Tol Palembang-Betung Ditargetkan Beroperasi 2027, Jembatan Musi V Jadi Kunci Proyek Rp14,98 Triliun
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan Jalan Tol Palembang-Betung dapat beroperasi pada kuartal I 2027.
Jalan tol sepanjang 69,19 kilometer tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Provinsi Sumatera Selatan.
Pembangunan Tol Palembang-Betung dibagi menjadi tiga tahap. Seksi 1 dan Seksi 2 ditargetkan selesai pada kuartal IV 2026, sedangkan Seksi 3 ditargetkan rampung pada kuartal I 2027.
BPJT juga terus mendorong percepatan pembangunan agar ruas tol tersebut dapat difungsionalkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026-2027.
Jembatan Musi V Jadi Bagian Penting Tol Palembang-Betung
Salah satu infrastruktur yang menjadi perhatian dalam penyelesaian Tol Palembang-Betung adalah Jembatan Musi V.
Kepala BPJT Ni Komang Rasminiati mengatakan struktur Jembatan Musi V telah mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi Struktur dari Menteri PU pada 6 Juli 2026.
Menurut Ni Komang, penyelesaian struktur jembatan tersebut menjadi tahapan penting untuk mendukung penyelesaian keseluruhan Jalan Tol Palembang-Betung.
"Jembatan ini merupakan struktur khusus karena memiliki total bentang tengah 380 meter, ditambah jembatan pendekat sepanjang 656 meter di sisi Bengkinang dan 648 meter di sisi Gandus, sehingga total panjang jembatan mencapai 1.684 meter," ujar Ni Komang dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (20/9/2026).
Dengan panjang total mencapai 1.684 meter, Jembatan Musi V menjadi salah satu struktur utama yang perlu dipastikan penyelesaiannya dalam pembangunan ruas tol tersebut.
Jembatan Dipasangi 100 Sensor Pemantau Struktur
Untuk menjaga keselamatan dan memantau kinerja jembatan, BPJT menyiapkan pemasangan Structural Health Monitoring System (SHMS).
Sistem tersebut akan dilengkapi dengan 100 unit sensor yang digunakan untuk memantau kondisi kesehatan struktur Jembatan Musi V secara berkelanjutan.
Pemasangan sistem pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi struktur jembatan tetap terpantau setelah pembangunan memasuki tahapan penyelesaian.
Investasi Tol Capai Rp14,98 Triliun
Pembangunan Tol Palembang-Betung menggunakan konfigurasi awal 2×2 lajur. Pada tahap akhir, kapasitas jalan tersebut direncanakan dapat ditingkatkan menjadi 2×3 lajur.
Nilai investasi proyek Tol Palembang-Betung mencapai Rp14,98 triliun.
Rinciannya:
-
Total investasi: Rp14,98 triliun
-
Biaya konstruksi: sekitar Rp13,90 triliun
-
Biaya pembebasan lahan: sekitar Rp390 miliar
-
Masa konsesi: 50 tahun
Dengan nilai investasi tersebut, pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan agar target penyelesaian setiap seksi dapat tercapai.
Tol Palembang-Betung Perkuat Jaringan JTTS
Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga Triono Junoasmono mengatakan pembangunan Tol Palembang-Betung merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera.
Menurut Triono, keberadaan ruas tersebut juga membuka peluang tersambungnya jaringan tol menuju Jambi dan wilayah lain di Sumatera.
"Kalau kita lihat, jalan tol yang sudah beroperasi itu dari Bakauheni Lampung, sampai ke Palembang. Sekarang dilanjutkan Palembang-Betung, dan mudah-mudahan selanjutnya bisa masuk konstruksi sampai ke Jambi," jelas Triono.
Pembangunan Tol Palembang-Betung dengan demikian menjadi salah satu bagian dalam pengembangan jaringan jalan tol yang menghubungkan sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.
Pembebasan Lahan Masih Jadi Tantangan
Di sisi lain, proses penyelesaian pembangunan Tol Palembang-Betung masih menghadapi sejumlah tantangan.
Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya Sugeng Rochadi mengatakan salah satu tantangan yang masih dihadapi berkaitan dengan pembebasan lahan pada sejumlah titik.
Persoalan tersebut juga berkaitan dengan akses masyarakat yang perlu tetap diperhatikan selama proses pembangunan berlangsung.
Meskipun struktur utama Jembatan Musi V telah rampung, masih terdapat tujuh jembatan kecil yang penyelesaiannya perlu dilakukan secara beriringan dengan penuntasan akses jalan lama menuju permukiman warga.
Kondisi tersebut membuat penyelesaian konstruksi tidak hanya berfokus pada struktur utama jalan tol, tetapi juga memastikan akses masyarakat tetap dapat digunakan.
BPJT Koordinasi dengan Hutama Karya dan Pemda
BPJT terus melakukan koordinasi bersama PT Hutama Karya, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait untuk mempercepat penyelesaian pembangunan.
Koordinasi dilakukan agar pekerjaan Tol Palembang-Betung tetap memenuhi aspek keselamatan dan mutu konstruksi sekaligus memperhatikan kebutuhan akses masyarakat.
Dengan Seksi 1 dan Seksi 2 ditargetkan selesai pada kuartal IV 2026 serta Seksi 3 pada kuartal I 2027, BPJT menargetkan keseluruhan ruas Tol Palembang-Betung dapat beroperasi pada kuartal I 2027.
Load more