BMKG Deteksi 4.028 Titik Panas di Sumatera, Terbanyak Terpusat di Sumatera Selatan
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Lonjakan titik panas (hotspot) terpantau di daratan Pulau Sumatera dengan total mencapai 4.028 titik berdasarkan hasil pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru.
Dari akumulasi tersebut, Provinsi Sumatera Selatan mendominasi secara signifikan dengan sumbangan sebanyak 2.994 titik.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Bella R Adelia, menerangkan bahwa data tersebut merupakan pembaruan terkini hingga Selasa (15/9) pukul 16.00 WIB.
Selain wilayah Sumatera Selatan, persebaran titik panas dalam jumlah besar turut terdeteksi di sejumlah provinsi lain, seperti Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 354 titik, Jambi 319 titik, Lampung 269 titik, Riau 40 titik, serta Bengkulu 32 titik.
"Adapun wilayah Sumatera lainnya yang terpantau memiliki titik panas yakni Sumatera Barat (13), Sumatera Utara (2), serta Kepulauan Riau (5)," katanya.
Khusus untuk Provinsi Riau, 40 titik panas tersebut terdistribusi di enam daerah administratif. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan konsentrasi terbanyak, yakni mencapai 24 titik.
Sementara itu, sisanya berada di Indragiri Hilir (7 titik), Kuantan Singingi (4 titik), Pelalawan (3 titik), serta Kota Dumai dan Rokan Hilir yang masing-masing mencatatkan satu titik panas.
Tingginya sebaran titik panas tersebut mulai berdampak langsung terhadap keterbatasan jarak pandang akibat paparan partikel kabut asap.
Pada sore hari pukul 16.00 WIB, visual pemandangan di wilayah Kota Pekanbaru dan Rengat menyusut hingga tersisa sekitar tiga kilometer.
"Sementara Pelalawan memiliki jarak pandang 2,5 kilometer dan Tambang sekitar empat kilometer," jelasnya.
BMKG juga menganalisis bahwa penurunan mutu udara dan munculnya kabut asap di Riau turut diperparah oleh fenomena asap lintas batas (transboundary haze) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah selatan Sumatera.
Pergerakan ini terpicu oleh embusan angin yang bertiup kencang dari arah tenggara dan barat daya.
“Berdasarkan pola angin dan citra sebaran asap yang kami pantau, terdapat potensi kiriman asap dari wilayah di sebelah selatan Riau. Karena asap bergerak mengikuti arah angin, kondisi yang terpantau di Riau tidak hanya dipengaruhi sumber yang berada di dalam wilayah Riau,” ungkap Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Warjono. (ant/dpi)
Load more