Suara Dentuman Misterius di Bandung Buat Kaca dan Pintu Rumah Bergetar, Warga Pertanyakan Sumber Suara

Warga di wilayah Bandung, Jawa Barat dihebohkan dengan fenomena misterius dari suara dentuman yang dirasakan cukup lama. Warga mempertanyakan sumber suaranya
Trump Banggakan Jalur Pipa Gantikan Peran Selat Hormuz, Pakar Turki Ragukan Bakal Terwujud

Trump Banggakan Jalur Pipa Gantikan Peran Selat Hormuz, Pakar Turki Ragukan Bakal Terwujud

Mantan Kepala Pengadaan BOTA (perusahaan energi negara Turki), Ali Arif Akturk, menilai pengiriman minyak mentah melalui jalur darat Suriah tidak dapat menggantikan peran strategis Selat Hormuz
Jadi Calon Juara Liga, Media Korea Peringatkan FC Seoul untuk Hati-hati Pada Persib Bandung

Jadi Calon Juara Liga, Media Korea Peringatkan FC Seoul untuk Hati-hati Pada Persib Bandung

Menjamu Persib yang notebene-nya adalah tim yang lolos ACL Two lewat jalur play off, media Korea Sports Khan justru memperingatkan FC Seoul. 
Selengkapnya

Viral