News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

BPJS Kesehatan Soroti Wacana Hapus Tunggakan JKN, 23 Juta Peserta Bisa Langsung Aktif

BPJS Kesehatan mengungkap penghapusan tunggakan iuran JKN berpotensi mengaktifkan kembali 23 juta peserta dan membantu mengejar target 2027.
Rabu, 16 September 2026 - 15:35 WIB
BPJS Kesehatan.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito merespons wacana penghapusan tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurut Prihati, BPJS Kesehatan hingga kini masih melakukan advokasi kepada pemerintah terkait rencana kebijakan tersebut.

Prihati mengatakan, apabila tunggakan iuran JKN benar-benar dihapus, kebijakan itu berpotensi membantu meningkatkan jumlah peserta aktif BPJS Kesehatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut menjadi penting karena BPJS Kesehatan tengah menghadapi target peningkatan jumlah peserta aktif JKN. Penghapusan tunggakan dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk membantu peserta yang saat ini tidak aktif kembali menggunakan kepesertaan JKN.

"Doakan kalau benar-benar dihapus Perpres tunggakan iuran, Rp 23 juta itu langsung bisa menjadi peserta aktif," kata Prihati kepada wartawan di Cimahi, Rabu (16/9/2026).

Belum Ada Kepastian Kapan Tunggakan Dihapus

Prihati mengungkapkan, BPJS Kesehatan belum mengetahui secara pasti kapan keputusan mengenai penghapusan tunggakan iuran JKN akan ditetapkan.

Menurut dia, BPJS Kesehatan hanya dapat melakukan advokasi kepada pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Langkah tersebut dilakukan agar pemerintah dapat segera mengambil keputusan mengenai kebijakan penghapusan tunggakan.

"Belum ada (tanggalnya). Kita hanya bisa advokasi lewat Kemenko PMK bagaimana pemerintah bisa segera memberikan penghapusan tunggakannya. Saya sama-sama doa," ujar Prihati.

Wacana penghapusan tunggakan iuran tersebut berkaitan erat dengan upaya BPJS Kesehatan meningkatkan jumlah peserta aktif JKN. Saat ini, masih terdapat puluhan juta peserta yang status kepesertaannya tidak aktif.

54 Juta Peserta JKN Tidak Aktif

Prihati menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 54 juta peserta BPJS Kesehatan yang tidak aktif. Jumlah tersebut menjadi salah satu tantangan dalam upaya mengejar peningkatan kepesertaan aktif JKN.

Namun, Prihati menegaskan bahwa peserta yang menunggak iuran tidak seluruhnya berada dalam kondisi tidak mampu membayar.

Menurutnya, terdapat peserta yang sebenarnya memiliki kemampuan membayar, tetapi memilih tidak membayar iuran ketika tidak membutuhkan layanan kesehatan. Kondisi tersebut berbeda dengan peserta yang memang tidak memiliki kemampuan finansial untuk membayar iuran.

"Ini kan masalahnya willingness to pay. Bayar kalau lagi sakit. Kenapa yang tidak sakit bayar? Itu willingness to pay. Ada lagi inability to pay, memang dia tidak mampu bayar," jelas Prihati.

Dengan kondisi tersebut, penghapusan tunggakan iuran JKN dinilai berpotensi membantu mengaktifkan kembali sebagian peserta yang sebelumnya tidak aktif.

Prihati juga mengatakan, apabila sekitar 54 juta peserta tersebut dapat kembali aktif dan membayar iuran, terdapat potensi tambahan penerimaan iuran yang signifikan bagi keberlangsungan program JKN.

BPJS Kesehatan Kejar 23,5 Juta Peserta Aktif pada 2027

Di tengah kondisi tersebut, BPJS Kesehatan mendapatkan target untuk menambah sekitar 23,5 juta peserta aktif pada 2027.

Penambahan tersebut diperlukan agar cakupan peserta aktif JKN dapat mencapai sekitar 88 persen. Prihati mengakui target tersebut bukan perkara mudah untuk dicapai.

Pasalnya, kemampuan BPJS Kesehatan selama ini berada di kisaran 4-5 juta peserta aktif tambahan setiap tahun. Sementara target yang diberikan untuk 2027 mencapai 23,5 juta peserta aktif.

"Untuk tambah 23,5 juta, padahal kemampuan kita menambah 4-5 juta setahun. Tetapi kita dikasih target 23,5 juta," kata Prihati.

Karena itu, Prihati menilai kebijakan penghapusan tunggakan iuran JKN, apabila benar-benar diterapkan, dapat membantu BPJS Kesehatan mengejar target peningkatan kepesertaan aktif tersebut.

Kebijakan tersebut berpotensi membuat peserta yang sebelumnya tidak aktif kembali menjadi peserta aktif tanpa harus terbebani tunggakan sesuai mekanisme yang nantinya ditetapkan pemerintah.

Prihati Tekankan Peran JKN Lindungi Masyarakat

Selain persoalan kepesertaan dan penerimaan iuran, Prihati menegaskan keberlanjutan program JKN membutuhkan kolaborasi yang kuat dengan pemerintah.

Menurut Prihati, peran JKN tidak hanya sebatas membiayai layanan kesehatan masyarakat. Program tersebut juga memiliki fungsi dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari risiko jatuh miskin akibat biaya kesehatan.

Prihati memberikan gambaran mengenai seorang pencari nafkah keluarga yang tiba-tiba mengalami serangan penyakit serius. Apabila orang tersebut tidak memperoleh perlindungan kesehatan, kondisi tersebut dapat berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi keluarga yang ditinggalkan.

