Jenazah Salah Satu ABK Kapal Pembawa 5 Jurnalis Ditemukan di Enggano pada Hari ke-5 Pencarian
- Tangkapan layar YouTube tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Jenazah salah satu kru kapal yang hilang bersama rombongan lima jurnalis saat hendak menuju Gunung Anak Krakatau ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, pada hari kelima pencarian.
Diungkapkan oleh Kapolda Banten Irjen Hengki dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Serang, Rabu (23/9), jenazah ditemukan pada 12 September 2026, setelah delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal dilaporkan hilang sejak 7 September 2026.
Penemuan jenazah tersebut kemudian menjadi bagian dari proses identifikasi untuk memastikan apakah korban merupakan salah satu dari delapan orang yang hilang dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Proses identifikasi membutuhkan waktu karena kondisi jenazah membuat pengenalan secara langsung tidak dapat dilakukan.
Kondisi wajah tidak lagi dapat dikenali
Kondisi jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano membuat proses identifikasi tidak dapat hanya mengandalkan pengenalan secara visual. Wajah jenazah sudah tidak dapat terlihat dengan jelas sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut melalui metode ilmiah.
Karena itu, data antemortem dari keluarga delapan orang yang dilaporkan hilang digunakan untuk proses pencocokan DNA.
Salah satu data antemortem keluarga korban yang dikirim untuk pemeriksaan adalah milik keluarga atas nama Yayat. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan sampel DNA jenazah yang ditemukan di Enggano.
Pemeriksaan dilakukan oleh laboratorium DNA Pusdokkes. Hasilnya menunjukkan adanya kecocokan DNA yang mengidentifikasi jenazah tersebut sebagai Surachman.
Berdasarkan data yang diperoleh, Surachman merupakan ayah biologis dari Yayat, salah satu anggota keluarga yang digunakan sebagai pembanding dalam pemeriksaan DNA.
Dengan hasil tersebut, proses identifikasi secara ilmiah memberikan kepastian mengenai identitas jenazah yang ditemukan pada hari kelima pencarian.
Pemeriksaan DNA membutuhkan sekitar 10 hari
Proses pemeriksaan DNA tidak langsung menghasilkan identitas korban setelah jenazah ditemukan.
Jenazah ditemukan pada 12 September 2026, sementara data pemeriksaan DNA dari keluarga dikirim pada 22 September 2026. Hasil pemeriksaan kemudian diumumkan pada Rabu (23/9/2026).
Dengan demikian, keseluruhan proses hingga hasil pemeriksaan diumumkan berlangsung sekitar 10 hari.
Pemeriksaan tersebut membutuhkan waktu karena kondisi jenazah serta proses penelitian DNA harus dilakukan secara cermat. Pemeriksaan tidak dapat dilakukan secara terburu-buru karena hasilnya akan menjadi dasar dalam memastikan identitas korban.
Pihak terkait menegaskan waktu yang dibutuhkan tersebut bukan karena pemeriksaan terlambat, melainkan karena proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh.
Dalam proses identifikasi jenazah, pemeriksaan dapat membutuhkan waktu paling cepat sekitar satu hingga dua minggu, bergantung pada kondisi dan proses penelitian yang dilakukan.
Jenazah akan diberangkatkan ke Bengkulu
Setelah identitas jenazah dipastikan melalui hasil pemeriksaan DNA, jenazah akan diberangkatkan ke Bengkulu untuk selanjutnya dimakamkan bersama keluarga.
Pemulangan tersebut menjadi bagian dari proses setelah identitas korban dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium DNA Pusdokkes.
Identifikasi melalui DNA menjadi penting dalam kasus ini karena kondisi fisik jenazah tidak memungkinkan proses pengenalan hanya berdasarkan wajah.
Pemeriksaan dengan mencocokkan data antemortem keluarga memberikan dasar ilmiah untuk memastikan bahwa jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano merupakan Surachman.
Identitas korban lain belum dapat dipastikan
Meski satu jenazah telah berhasil diidentifikasi, informasi mengenai korban lainnya belum dapat dipastikan.
Pihak terkait menyatakan belum dapat memberikan keterangan mengenai orang-orang lain yang masih dalam daftar pencarian karena data yang diperoleh saat ini baru memastikan identitas jenazah pertama yang ditemukan.
Sebelumnya, delapan orang dilaporkan hilang ketika hendak menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026. Mereka terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal.
Kelima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara tiga orang lainnya adalah Warta/Surachman sebagai kapten kapal, Sukarman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.
Proses pencarian terhadap delapan orang tersebut telah dihentikan. Penemuan jenazah pada hari kelima pencarian dan hasil pemeriksaan DNA kemudian menjadi perkembangan penting dalam memastikan identitas salah satu korban.
Jenazah Surachman selanjutnya akan dipulangkan ke Bengkulu untuk dimakamkan bersama keluarga.
Load more