News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jenazah Salah Satu ABK Kapal Pembawa 5 Jurnalis Ditemukan di Enggano pada Hari ke-5 Pencarian

Jenazah salah satu kru kapal yang hilang bersama 5 jurnalis ditemukan di Enggano pada hari kelima pencarian. Hasil DNA identik dan akan dimakamkan bersama keluarga.
Rabu, 23 September 2026 - 14:13 WIB
Foto 5 jurnalis sebelum hilang kontak saat meliput Gunung anak Krakatau
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube tvOneNews

Jakarta, tvOnenews.com - Jenazah salah satu kru kapal yang hilang bersama rombongan lima jurnalis saat hendak menuju Gunung Anak Krakatau ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, pada hari kelima pencarian.

Diungkapkan oleh Kapolda Banten Irjen Hengki dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Serang, Rabu (23/9), jenazah ditemukan pada 12 September 2026, setelah delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal dilaporkan hilang sejak 7 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penemuan jenazah tersebut kemudian menjadi bagian dari proses identifikasi untuk memastikan apakah korban merupakan salah satu dari delapan orang yang hilang dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Proses identifikasi membutuhkan waktu karena kondisi jenazah membuat pengenalan secara langsung tidak dapat dilakukan.

Kondisi wajah tidak lagi dapat dikenali

Kondisi jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano membuat proses identifikasi tidak dapat hanya mengandalkan pengenalan secara visual. Wajah jenazah sudah tidak dapat terlihat dengan jelas sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut melalui metode ilmiah.

Karena itu, data antemortem dari keluarga delapan orang yang dilaporkan hilang digunakan untuk proses pencocokan DNA.

Salah satu data antemortem keluarga korban yang dikirim untuk pemeriksaan adalah milik keluarga atas nama Yayat. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan sampel DNA jenazah yang ditemukan di Enggano.

Pemeriksaan dilakukan oleh laboratorium DNA Pusdokkes. Hasilnya menunjukkan adanya kecocokan DNA yang mengidentifikasi jenazah tersebut sebagai Surachman.

Berdasarkan data yang diperoleh, Surachman merupakan ayah biologis dari Yayat, salah satu anggota keluarga yang digunakan sebagai pembanding dalam pemeriksaan DNA.

Dengan hasil tersebut, proses identifikasi secara ilmiah memberikan kepastian mengenai identitas jenazah yang ditemukan pada hari kelima pencarian.

Pemeriksaan DNA membutuhkan sekitar 10 hari

Proses pemeriksaan DNA tidak langsung menghasilkan identitas korban setelah jenazah ditemukan.

Jenazah ditemukan pada 12 September 2026, sementara data pemeriksaan DNA dari keluarga dikirim pada 22 September 2026. Hasil pemeriksaan kemudian diumumkan pada Rabu (23/9/2026).

Dengan demikian, keseluruhan proses hingga hasil pemeriksaan diumumkan berlangsung sekitar 10 hari.

Pemeriksaan tersebut membutuhkan waktu karena kondisi jenazah serta proses penelitian DNA harus dilakukan secara cermat. Pemeriksaan tidak dapat dilakukan secara terburu-buru karena hasilnya akan menjadi dasar dalam memastikan identitas korban.

Pihak terkait menegaskan waktu yang dibutuhkan tersebut bukan karena pemeriksaan terlambat, melainkan karena proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh.

Dalam proses identifikasi jenazah, pemeriksaan dapat membutuhkan waktu paling cepat sekitar satu hingga dua minggu, bergantung pada kondisi dan proses penelitian yang dilakukan.

Jenazah akan diberangkatkan ke Bengkulu

Setelah identitas jenazah dipastikan melalui hasil pemeriksaan DNA, jenazah akan diberangkatkan ke Bengkulu untuk selanjutnya dimakamkan bersama keluarga.

Pemulangan tersebut menjadi bagian dari proses setelah identitas korban dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium DNA Pusdokkes.

Identifikasi melalui DNA menjadi penting dalam kasus ini karena kondisi fisik jenazah tidak memungkinkan proses pengenalan hanya berdasarkan wajah.

Pemeriksaan dengan mencocokkan data antemortem keluarga memberikan dasar ilmiah untuk memastikan bahwa jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano merupakan Surachman.

Identitas korban lain belum dapat dipastikan

Meski satu jenazah telah berhasil diidentifikasi, informasi mengenai korban lainnya belum dapat dipastikan.

Pihak terkait menyatakan belum dapat memberikan keterangan mengenai orang-orang lain yang masih dalam daftar pencarian karena data yang diperoleh saat ini baru memastikan identitas jenazah pertama yang ditemukan.

Sebelumnya, delapan orang dilaporkan hilang ketika hendak menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026. Mereka terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal.

Kelima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Sementara tiga orang lainnya adalah Warta/Surachman sebagai kapten kapal, Sukarman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.

Proses pencarian terhadap delapan orang tersebut telah dihentikan. Penemuan jenazah pada hari kelima pencarian dan hasil pemeriksaan DNA kemudian menjadi perkembangan penting dalam memastikan identitas salah satu korban.

