News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tampang Sejoli ABG yang Kubur Bayi di Bandungan Semarang Diduga Beredar di Media Sosial, Identitasnya Terungkap

Tampang dan akun media sosial diduga milik sejoli ABG yang mengubur bayi sendiri di Pekalongan viral di media sosial setelah menangkapan dilakukan pihak polisi.
Selasa, 8 September 2026 - 07:57 WIB
Ilustrasi jasad korban bunuh diri
Sumber :
  • tvOnenews.com/Wildan Mustofa

Semarang, tvOnenews.com - Pasangan sejoli ABG yang diduga membuang bayi mereka menimbulkan gelombang amarah publik. Tindakan tersebut terungkap setelah bayinya ditemukan terkubur di area perkebunan Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. 

Penemuan bayi baru lahir yang meninggal dunia diduga sempat hidup. Namun bayi dari sejoli itu tewas akibat terindikasi karena aksi kekerasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tampang sejoli tersebut mengundang rasa penasaran publik. Sebagian besar menemukan akun diduga milik pasangan ABG pembuang bayi di Bandungan, Semarang sehingga berujung viral di media sosial.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana mengungkapkan identitas sejoli itu. Mereka terdiri dari seorang laki-laki berinisial WAP (19) dan perempuan di bawah umur (17).

"Keduanya mempunyai hubungan pacaran," ujar Bodia, Senin (7/9/2026).

Lokasi penemuan bayi yang viral ditemukan meninggal dunia tertutup daster
Lokasi penemuan bayi yang viral ditemukan meninggal dunia tertutup daster
Sumber :
  • Istimewa

Ia menuturkan, pihak perempuan yang diduga melahirkan bayi tersebut masih berusia 17 tahun. Adapun identitas laki-lakinya telah berusia 19 tahun.

Selain itu, sejoli tersebut, kata Bodia, masih seorang ABG yang baru lulus SMA. Identitas itu terungkap setelah keduanya ditangkap oleh pihak kepoolisian.

"Keduanya baru lulu sekolah. Yang perempuan itu masih di bawah umur 17 tahun, sedangkan laki-laki 19 tahun berinisial WAP," terangnya.

Sejoli tersebut berhasil diamankan oleh Sat Reskrim Polres Semarang dan Unit Reskrim Polsek Bandungan. Penangkapan itu berlangsung di wilayah Bandungan, Semarang pada Jumat (4/9/2026).

Sebelumnya diberitakan, Bodia menerangkan, bayi yang ditemukan tertutup daster dalam kondisi terkubur dilahirkan pada Selasa (1/9/2026). Sehari kemudian, bayi itu telah dikuburkan di area perkebunan Dusun Kropoh.

Peristiwa penguburan tersebut ditemani oleh kekasihnya. Hal ini membuat keduanya menuju area perkebunan pada 2 September 2026.

Tim medis RS Bhayangkara, Semarang telah memiliki hasil pemeriksaan. Bayi yang ditemukan sempat masih hidup setelah dilahirkan. Sayangnya ada dugaan kekerasan menjadi penyebab kematian hingga bayi itu dikubur.

Adapun awal mula kronologi penemuan mayat bayi tersebut berawal dari warga bernama Gendro Susanto (38). Kala itu Gendro tengah mencari rumput memenuhi kebutuhan pakan ternaknya.

Gendro menjadi saksi lantaran melihat adanya gundukan tanah yang masih baru. Karena curiga, ia pun menggali sebagian tanah itu.

"Saksi melihat adanya gundukan tanah yang terlihat masih baru. Merasa curiga, saksi menggali bagian tanah itu," bebernya.

