News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kapolda Banten Belum Bisa Pastikan Nasib Korban Lain Usai Salah Satu ABK Kapal 5 Jurnalis Teridentifikasi DNA

Kapolda Banten Irjen Hengki belum bisa memastikan kondisi dan keberadaan jenazah lain setelah Surachman teridentifikasi melalui tes DNA.
Rabu, 23 September 2026 - 14:29 WIB
Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Kapolda Banten Irjen Hengki belum dapat memastikan kondisi maupun keberadaan jenazah lainnya yang berkaitan dengan hilangnya rombongan lima jurnalis dan tiga kru kapal di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Hal tersebut disampaikan Hengki dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Serang, Rabu (23/9/2026), setelah satu jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, berhasil diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hengki mengatakan pihaknya hanya dapat menyampaikan informasi berdasarkan data yang sudah diperoleh dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah yang ditemukan.

Dia belum dapat memberikan pernyataan mengenai orang-orang lain yang masih dalam pencarian karena belum ada data yang dapat memastikan kondisi maupun keberadaan mereka.

"Saya tidak bisa memberikan pernyataan soal orang-orang lain, karena ini saya berdasarkan data yang ditemukan pertama kali, yang lain belum tahu gimana," kata Hengki dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Serang, Rabu (23/9/2026).

Jenazah Surachman dipastikan melalui tes DNA

Jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano dipastikan merupakan Surachman, salah satu kru kapal yang membawa rombongan jurnalis menuju Gunung Anak Krakatau.

Kepastian identitas tersebut diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan DNA dengan membandingkan sampel jenazah dengan data antemortem dari keluarga delapan orang yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Salah satu data antemortem yang digunakan dalam pemeriksaan berasal dari keluarga atas nama Yayat.

Data tersebut kemudian dikirim untuk diperiksa di laboratorium DNA Pusdokkes. Hasil pemeriksaan menunjukkan DNA jenazah identik dengan data keluarga Yayat.

Berdasarkan hasil tersebut, Surachman diketahui merupakan ayah biologis dari Yayat.

"Ini Surachman dari Yayat. Artinya dari tes DNA dan antemortem yang dikirim Biddokkes Polda Banten, hasil tes DNA dari delapan keluarga korban, salah satunya yakni Surachman. Saya berdasarkan data, adalah Surachman, ayah dari Yayat," ujar Hengki.

Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar kepolisian untuk memastikan identitas jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano.

Wajah jenazah sudah tidak dapat dikenali

Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan DNA karena kondisi jenazah yang ditemukan tidak memungkinkan pengenalan hanya berdasarkan wajah.

Hengki menjelaskan kondisi wajah jenazah sudah tidak terlihat, sehingga diperlukan pemeriksaan secara ilmiah untuk memastikan identitas korban.

Karena itu, data antemortem dari keluarga menjadi bagian penting dalam proses identifikasi. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan sampel DNA jenazah yang ditemukan.

Hasil pemeriksaan laboratorium DNA Pusdokkes akhirnya menunjukkan kecocokan dengan data keluarga Yayat dan memastikan jenazah tersebut merupakan Surachman.

Jenazah ditemukan pada hari kelima pencarian

Jenazah Surachman ditemukan pada hari kelima proses pencarian rombongan yang hilang.

Delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut dilaporkan hilang pada 7 September 2026 saat hendak menuju Gunung Anak Krakatau.

Jenazah ditemukan di Pulau Enggano pada 12 September 2026. Setelah ditemukan, jenazah kemudian menjalani proses pemeriksaan dan identifikasi untuk mengetahui apakah merupakan salah satu dari delapan orang yang dilaporkan hilang.

Proses pemeriksaan DNA membutuhkan waktu karena dilakukan melalui penelitian laboratorium. Hengki menjelaskan pemeriksaan semacam itu membutuhkan waktu paling cepat sekitar satu hingga dua minggu.

Data untuk pemeriksaan kemudian dikirim pada 22 September 2026, sebelum hasilnya diumumkan pada Rabu (23/9/2026).

Dengan demikian, proses penelitian berlangsung kurang lebih 10 hari sejak jenazah ditemukan hingga hasil identifikasi diumumkan.

Pemeriksaan disebut tidak terlambat

Hengki menegaskan waktu yang dibutuhkan dalam proses identifikasi tersebut bukan karena pemeriksaan terlambat. Pemeriksaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jenazah dan kebutuhan untuk mendapatkan hasil yang akurat.

"Karena masih membutuhkan waktu untuk penelitian, paling cepat satu minggu hingga dua minggu. Maka ketika hasilnya sudah keluar, ditemukan 12 September, dikirim datanya 22, dan diumumkan hari ini. Jadi penelitian kurang lebih 10 hari. Bukan lama atau terlambat, tapi pemeriksaan dilakukan dengan baik," jelas Hengki.

Untuk kondisi maupun keberadaan jenazah atau korban lainnya, Hengki belum dapat memberikan kepastian. Menurut dia, informasi yang dapat disampaikan saat ini baru berdasarkan data hasil pemeriksaan terhadap jenazah yang pertama kali ditemukan dan telah teridentifikasi melalui tes DNA.