Jenazah Surachman selanjutnya akan dipulangkan ke Bengkulu untuk dimakamkan bersama keluarga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bechi Jalani Pembebasan Bersyarat, Pendamping Korban Soroti Perlindungan dan Trauma Korban

Bechi Jalani Pembebasan Bersyarat, Pendamping Korban Soroti Perlindungan dan Trauma Korban

Pembebasan bersyarat (PB) Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Bechi, terpidana kasus kekerasan seksual terhadap santri, kembali menjadi sorotan.
Menko Airlangga Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Menko Airlangga Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Pemerintah memberikan kepastian bahwa tarif bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami lonjakan hingga pengujung tahun 2026.
Viral Kucing Berkostum di Tunjungan Terlihat Lemas, Pemilik Bantah Diberi Obat Tidur

Viral Kucing Berkostum di Tunjungan Terlihat Lemas, Pemilik Bantah Diberi Obat Tidur

Video kucing berkostum di Jalan Tunjungan Surabaya viral karena terlihat lemas dan tertidur di tengah keramaian. Pemilik membantah memberi obat tidur
Jenazah ABK KM Arupadhatu I Surakman Dipulangkan dari Bengkulu, Besok Dimakamkan di Carita

Jenazah ABK KM Arupadhatu I Surakman Dipulangkan dari Bengkulu, Besok Dimakamkan di Carita

Jenazah ABK KM Arupadhatu I Surakman akan dipulangkan dari Bengkulu ke Bandara Soekarno-Hatta dan dimakamkan di TPU Ki Demang Carita.
Raket Padel Senilai Rp30 Juta Dicuri di Bekasi, Pelaku Bawa Kabur hingga Unggah Barang Curian ke Facebook Marketplace

Raket Padel Senilai Rp30 Juta Dicuri di Bekasi, Pelaku Bawa Kabur hingga Unggah Barang Curian ke Facebook Marketplace

Raket padel senilai Rp30 juta dicuri di kawasan Pekayon, Bekasi Selatan. Tiga orang ditangkap.
AFC Remehkan Timnas Indonesia? Sebut Pasukan John Herdman akan Kesulitan Lawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

AFC Remehkan Timnas Indonesia? Sebut Pasukan John Herdman akan Kesulitan Lawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

AFC menilai Timnas Indonesia akan menghadapi laga sulit melawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Performa The Lions terus meningkat di bawah Gavin Lee.

Trending

Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks, Zhong Hui Banjir Dukungan Volimania Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks, Zhong Hui Banjir Dukungan Volimania Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Pevoli China, Zhong Hui yang menggantikan Megawati Hangestri sebagai pemain Asia di Red Sparks, mendapatkan banyak dukungan dari volimania jelang bergulirnya Liga Voli Korea 2026-2027.
Red Sparks Resmi Perkenalkan Skuad, Nomor Punggung 8 Warisan Megawati Hangestri Kini Dipakai Pemain Lain

Red Sparks Resmi Perkenalkan Skuad, Nomor Punggung 8 Warisan Megawati Hangestri Kini Dipakai Pemain Lain

Kurang lebih setahun dijaga oleh Ko Hee-jin, kini nomor punggung 8 milik Megawati Hangestri di Red Sparks secara resmi diberikan kepada pemain lain musim depan.
Fakta-fakta Kasus Savanna Azzahra: Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Calon Suami hingga Hamil 3 Bulan

Fakta-fakta Kasus Savanna Azzahra: Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Calon Suami hingga Hamil 3 Bulan

Inilah kumpulan fakta dari kasus Savanna Azzahra atau Anne, gadis yang kakaknya akui berselingkuh dengan calon suaminya hanya H-3 sebelum prosesi pernikahan.
Jay Idzes dan Dony Tri Gagal Perkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Kami Cukup Beruntung

Jay Idzes dan Dony Tri Gagal Perkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Kami Cukup Beruntung

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, merasa cukup beruntung dengan kembalinya para pemain diaspora ke skuadnya. Meski begitu, Jay Idzes dan Dony Tri Pamungkas gagal tampil akibat cedera.
Kronologi Lengkap Video Mesum 'A Day in My Life' Viral, Pasangan Sesama Jenis yang Dikabarkan Terpapar HIV

Kronologi Lengkap Video Mesum 'A Day in My Life' Viral, Pasangan Sesama Jenis yang Dikabarkan Terpapar HIV

Video mesum a day in my life berseliweran di medsos, dengan banyak potongan pendek video. Namun hal ini masih menunggu keterangan selanjutnya dari Kepolisian.
Hillstate Harus Bayar Rp7 Miliar Per Musim Hanya untuk Duetkan Jordan Wilson dan Megawati Hangestri? Ini Detailnya

Hillstate Harus Bayar Rp7 Miliar Per Musim Hanya untuk Duetkan Jordan Wilson dan Megawati Hangestri? Ini Detailnya

Kurang lebih Rp7 miliar dana yang harus dikeluarkan Hyundai Hillstate pada musim depan demi menduetkan Megawati Hangestri dengan Jordan Wilson di V-League.
Pasangan Sesama Jenis Pembuat Video Mesum "A Day in My Life" Jalin Hubungan Usai Berkenalan di Media Sosial

Pasangan Sesama Jenis Pembuat Video Mesum "A Day in My Life" Jalin Hubungan Usai Berkenalan di Media Sosial

Pasangan sesama jenis yang membuat video mesum bertajuk “A Day in My Life” ternyata menjalin hubungan. 
Selengkapnya

Viral