Bandara Soetta Perpanjang Penutupan Operasional hingga Malam, Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan
- Istimewa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan analisis mengenai arah sebaran abu vulkanik berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, serta hasil analisis RGB Citra Himawari-9.
Berdasarkan analisis tersebut, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terbagi menjadi dua arah utama.
Dua Arah Sebaran Abu Vulkanik
Sebaran pertama bergerak ke arah timur laut-selatan. Wilayah yang masuk dalam jalur sebaran tersebut mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta wilayah perairan di sekitarnya.
Sementara itu, sebaran kedua bergerak ke arah barat daya-barat laut.
Area yang tercakup dalam jalur sebaran kedua meliputi sebagian wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Pergerakan abu vulkanik tersebut membuat kondisi di sejumlah wilayah perlu terus dipantau, termasuk dampaknya terhadap aktivitas penerbangan.
Penghentian operasional bandara dilakukan sebagai bagian dari langkah penanganan terhadap kondisi yang berkembang akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Dengan adanya perpanjangan penghentian operasional, pengguna jasa penerbangan yang terdampak diminta memastikan informasi terbaru mengenai status penerbangan dan jadwal keberangkatan maupun kedatangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.
Load more