News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jauh Sebelum Ko Hee-jin Mundur, Megawati Hangestri Pernah Jujur soal Sosok Sang Mantan Pelatih

Jauh sebelum Ko Hee-jin meninggalkan Red Sparks, Megawati Hangestri pernah mengungkap kedekatan mereka. Bagi Megatron, Ko Hee-jin bukan hanya sekadar pelatih.
Selasa, 8 September 2026 - 09:58 WIB
Megawati Hangestri dan pelatih Red Sparks Ko Hee-jin
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.com - Ko Hee-jin resmi meninggalkan kursi pelatih Red Sparks setelah mengajukan pengunduran diri secara sukarela. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas serangkaian persoalan yang terjadi di internal tim menjelang bergulirnya V-League musim 2026/2027.

Red Sparks mengumumkan keputusan tersebut melalui akun Instagram resmi klub.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pelatih Ko Hee-jin baru-baru ini menyampaikan niatnya untuk mengundurkan diri secara sukarela, bertanggung jawab atas serangkaian kejadian, dan kami telah mengambil keputusan akhir untuk menerimanya."

Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin
Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin
Sumber :
  • KOVO

Red Sparks juga memastikan segera mencari pelatih kepala baru. Langkah tersebut dilakukan agar persiapan menghadapi musim baru tetap berjalan dan para pemain bisa berkonsentrasi menjalani latihan.

"Kami akan segera melanjutkan proses penunjukan pelatih kepala baru dan mencurahkan semua upaya kami untuk menstabilkan tim sehingga para pemain dapat fokus pada latihan dan persiapan pertandingan tanpa gangguan."

Persoalan yang berujung pada pengunduran diri Ko Hee-jin bermula dari acara makan malam tim yang digelar saat jeda All-Star pada Januari lalu.

Pada Mei, muncul laporan mengenai tindakan tidak pantas yang diduga dilakukan seorang pelatih yang berafiliasi dengan klub terhadap salah satu pemain.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, Jung Kwan Jang mengambil langkah dengan memisahkan pihak-pihak yang terlibat. Klub kemudian melaporkan persoalan tersebut kepada Federasi Bola Voli Korea (KOVO) dan Pusat Etika Olahraga.

Menurut laporan No Cut News, Ko Hee-jin diketahui hadir dalam acara makan malam ketika insiden tersebut terjadi. Namun, sang pelatih menjelaskan bahwa dirinya tidak melihat secara langsung tindakan spesifik yang dilakukan pelatih tersebut.

Meski demikian, Ko Hee-jin sebagai pelatih kepala yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengawasan tim kemudian dibebastugaskan dari aktivitas kepelatihan sejak Mei.

Setelah melalui perkembangan kasus tersebut, Ko Hee-jin akhirnya memilih mengundurkan diri dari Red Sparks secara sukarela.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengakuan Megawati Hangestri soal Ko Hee-jin

Jauh sebelum Ko Hee-jin meninggalkan Red Sparks, Megawati Hangestri pernah mengungkapkan pandangannya mengenai sosok pelatih yang memiliki peran penting dalam perjalanan kariernya di Liga Voli Korea.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Laga Persija Jakarta Vs Persib Bandung Belum Tentu Digelar di SUGBK, Izin Kepolisian Belum Terbit

Laga Persija Jakarta Vs Persib Bandung Belum Tentu Digelar di SUGBK, Izin Kepolisian Belum Terbit

Pertandingan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung masih belum pasti digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Sebab, kepolisian tak kunjung menerbitkan izin.
FASI Jatim Klarifikasi Pendaratan Darurat Pesawat PK-S360 di Blora, Jawa Tengah

FASI Jatim Klarifikasi Pendaratan Darurat Pesawat PK-S360 di Blora, Jawa Tengah

FASI Daerah Jawa Timur mengeluarkan klarifikasi terkait insiden pendaratan darurat pesawat sayap bermotor dengan registrasi PK-S360 di Desa Ngawen, Kabupaten Blora.
Oknum Guru SMAN 1 Pamanukan Panggil Dirinya Sendiri "Ayah" Jadi Sorotan, Anggota DPRD Jabar: Antara Guru dan Siswa Harus Selalu Jaga Jarak

