News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ketua Majelis Syura PKS: Demokrasi Harus Lahirkan Pemimpin Berintegritas Bukan Sekadar Pemenang

Ketua Majelis Syura PKS Sohibul Iman menegaskan Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengubah besarnya potensi bangsa menjadi kekuatan nasional yang
Rabu, 16 September 2026 - 11:16 WIB
Ketua Majelis Syura PKS: Demokrasi Harus Lahirkan Pemimpin Berintegritas Bukan Sekadar Pemenang
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Majelis Syura PKS Sohibul Iman menegaskan Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengubah besarnya potensi bangsa menjadi kekuatan nasional yang nyata. 

Menurutnya, ukuran keberhasilan kepemimpinan bukan semata pada seberapa besar sumber daya yang dimiliki, tetapi pada kemampuan mengonversi potensi tersebut menjadi kapasitas, produktivitas, dan kemajuan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sohibul menyampaikan pandangan tersebut dalam FGD Kepemimpinan dan Lingstra Nasional MPP PKS di Aula Utama Kantor DPTP PKS, Jakarta, Selasa (15/9/2026). 

Ia menilai tantangan Indonesia hari ini bukan karena bangsa ini kekurangan potensi, tetapi karena kapasitas riil yang dihasilkan masih belum sepenuhnya mencerminkan besarnya sumber daya manusia, sumber daya alam, dan kekuatan institusi yang dimiliki.

“Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu melipatgandakan potensi yang ada,” ujar Sohibul. 

Karena itu, pemimpin tidak cukup hanya berperan sebagai administrator yang menjaga keadaan tetap berjalan, tetapi harus menjadi value creator yang mampu menemukan, mengorganisasi, dan mengembangkan kekuatan bangsa sehingga melahirkan kapasitas-kapasitas baru.

Dalam perspektif kepemimpinan Islam, Sohibul mengingatkan empat karakter utama yang dicontohkan Rasulullah SAW, yakni shiddiq, amanah, fathanah, dan tabligh. 

Shiddiq menegaskan pentingnya kejujuran dan integritas, amanah menuntut tanggung jawab dan kemampuan menjaga kepercayaan, fathanah mencerminkan kompetensi dan kecakapan, sedangkan tabligh menuntut keterbukaan, komunikasi, transparansi, dan keteladanan.

Menurut Sohibul, shiddiq dan amanah menjadi fondasi untuk menjaga dan merawat apa yang telah dimiliki bangsa, sedangkan fathanah dan tabligh menjadi dasar bagi kemampuan mengembangkan kapasitas baru. 

“Kepemimpinan harus mampu merawat apa yang sudah ada dan mengembangkan apa yang belum ada. Jadi bukan hanya menjaga, tetapi juga menciptakan kemajuan,” katanya.

Ia menilai perbaikan kualitas kepemimpinan nasional harus berjalan bersamaan dengan pembenahan sistem politik dan mekanisme rekrutmen kepemimpinan, mulai dari Pemilu, Pilpres, Pileg, hingga Pilkada

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Demokrasi tidak boleh berhenti pada mekanisme menghasilkan pemenang kontestasi, tetapi harus mampu melahirkan pemimpin yang berintegritas, kompeten, amanah, dan memiliki visi kebangsaan yang kuat.

Di tengah luasnya wilayah dan keberagaman Indonesia, Sohibul juga menekankan pentingnya tipe kepemimpinan yang mampu membangun solidaritas nasional. Ia menyebutnya sebagai solidarity maker leader, yakni pemimpin yang mampu merangkul, mengonsolidasikan berbagai kekuatan, serta mengubah keragaman menjadi energi kolektif bagi kemajuan bangsa.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Aksi KKB Mengancam Sopir Pendatang untuk Mengakui dan Meminta Papua Merdeka

Viral Aksi KKB Mengancam Sopir Pendatang untuk Mengakui dan Meminta Papua Merdeka

kelompok kriminal bersenjata atau KKB kembali berulah, belum lama tewaskan 3 ASN. Kini diduga menewaskan seorang sopir pendatang yang melintas bawa penumpang.
Gerakannya Diambil dari Kebiasaan Masyarakat Tangerang, Warga Antusias Ikuti Acara Senam Tangerang Gemilang

Gerakannya Diambil dari Kebiasaan Masyarakat Tangerang, Warga Antusias Ikuti Acara Senam Tangerang Gemilang

Warga Curug Sangereng antusias dalam mengikuti acara Senam Tangerang Gemilang. Senam ini diketahui mulai dibuat pada 2022 oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang.
Dari Kawan Jadi Rival, Vanja Bukilic Tak Gentar Hadapi Megawati Hangestri, Yakin Red Sparks Bisa Bersaing