"Kalau ada laki-laki 40 tahun serangan, jatuh, harus juga ditolong. Karena kalau misalkan meninggal, mungkin anak istrinya jatuh di situasi miskin. Maka itu peran BPJS dalam menjaga kemiskinan," tuturnya.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dana Rp175 Juta Disalurkan untuk Pemulihan Gempa NTT

Dana Rp175 Juta Disalurkan untuk Pemulihan Gempa NTT

Berkeley Club of Indonesia (BCI) menghadirkan kolaborasi olahraga dan aksi sosial untuk mendukung proses pemulihan masyarakat di Nusa Tenggara Timur
Pemprov Jabar Selenggarakan Bursa Kerja Secara Live, Bisa Dipantau di Tiktok KDM

Pemprov Jabar Selenggarakan Bursa Kerja Secara Live, Bisa Dipantau di Tiktok KDM

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menghadirkan inovasi dalam memperluas akses informasi ketenagakerjaan dengan menggelar program bursa kerja daring melalui siaran langsung (live streaming). 
Pelindo Luncurkan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok: Dorong Transformasi Green Port

Pelindo Luncurkan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok: Dorong Transformasi Green Port

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo resmi meluncurkan fasilitas Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Rabu (16/9). 
Prabowo Bongkar Kebocoran Ekspor 34 Tahun: Rp15 Triliun Disebut Raib akibat Underinvoicing

Prabowo Bongkar Kebocoran Ekspor 34 Tahun: Rp15 Triliun Disebut Raib akibat Underinvoicing

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa praktik underinvoicing telah terjadi selama 34 tahun dan menyebabkan potensi hilangnya kekayaan negara hingga Rp15 triliun.
Geger! Ada Temuan Dua Granat Asap di Jalan Letjen Suprapto Cempaka Putih, Polisi: Sudah Tidak Aktif

Geger! Ada Temuan Dua Granat Asap di Jalan Letjen Suprapto Cempaka Putih, Polisi: Sudah Tidak Aktif

Sejumlah warga digegerkan dengan adanya penemuan dua buah granat asap di depan RS YARSI, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Rabu (16/9).
KSO Agrinas Tempuh Restorative Justice Kasus Pencurian dan Pengerusakan Kebun di Kampar

KSO Agrinas Tempuh Restorative Justice Kasus Pencurian dan Pengerusakan Kebun di Kampar

Ketua KSO Koptan Kampar Jaya Bersama-KSO PT Agrinas Palma Nusantara, Ahmad Yanis, mengatakan keputusan menempuh RJ dilakukan setelah melalui pertimbangan dan musyawarah internal.

Trending

Menguak Tabir Penyebab Utama Purbaya Dicopot sebagai Menkeu: Ini adalah Momentum

Menguak Tabir Penyebab Utama Purbaya Dicopot sebagai Menkeu: Ini adalah Momentum

Purbaya Yudhi Sadewa, kini menjadi sorotan publik, usai dirinya dicopot Presiden Prabowo sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia. Tidak sedikit
Istri Purbaya Buka Suara Usai Suaminya Dicopot Prabowo, Singgung Orang Jahat

Istri Purbaya Buka Suara Usai Suaminya Dicopot Prabowo, Singgung Orang Jahat

Istri Purbaya Yudhi Sadewa, Ida Yulidina merespons pencopotan suaminya dari jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia bilang kalau...
Viral "Pak Guru" di Tolitoli Pakai Makeup saat Mengajar, Kini Diberhentikan

Viral "Pak Guru" di Tolitoli Pakai Makeup saat Mengajar, Kini Diberhentikan

Viral di media sosial sejumlah video yang memperlihatkan seorang “Pak Guru” memakai makeup ala perempuan saat mengajar. Kini berujung diberhentikan.
Begini Kronologi Pak Guru Yasin yang Viral di Medsos, Kini Dikabarkan telah Dipecat dari Sekolah

Begini Kronologi Pak Guru Yasin yang Viral di Medsos, Kini Dikabarkan telah Dipecat dari Sekolah

Aksi pak guru SD di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah tengah viral di media sosial. Sebab diduga menggunakan make up dan lipstik saat mengajar.
Berkelakar Usai Dipecat Jadi Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Ikan Mujair, Ikan Nila di Kolam

Berkelakar Usai Dipecat Jadi Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Ikan Mujair, Ikan Nila di Kolam

Mantan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berkelakar usai dirinya dipecat dari jabatannya. Dia akan memancing di kolam sambil memikirkan kenapa dirinya dipecat. 
Terpopuler: Kata Anak Purbaya Yudhi Sadewa Usai Ayahnya Dicopot hingga Peringatan Media Korea untuk Megawati

Terpopuler: Kata Anak Purbaya Yudhi Sadewa Usai Ayahnya Dicopot hingga Peringatan Media Korea untuk Megawati

Tiga berita jadi sorotan pembaca tvOnenews.com Selasa (15/9), mulai dari respons putra Purbaya Yudhi Sadewa usai sang ayah dicopot hingga Megawati Hangestri.
Menegangkan! KKB Mengancam Sopir Travel dengan Senjata, Paksa Mengatakan 'Papua Bisa Merdeka'

Menegangkan! KKB Mengancam Sopir Travel dengan Senjata, Paksa Mengatakan 'Papua Bisa Merdeka'

Beredar video di media sosial, viral soal Sopir travel ditembak KKB. diketahui sementara, terjadi di jalan trans Wamena-Nduga dan terjadi pada Selasa (16/9).
Selengkapnya

Viral