Dipanggil Prabowo ke Istana, Dirjen Bea Cukai Diminta Perketat Perbatasan dan Pesisir
- ANTARA
Dalam penindakan yang dilakukan pada Agustus hingga September 2026, DJBC menyasar empat titik, yakni perairan Selat Malaka, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kawasan berikat di Bogor, dan Pelabuhan Tanjung Priok.Â
Selat Malaka Jadi Salah Satu Fokus Patroli
Djaka juga membeberkan salah satu wilayah yang akan terus diperketat pengawasannya, yakni Selat Malaka.
Menurut dia, Bea Cukai memiliki pangkalan sarana operasi di sepanjang kawasan tersebut. Armada yang tersedia akan diberdayakan untuk mendukung pengawasan di wilayah perairan.
"Ya di sepanjang laut Selat Malaka kan kita ada pangkalan sarana operasi kan. Di situ kita ada beberapa, ada sekitar hampir seratus lebih kapal ya. Nanti kita akan, akan berdayakan semua. Tapi semuanya itu tergantung anggaran yang ada, ya," kata Djaka.
Penguatan patroli di Selat Malaka menjadi bagian dari langkah Bea Cukai menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo mengenai pengetatan pengawasan perbatasan dan wilayah pesisir.
Sebelumnya, Djaka juga menyebut kawasan perairan Selat Malaka dan perbatasan Kalimantan menjadi wilayah yang masih menghadapi tantangan dalam pengawasan barang ilegal dan balpres.
Dengan arahan tersebut, Bea Cukai akan memperkuat pengawasan melalui penambahan peralatan, optimalisasi armada operasi, serta penguatan Satgas Gakkum Lundup. Pelaksanaan penguatan sarana dan operasi tersebut tetap disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.
Load more