News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Lengkap Serda Ahmad Tewas Dikeroyok Seniornya, Harusnya Beli Mi Kuah Malah Mi Goreng

Dugaan kekerasan itu disebut bermula dari persoalan sepele. Serda Ahmad diminta membeli mi kuah oleh seniornya di TNI AU akan tetapi ia pulang membawa mi goreng
Rabu, 16 September 2026 - 02:00 WIB
Serda Ahmad Muzammil Farisa tewas setelah diduga dianiaya empat seniornya
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Ayah Serda Ahmad Muzammul Farisa mengungkap kronologi penganiayaan yang dialami anaknya oleh empat seniornya hingga meninggal dunia.

Serda Ahmad Muzammul Farisa, seorang prajurit TNI AU asal Magetan, Jawa Timur, tewas setelah dianiaya oleh empat seniornya di Asrama Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dugaan kekerasan itu disebut bermula dari persoalan sepele. Serda Ahmad diminta membeli mi kuah oleh seniornya di TNI AU, akan tetapi ia pulang membawa mi goreng. 

Kekecewaan para senior atas pesanan tersebut diduga menjadi pemicu aksi kekerasan yang dilakukan. Tak hanya sekali, Serda Ahmad dianiaya berkali-kali oleh seniornya.

Serda Ahmad Muzammil Farisa dan ayahnya.
Serda Ahmad Muzammil Farisa dan ayahnya.
Sumber :
  • istimewa

Kronologi dugaan penganiayaan tersebut diungkap ayah korban, Toni Eko Prasetyo.

Toni mengatakan tragedi bermula pada Rabu (9/9/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.  Malam itu, Serda Ahmad disebut diminta seniornya membeli makanan.

Namun, makanan yang dibawa korban disebut tidak sesuai pesanan. Saat itu para senior meminta mi kuah, sedangkan korban membawa mi goreng.

"Dari informasi yang saya dapat, anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah namun diberikan mi goreng," kata Toni, di Magetan pada Sabtu (12/9/2026) lalu.

Gara-gara itu, empat senior disebut melakukan penganiayaan terhadap Serda Ahmad di lingkungan asrama. Namun, ternyata aksi kekerasan itu tidak hanya terjadi sekali. 

Sekitar empat jam kemudian, tepatnya Kamis (10/9/2026) pukul 03.00 WIB, penganiayaan diduga kembali terjadi.

Dalam kejadian kedua tersebut, korban disebut mendapat hantaman benda tumpul pada bagian tubuh yang vital. Kondisi Serda Ahmad kemudian memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Empat Senior Serda Ahmad Ditahan

Empat prajurit TNI senior yang diduga terlibat penganiayaan Serda Ahmad Muzammil Farisa (22) telah ditahan di Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (Puspom AU).

Keempat TNI AU senior yang diduga melakukan penganiayaan tersebut adalah, Serda MTSA, Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH.

Kini, kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan Serda Ahmad Muzammil Farisa memasuki tahap penyidikan. 

Penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan atas dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. 

Kadispenau TNI, Marsma I Nyoman Suadnyana, membenarkan penahanan terhadap empat prajurit tersebut. 

"Semua pelaku sudah ditahan di Puspomau untuk melaksanakan penyidikan," kata dia, dikutip Senin (14/9/2026).

Langkah penahanan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam pengusutan kasus yang berujung pada meninggalnya Serda Ahmad. 

TNI AU memastikan proses hukum akan tetap berjalan dan tidak memberikan perlakuan khusus terhadap prajurit yang nantinya terbukti melakukan pelanggaran. 

"Prajurit yang terbukti terlibat akan dimintai pertanggungjawaban dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Tidak ada ruang bagi tindakan yang melanggar hukum di lingkungan TNI AU," kata dia. 

Pihaknya juga berharap proses penyidikan dapat segera dituntaskan hingga perkara masuk ke persidangan. 

"Semoga segera selesai dan pelaku disidang dan dihukum sesuai ketentuan yang berlaku," kata dia lagi. (muu)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Megawati Hangestri dan Jordan Wilso masing-masing akan memakai identitas baru setelah Hyundai Hillstate merilis nomor punggung jersi jelang V-League sore nanti.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Selengkapnya

Viral