Mendikdasmen Dorong Penguatan Pendidikan Literasi dan Numerasi Bagi Siswa SMK Ditengah PKL
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong penguatan literasi dan numerasi bagi murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di tengah adanya kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan, keberlangsungan pembelajaran murid SMK harus dilakukan meskipun para siswa tengah melangsungkan PKL.
Menurutnya, pembelajaran asinkron menjadi salah satu pendekatan yang dapat diterapkan. Melalui model ini, murid dapat mengakses materi dan menyelesaikan tugas secara mandiri tanpa harus mengikuti pembelajaran pada waktu yang sama dengan guru.
"Pembelajaran tidak berhenti ketika anak-anak kita melaksanakan PKL. Justru pengalaman di dunia kerja harus menjadi bagian dari proses pembelajaran," katanya, Senin (14/9/2026).
Mu'ti mengungkapkan, PKL memberikan pengalaman bagi siswa dalam dunia kerja. Namun di sisi lain pengalaman tersebut perlu tetap diikuti dengan penguatan kemampuan dasar.
Literasi dan numerasi menjadi dua kemampuan yang penting untuk terus dikembangkan selama murid menjalani PKL.
"Literasi dan numerasi merupakan kemampuan fundamental. Keduanya diperlukan bukan hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja," ungkap dia.
Dalam kegiatan PKL, sambung Mu'ti kemampuan literasi digunakan ketika murid membaca prosedur kerja, memahami petunjuk penggunaan peralatan, menafsirkan informasi teknis, menyusun laporan, mengisi formulir, hingga berkomunikasi dengan pembimbing dan rekan kerja.
Sementara numerasi dibutuhkan dalam berbagai aktivitas pekerjaan, seperti menghitung kebutuhan bahan, menentukan ukuran, membaca tabel dan grafik, menghitung waktu pengerjaan, memperkirakan biaya, menghitung persentase, hingga membandingkan hasil pekerjaan.
Oleh karena itu, penguatan dalam keduanya Guru dapat menyediakan video pembelajaran, modul ringkas, lembar kerja, kuis, tugas pemecahan masalah, maupun jurnal refleksi yang dapat dikerjakan murid sesuai waktu yang tersedia.
"Guru tetap memiliki peran penting dalam menetapkan tujuan pembelajaran, memberikan instruksi, memantau perkembangan, dan memberikan umpan balik kepada murid," jelas Mu'ti.
Adapun hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMK Tahun 2025 dan berdasarkan Surat Edaran Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Nomor 4021/B/D2/DV.00.01/2026, rerata capaian murid pada Matematika tercatat 34,84, bahasa Inggris 22,69, dan bahasa Indonesia 53,68.
Load more