News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bikin Masker Diburu, Polda Metro Jaya Siapkan Langkah Tegas

Permintaan masker meningkat di tengah menyebarnya abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau
Kamis, 10 September 2026 - 11:23 WIB
Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com – Permintaan masker meningkat di tengah menyebarnya abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Polda Metro Jaya turun langsung memantau ketersediaan hingga harga masker di tingkat pelaku usaha untuk mencegah terjadinya kelangkaan maupun permainan harga.

Pemantauan dilakukan di sejumlah distributor dan produsen masker. Polisi memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan harga tidak mengalami kenaikan secara tidak wajar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Ardila Amry mengatakan pengecekan dilakukan sebagai langkah antisipasi menyusul meningkatnya permintaan masker dalam beberapa hari terakhir.

“Kami terus melakukan pengecekan untuk memastikan kebutuhan masker masyarakat tetap tersedia dan harga berjalan secara wajar. Jika ditemukan dugaan pelanggaran, akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Kamis, 10 September 2026.

Dari hasil pemantauan sementara, masker masih tersedia. Meski demikian, persediaan di sejumlah tempat relatif terbatas akibat tingginya permintaan.

Di sisi lain, kapasitas produksi di tingkat produsen disiapkan untuk ditingkatkan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Pengawasan Polda Metro Jaya tidak hanya menyasar ketersediaan masker. Polisi juga mengantisipasi adanya pihak yang sengaja menimbun barang atau menciptakan kelangkaan untuk mendapatkan keuntungan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Victor Mackbon mengatakan pengawasan tersebut berkaitan dengan ketentuan dalam UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Pelaku usaha yang melakukan penimbunan dalam kondisi sebagaimana diatur Pasal 29 Ayat (1) dapat dikenai Pasal 107 dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp50 miliar, apabila unsur tindak pidananya terpenuhi.

Selain itu, pelaku usaha memiliki kewajiban memberikan informasi yang benar serta memperlakukan konsumen secara wajar sebagaimana diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Pengawasan dilakukan mulai dari tingkat produsen hingga distributor. Langkah tersebut ditempuh untuk mencegah penimbunan, manipulasi kelangkaan, maupun kenaikan harga yang tidak wajar.

“Polda Metro Jaya akan terus melakukan pemantauan dari tingkat produsen hingga distributor. Apabila ditemukan pelanggaran yang memenuhi unsur pidana, akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Victor.

Pemantauan polisi sebelumnya dilakukan pada Selasa, 8 September 2026, dengan mendatangi distributor PT AMP Distribusi di Jakarta Barat. Dalam pengecekan tersebut, petugas menemukan sejumlah harga eceran masker, yakni KN95 Rp115.000 per box, Duckbill Rp130.000 per box, Earloop Rp50.000 per box, dan Konvek Rp137.000 per box.

Pengecekan kemudian berlanjut pada Rabu, 9 September 2026, di produsen masker PT Arista, Kota Depok. Harga eceran yang ditemukan untuk KN95 sebesar Rp111.000 per box, Duckbill Rp130.000 per box, Earloop 4PLY Rp90.000 per box, dan Konvek Rp137.000 per box.

Pemantauan dari hulu hingga hilir tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masker masyarakat dapat terpenuhi sekaligus menjaga perdagangan tetap berjalan secara wajar selama meningkatnya permintaan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Foe peace simbolon

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Inggris Larang Impor dari Pemukiman Ilegal Israel, Indonesia Mendukung

Inggris Larang Impor dari Pemukiman Ilegal Israel, Indonesia Mendukung

Keputusan Inggris yang secara resmi melarang impor barang serta pembatasan layanan yang berkaitan dengan pemukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan Palestina, didukung oleh Indonesia beserta tujuh negara sahabat. 
Senyum-Senyum Sendiri, 5 Zodiak Ini Diprediksi i Beruntung Soal Cinta Besok 11 September 2026

Senyum-Senyum Sendiri, 5 Zodiak Ini Diprediksi i Beruntung Soal Cinta Besok 11 September 2026

Cinta membawa kejutan manis! 5 zodiak ini diprediksi paling beruntung besok, 11 September 2026. Siapa yang bakal dapat perhatian spesial dari seseorang?
Bukan Kim Yeon-koung? Megawati Hangestri Ungkap Sosok yang Menjadi Panutannya di Dunia Voli

Bukan Kim Yeon-koung? Megawati Hangestri Ungkap Sosok yang Menjadi Panutannya di Dunia Voli

Megawati Hangestri kini tengah bersiap menjalani petualangan baru bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea musim mendatang.
Tujuh Talenta SMK Jatim Siap Berlaga di WorldSkills Shanghai 2026, Gubernur Khofifah: Daya Saing dan Kualitas Vokasi Jatim Berlevel Global

Tujuh Talenta SMK Jatim Siap Berlaga di WorldSkills Shanghai 2026, Gubernur Khofifah: Daya Saing dan Kualitas Vokasi Jatim Berlevel Global

7 talenta binaan SMK di Jawa Timur masuk daftar 21 kandidat kompetitor Indonesia yang dipersiapkan berlaga di WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok.
Kakak Fajar Sahrudin Ungkap Gelagat Adiknya Sebelum Ditemukan Meninggal di GBK

Kakak Fajar Sahrudin Ungkap Gelagat Adiknya Sebelum Ditemukan Meninggal di GBK

Kakak Fajar Sahrudin akhirnya buka suara terkait kematian sang adik di kawasan GBK. Ia mengungkap Fajar dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup dan telah.
Pengakuan Abah Setu soal Video Dugaan Hina Nabi Muhammad SAW Viral, Sebut Ucapan yang Beredar Hasil Buatan AI

Pengakuan Abah Setu soal Video Dugaan Hina Nabi Muhammad SAW Viral, Sebut Ucapan yang Beredar Hasil Buatan AI

Asep Setiawan (Abah Setu), pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam di Cikarang Barat, Bekasi menyebut video diduga saat hina Nabi Muhammad SAW hasil teknologi AI.

Trending

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Pasangan kekasih berinisial R (28) pria dan E (23) wanita tega menghabisi nyawa anaknya sendiri di Jakarta Barat. Mereka menguburkannya di sebuah rumah roboh terbengkalai.
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Selengkapnya

Viral