Menhub Jelaskan Alasan Penutupan dan Pembukaan Bandara: Setiap 30 Menit Kami Monitor
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com -Untuk memantau penyebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan pengujian paper test dilakukan setiap 30 menit di bandara terdampak maupun bandara lain. Pemantauan intensif dilakukan setelah pemerintah memperbarui hasil koordinasi bersama BMKG dan seluruh pemangku kepentingan penerbangan berdasarkan perkembangan kondisi cuaca terbaru pada Minggu (6/9) sore.
"Kami terus memonitor setiap setengah jam, 30 menit, kami melakukan paper test di seluruh bandara, tidak hanya di delapan bandara tersebut, tapi seluruh bandara khususnya yang mengarah ke timur, untuk mengantisipasi apakah penyebaran debu itu semakin melebar atau berkurang," kata Menhub terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Menurut Dudy, hasil pemantauan menunjukkan arah angin berubah dari semula mengarah ke barat menjadi bergerak ke timur dengan kecepatan lima knot pada ketinggian 15 ribu kaki.
Perubahan arah angin tersebut meningkatkan kewaspadaan pemerintah karena dikhawatirkan sebaran abu vulkanik semakin meluas dan berpotensi mempengaruhi operasional penerbangan di wilayah lain.
Berdasarkan hasil evaluasi bersama, Kementerian Perhubungan memutuskan menutup sementara delapan bandara hingga pukul 24.00 WIB demi menjaga keselamatan dan keamanan operasional penerbangan nasional.
Delapan bandara tersebut meliputi Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung.
Selanjutnya Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumsel.
Menhub menegaskan pengujian paper test tidak hanya dilakukan di delapan bandara terdampak, tetapi juga diperluas ke bandara lain yang berada pada jalur penyebaran abu vulkanik.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya sebaran abu vulkanik sehingga pemerintah dapat segera mengambil keputusan operasional berdasarkan kondisi terbaru di lapangan.
Dudy mengatakan pemerintah terus memperbarui hasil pemantauan setiap empat jam dengan memadukan informasi BMKG, pengelola bandara, AirNav, serta instansi terkait lainnya.
Lebih lanjut dia mengatakan hingga pemantauan terakhir, hasil paper test di delapan bandara terdampak masih menunjukkan indikasi positif adanya abu vulkanik sehingga operasional penerbangan belum dapat dipulihkan.
Menhub juga meminta Angkasa Pura, BMKG, dan seluruh pemangku kepentingan menyampaikan perkembangan kondisi secara berkelanjutan agar masyarakat memperoleh informasi operasional penerbangan terbaru.
Ia menegaskan seluruh keputusan terkait pembukaan maupun penutupan bandara akan didasarkan pada hasil pemantauan lapangan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan penerbangan.
Pemerintah memastikan pengawasan terhadap pergerakan abu vulkanik terus dilakukan secara intensif hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman bagi operasional penerbangan di seluruh wilayah terdampak.
"Setiap setengah jam kita uji. Jadi sampai sekarang di delapan bandara itu masih positif. Kami akan (terus) sampaikan, dari pihak Angkasa Pura, dari pihak BMKG nanti akan menyampaikan informasi itu secara continue," kata Menhub.(Ant)
Load more