Oknum Guru SMAN 1 Pamanukan Panggil Dirinya Sendiri "Ayah" Jadi Sorotan, Anggota DPRD Jabar: Antara Guru dan Siswa Harus Selalu Jaga Jarak

Viral diberitakan kasus dugaan pelecehan oknum guru kepada muridnya di SMAN 1 Pamanukan, Subang, Jawa Barat. Kasus ini menjadi sorotan banyak pihak.
Untuk Menopang Bencana 2026, BNPB Usulkan Penambahan Anggaran Sebesar Rp5,67 Triliun

Untuk Menopang Bencana 2026, BNPB Usulkan Penambahan Anggaran Sebesar Rp5,67 Triliun

Guna menopang percepatan penanganan bencana serta rehabilitasi fisik di berbagai daerah sepanjang tahun 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengusulkan penambahan Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp5,67 triliun kepada Kementerian Keuangan.
Detik-detik Aksi Protes Ratusan Siswa SMAN 1 Pamanukan Subang Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Berujung Ricuh 

Detik-detik Aksi Protes Ratusan Siswa SMAN 1 Pamanukan Subang Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Berujung Ricuh 

Ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan melakukan aksi protes atas dugaan pelecehan oknum guru terhadap seorang siswi. Oknum diketahui menjabat Wakil Kepala Sekolah
Tok, DPR Sahkan Anggaran Kemenkeu Sebesar Rp49,80 triliun di 2027

Tok, DPR Sahkan Anggaran Kemenkeu Sebesar Rp49,80 triliun di 2027

Dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Komisi XI DPR RI menyepakati Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Tahun Anggaran 2027 senilai Rp49,80 triliun.

Trending

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Fajar Sahrudin mendokumentasikan aktivitasnya membuat kado perpisahan. Ia juga menulis tangan beberapa surat, dimana salah satunya ditujukkan untuk sang kakak.
Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Seorang mahasiswa berinisial AHP (20) yang merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020, diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
ISI Chat Tak Wajar Guru SMAN 1 Pamanukan Subang kepada Murid, Panggil Dirinya "Ayah"

ISI Chat Tak Wajar Guru SMAN 1 Pamanukan Subang kepada Murid, Panggil Dirinya "Ayah"

AT diamankan pihak kepolisian setelah ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan menggelar aksi unjuk rasa dan meminta klarifikasi guru tersebut pada hari Senin kemarin.
Kejagung Bungkam, Empat Nama Pejabat Kejaksaan Masuk dalam BAP Konglomerat Tan Kian

Kejagung Bungkam, Empat Nama Pejabat Kejaksaan Masuk dalam BAP Konglomerat Tan Kian

Menanggapi hal itu Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Anang Supriatna mengatakan bahwa pihaknya tak mengetahui hal tersebut.
Oknum Guru Cabul SMAN 1 Pamanukan Subang Diamankan Polisi Usai Diamuk Ratusan Siswa

Oknum Guru Cabul SMAN 1 Pamanukan Subang Diamankan Polisi Usai Diamuk Ratusan Siswa

AT diamankan polisi usai aksi ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan Subang menggeruduk kantornya hingga sempat terjadi kejar-kejaran saat dirinya hendak melarikan diri
4 Zodiak yang Diprediksi Kariernya Makin Cemerlang Besok 9 September 2026, Gemini Dapat Peluang Tak Terduga

4 Zodiak yang Diprediksi Kariernya Makin Cemerlang Besok 9 September 2026, Gemini Dapat Peluang Tak Terduga

Karier 4 zodiak ini diprediksi makin cemerlang besok, 9 September 2026. Ada yang mulai dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga panen hasil kerja keras!
Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Kasus bunuh diri di Kawasan GBK lagi menjadi sorotan publik di media sosial. Sebab ada satu kasus viral mencuat dan mengingatkan satu nama yang dulu terjadi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT