Geger! Pria Nekat Lompat ke Rel KRL di Stasiun Tanah Abang, Ini Faktanya
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi seorang pria diduga melompat ke tengah rel kereta api listrik atau commuter line di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (7/9/2026) sore.
Peristiwa ini diunggah dalam akun Instagram @jakartapusat.info, dengan keterangan “Bikin Jantungan Satu Stasiun! Pria Nekat Lompat ke Rel KRL di Stasiun Tanah Abang Saat Kereta Melaju, Sempat Sujud di Tengah Rel Sebelum Akhirnya Selamat”.
Terlihat dalam video, pria tersebut mengenakan kaos berwarna putih, tengah bersujud di peron 2 stasiun tersebut. Aksi ini direkam oleh sejumlah calon penumpang kereta.
Terdengar dalam video rekaman tersebut, sejumlah calon penumpang dibuat geger akibat aksi pria ini.
Sementara itu tertulis dalam keterangan bahwa pria ini melompat dari Peron 2 Stasiun Tanah Abang tepat saat rangkaian KRL Commuter Line tujuan Bekasi sedang melaju.
“Usai melompat, pria tersebut sempat berdiri terpaku beberapa detik di tengah rel kereta. Beruntung, masinis KRL dengan sigap melakukan pengereman darurat sehingga kereta berhasil berhenti tepat waktu. Tanpa buang waktu, pria tersebut langsung melompat naik kembali ke peron. Setibanya di atas, ia sempat melakukan sujud beberapa detik dalam kondisi diam tak bergerak sebelum akhirnya bisa berdiri kembali,” tulis keterangan dalam akun, dikutip Selasa (8/9/2026).
Terkait peristiwa ini, Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan, penumpang ini telah diamankan oleh petugas keamanan dalam kereta dan BKO Marinir.
“Petugas segera berlari menuju lokasi untuk mengamankan dan menenangkan penumpang. Setelah kondisi tenang, penumpang dibawa ke ruang Pos PAM untuk di data dan dimintai keterangan,” kata Dhimas, kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).
Sementara itu, Dhimas menyebutkan, saat dimintai keterangan dan diinterogasi, penumpang cenderung bungkam dan menunjukkan indikasi gangguan kesehatan mental.
“Dikarenakan kondisi mental penumpang yang tidak stabil, proses pemeriksaan dan interogasi lebih mendalam tidak dapat dilakukan demi menjaga kestabilan psikologis penumpang,” jelasnya.
Selanjutnya tim PKD berkoordinasi dan menghubungi Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care tempat penumpang tersebut menjalani perawatan. Kemudian, sekitar pukul 20.00 WIB, PKD Stasiun Tanah Abang bersama BKO Marinir serahterima penumpang kepada petugas Yayasan.
Load more