Dari Kawan Jadi Rival, Vanja Bukilic Tak Gentar Hadapi Megawati Hangestri, Yakin Red Sparks Bisa Bersaing

Vanja Bukilic tak sabar kembali beraksi bersama Jung Kwan Jang Red Sparks dan menghadapi mantan tandemnya, Megawati Hangestri, di V-League musim 2026/2027.
17 Remaja Tunggu Lawan Tawuran Datang Sambil Live Instagram, Aksinya di Dunia Maya Terpantau Siber Polres Bogor

17 Remaja Tunggu Lawan Tawuran Datang Sambil Live Instagram, Aksinya di Dunia Maya Terpantau Siber Polres Bogor

Aksi 17 remaja yang sedang menunggu lawan tawuran datang sambil melakukan siaran langsung atau live Instagram terpantau Siber Polres Bogor. 
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 17 September 2026: Cancer Panen Dana Segar

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 17 September 2026: Cancer Panen Dana Segar

Pada 17 September 2026, beberapa zodiak diprediksi memiliki peluang lebih besar untuk merasakan perkembangan positif dalam kondisi finansial. Siapa yang hoki?
Maarten Paes Tiba-Tiba Jadi Starter Lagi, Pelatih Ajax Amsterdam Ungkap Alasan Cadangkan Marc-Andre ter Stegen

Maarten Paes Tiba-Tiba Jadi Starter Lagi, Pelatih Ajax Amsterdam Ungkap Alasan Cadangkan Marc-Andre ter Stegen

Pelatih Ajax Amsterdam, Michel Sanchez, menjelaskan alasan untuk mencadangkan Marc-Andre ter Stegen. Dalam laga kontra Willem II Tilburg, Maarten Paes bermain sebagai starter.

Trending

Menguak Tabir Penyebab Utama Purbaya Dicopot sebagai Menkeu: Ini adalah Momentum

Menguak Tabir Penyebab Utama Purbaya Dicopot sebagai Menkeu: Ini adalah Momentum

Purbaya Yudhi Sadewa, kini menjadi sorotan publik, usai dirinya dicopot Presiden Prabowo sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia. Tidak sedikit
Istri Purbaya Buka Suara Usai Suaminya Dicopot Prabowo, Singgung Orang Jahat

Istri Purbaya Buka Suara Usai Suaminya Dicopot Prabowo, Singgung Orang Jahat

Istri Purbaya Yudhi Sadewa, Ida Yulidina merespons pencopotan suaminya dari jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia bilang kalau...
Berkelakar Usai Dipecat Jadi Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Ikan Mujair, Ikan Nila di Kolam

Berkelakar Usai Dipecat Jadi Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Ikan Mujair, Ikan Nila di Kolam

Mantan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berkelakar usai dirinya dipecat dari jabatannya. Dia akan memancing di kolam sambil memikirkan kenapa dirinya dipecat. 
KPK Ungkap Peran Fahd Arafiq dalam Kasus HGB Summarecon: Jadi Penampung Uang Korupsi ATR/BPN

KPK Ungkap Peran Fahd Arafiq dalam Kasus HGB Summarecon: Jadi Penampung Uang Korupsi ATR/BPN

Erwin dan Fakhry kemudian menyetorkan uang tersebut kepada mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, yang diduga juga termasuk salah satu orang kepercayaan Nusron Wahid.
Terpopuler: Kata Anak Purbaya Yudhi Sadewa Usai Ayahnya Dicopot hingga Peringatan Media Korea untuk Megawati

Terpopuler: Kata Anak Purbaya Yudhi Sadewa Usai Ayahnya Dicopot hingga Peringatan Media Korea untuk Megawati

Tiga berita jadi sorotan pembaca tvOnenews.com Selasa (15/9), mulai dari respons putra Purbaya Yudhi Sadewa usai sang ayah dicopot hingga Megawati Hangestri.
Resmi Menjabat, Menkeu Suahasil Nazara Ucapkan Terima Kasih saat Bertemu Purbaya

Resmi Menjabat, Menkeu Suahasil Nazara Ucapkan Terima Kasih saat Bertemu Purbaya

Prosesi serah terima jabatan Menkeu Purbaya ke Suahasil Nazara, berlangsung di Aula Mezzanine, Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (15/9).
Eks Tandem Megawati Hangestri Ungkap Masalah yang Dialami Sebelum Kembali ke Red Sparks, Apa Itu?

Eks Tandem Megawati Hangestri Ungkap Masalah yang Dialami Sebelum Kembali ke Red Sparks, Apa Itu?

Eks tandem Megawati Hangestri, Vanja Bukilic mengungkapkan sempat mengalami sejumlah masalah sebelum comeback memperkuat Red Sparks di V-League musim 2026/2027.
Selengkapnya

Viral