Terkai waktu kelahirannya, polisi belum bisa memastikan hal tersebut. Bahkan pihak aparat juga masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut agar tidak keliru.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dua Celurit Jadi Bukti, Satu Pemuda Diduga Pelaku Tawuran di Cakung Diamankan

Dua Celurit Jadi Bukti, Satu Pemuda Diduga Pelaku Tawuran di Cakung Diamankan

Tim patroli gabungan Brimob Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur membubarkan aksi tawuran yang terjadi di Jakarta Timur.
Ini Kata Polisi soal Kasus Dugaan Pelecehan Murid oleh Guru di SMAN 1 Pamanukan

Ini Kata Polisi soal Kasus Dugaan Pelecehan Murid oleh Guru di SMAN 1 Pamanukan

Polisi buka suara soal kasus dugaan pelecehan murid oleh guru di SMAN 1 Pamanukan, Subang, Jawa Barat. 
Remehkan Timnas Indonesia U-20, Kreator Konten Asal Australia Pertanyakan Klub-Klub A-League yang Menahan Pemain

Remehkan Timnas Indonesia U-20, Kreator Konten Asal Australia Pertanyakan Klub-Klub A-League yang Menahan Pemain

Content creator atau pembuat konten Australia, Daniel Olaniran mendapatkan sorotan akibat mengejek Timnas Indonesia U-20 dalam salah satu podcastnya.
Kejari Karawang Tetapkan 5 Tersangka Tersangka Korupsi KPR, Diduga Terlibat Manipulasi Dokumen

Kejari Karawang Tetapkan 5 Tersangka Tersangka Korupsi KPR, Diduga Terlibat Manipulasi Dokumen

Dia mengungkapkan HH diduga memiliki peran penting dalam proses pengajuan KPR yang bermasalah.
Kasus Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan: Guru Matematika Sebut Dirinya Sendiri "Ayah" hingga Anggap Korban Anaknya

Kasus Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan: Guru Matematika Sebut Dirinya Sendiri "Ayah" hingga Anggap Korban Anaknya

Akhir-akhir ini santer dibicarakan kasus dugaan pelecehan di SMAN 1 Pamanukan, Subang, Jawa Barat yang dilakukan seorang oknum guru kepada muridnya. 
Jauh Sebelum Ko Hee-jin Mundur, Megawati Hangestri Pernah Jujur soal Sosok Sang Mantan Pelatih

Jauh Sebelum Ko Hee-jin Mundur, Megawati Hangestri Pernah Jujur soal Sosok Sang Mantan Pelatih

Jauh sebelum Ko Hee-jin meninggalkan Red Sparks, Megawati Hangestri pernah mengungkap kedekatan mereka. Bagi Megatron, Ko Hee-jin bukan hanya sekadar pelatih.

Trending

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Fajar Sahrudin mendokumentasikan aktivitasnya membuat kado perpisahan. Ia juga menulis tangan beberapa surat, dimana salah satunya ditujukkan untuk sang kakak.
Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Seorang mahasiswa berinisial AHP (20) yang merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020, diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
ISI Chat Tak Wajar Guru SMAN 1 Pamanukan Subang kepada Murid, Panggil Dirinya "Ayah"

ISI Chat Tak Wajar Guru SMAN 1 Pamanukan Subang kepada Murid, Panggil Dirinya "Ayah"

AT diamankan pihak kepolisian setelah ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan menggelar aksi unjuk rasa dan meminta klarifikasi guru tersebut pada hari Senin kemarin.
Kejagung Bungkam, Empat Nama Pejabat Kejaksaan Masuk dalam BAP Konglomerat Tan Kian

Kejagung Bungkam, Empat Nama Pejabat Kejaksaan Masuk dalam BAP Konglomerat Tan Kian

Menanggapi hal itu Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Anang Supriatna mengatakan bahwa pihaknya tak mengetahui hal tersebut.
Oknum Guru Cabul SMAN 1 Pamanukan Subang Diamankan Polisi Usai Diamuk Ratusan Siswa

Oknum Guru Cabul SMAN 1 Pamanukan Subang Diamankan Polisi Usai Diamuk Ratusan Siswa

AT diamankan polisi usai aksi ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan Subang menggeruduk kantornya hingga sempat terjadi kejar-kejaran saat dirinya hendak melarikan diri
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak pada 2.961 Penerbangan Hingga Senin

Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak pada 2.961 Penerbangan Hingga Senin

Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) telah mengganggu 2.961 penerbangan domestik dan internasional hingga Senin (7/9) akibat penutupan sementara sejumlah bandara terdampak.
Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Kasus bunuh diri di Kawasan GBK lagi menjadi sorotan publik di media sosial. Sebab ada satu kasus viral mencuat dan mengingatkan satu nama yang dulu terjadi.
Selengkapnya

Viral