Polda Banten pun belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai kondisi orang-orang lainnya karena belum terdapat hasil pemeriksaan atau data yang dapat memastikan keberadaan mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bechi Jalani Pembebasan Bersyarat, Pendamping Korban Soroti Perlindungan dan Trauma Korban

Bechi Jalani Pembebasan Bersyarat, Pendamping Korban Soroti Perlindungan dan Trauma Korban

Pembebasan bersyarat (PB) Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Bechi, terpidana kasus kekerasan seksual terhadap santri, kembali menjadi sorotan.
Menko Airlangga Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Menko Airlangga Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Pemerintah memberikan kepastian bahwa tarif bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami lonjakan hingga pengujung tahun 2026.
Viral Kucing Berkostum di Tunjungan Terlihat Lemas, Pemilik Bantah Diberi Obat Tidur

Viral Kucing Berkostum di Tunjungan Terlihat Lemas, Pemilik Bantah Diberi Obat Tidur

Video kucing berkostum di Jalan Tunjungan Surabaya viral karena terlihat lemas dan tertidur di tengah keramaian. Pemilik membantah memberi obat tidur
Jenazah ABK KM Arupadhatu I Surakman Dipulangkan dari Bengkulu, Besok Dimakamkan di Carita

Jenazah ABK KM Arupadhatu I Surakman Dipulangkan dari Bengkulu, Besok Dimakamkan di Carita

Jenazah ABK KM Arupadhatu I Surakman akan dipulangkan dari Bengkulu ke Bandara Soekarno-Hatta dan dimakamkan di TPU Ki Demang Carita.
Raket Padel Senilai Rp30 Juta Dicuri di Bekasi, Pelaku Bawa Kabur hingga Unggah Barang Curian ke Facebook Marketplace

Raket Padel Senilai Rp30 Juta Dicuri di Bekasi, Pelaku Bawa Kabur hingga Unggah Barang Curian ke Facebook Marketplace

Raket padel senilai Rp30 juta dicuri di kawasan Pekayon, Bekasi Selatan. Tiga orang ditangkap.
AFC Remehkan Timnas Indonesia? Sebut Pasukan John Herdman akan Kesulitan Lawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

AFC Remehkan Timnas Indonesia? Sebut Pasukan John Herdman akan Kesulitan Lawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

AFC menilai Timnas Indonesia akan menghadapi laga sulit melawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Performa The Lions terus meningkat di bawah Gavin Lee.

Trending

Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks, Zhong Hui Banjir Dukungan Volimania Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks, Zhong Hui Banjir Dukungan Volimania Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Pevoli China, Zhong Hui yang menggantikan Megawati Hangestri sebagai pemain Asia di Red Sparks, mendapatkan banyak dukungan dari volimania jelang bergulirnya Liga Voli Korea 2026-2027.
Red Sparks Resmi Perkenalkan Skuad, Nomor Punggung 8 Warisan Megawati Hangestri Kini Dipakai Pemain Lain

Red Sparks Resmi Perkenalkan Skuad, Nomor Punggung 8 Warisan Megawati Hangestri Kini Dipakai Pemain Lain

Kurang lebih setahun dijaga oleh Ko Hee-jin, kini nomor punggung 8 milik Megawati Hangestri di Red Sparks secara resmi diberikan kepada pemain lain musim depan.
Fakta-fakta Kasus Savanna Azzahra: Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Calon Suami hingga Hamil 3 Bulan

Fakta-fakta Kasus Savanna Azzahra: Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Calon Suami hingga Hamil 3 Bulan

Inilah kumpulan fakta dari kasus Savanna Azzahra atau Anne, gadis yang kakaknya akui berselingkuh dengan calon suaminya hanya H-3 sebelum prosesi pernikahan.
Jay Idzes dan Dony Tri Gagal Perkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Kami Cukup Beruntung

Jay Idzes dan Dony Tri Gagal Perkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Kami Cukup Beruntung

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, merasa cukup beruntung dengan kembalinya para pemain diaspora ke skuadnya. Meski begitu, Jay Idzes dan Dony Tri Pamungkas gagal tampil akibat cedera.
Kronologi Lengkap Video Mesum 'A Day in My Life' Viral, Pasangan Sesama Jenis yang Dikabarkan Terpapar HIV

Kronologi Lengkap Video Mesum 'A Day in My Life' Viral, Pasangan Sesama Jenis yang Dikabarkan Terpapar HIV

Video mesum a day in my life berseliweran di medsos, dengan banyak potongan pendek video. Namun hal ini masih menunggu keterangan selanjutnya dari Kepolisian.
Hillstate Harus Bayar Rp7 Miliar Per Musim Hanya untuk Duetkan Jordan Wilson dan Megawati Hangestri? Ini Detailnya

Hillstate Harus Bayar Rp7 Miliar Per Musim Hanya untuk Duetkan Jordan Wilson dan Megawati Hangestri? Ini Detailnya

Kurang lebih Rp7 miliar dana yang harus dikeluarkan Hyundai Hillstate pada musim depan demi menduetkan Megawati Hangestri dengan Jordan Wilson di V-League.
Pasangan Sesama Jenis Pembuat Video Mesum "A Day in My Life" Jalin Hubungan Usai Berkenalan di Media Sosial

Pasangan Sesama Jenis Pembuat Video Mesum "A Day in My Life" Jalin Hubungan Usai Berkenalan di Media Sosial

Pasangan sesama jenis yang membuat video mesum bertajuk “A Day in My Life” ternyata menjalin hubungan. 
Selengkapnya

Viral